catatan KB: INJECTION
Hehe, saya menggunakan judul sok nginggris, padahal mau bilang suntik. Ini sih semata-mata untuk menggiring pembaca mengklik tulisan saya hihi….
***
Dalam suatu penyuluhan di ruang Delima RSUD Cianjur, saya dan tim penyuluh selalu memberikan materi tentang seputar alat kontrasepsi. Macam-macam alat kontrasepsi, mulai dari IUD, Implant, Kondom, Kondom Perempuan, Pil, dan juga suntik. Kadang ada yang antusias mengikuti, tapi tak jarang yang acuh tak acuh bahkan keluar ruangan sebelum penyuluhan selesai. Tidak mengapa, toh buat kepentingan ibu-ibu yang baru saja melahirkan itu.
Oya, ruang Delima ini adalah ruangan dimana ibu-ibu yang baru saja melahirkan ataupun keguguran dirawat. Ruangan ini menampung pasien yang beragam, mulai dari pasien kelas 1 sampai kelas 3. Nah, kebanyakan yang diikutsertakan dalam penyuluhan adalah pasien kelas 3, dengan asumsi bahwa pasien kelas 1 tingkat kesadaran memakai kontrasepsinya sudah ada.
Setiap habis memberikan materi, teman senior saya selalu mereview para ibu yang hadir kira-kira alat KB apa yang mau dipakai selepas dari masa perawatan di rumah sakit ini. Dan, hampir 50% menjawab:”Abdi mah bade nyobian suntik heula we, nu tilu sasih (Saya mau coba suntik yang tiga bulan).” Dan saya mencatat satu persatu jawaban para ibu tersebut, untuk bahan laporan dan evaluasi hasil penyuluhan.
Iseng-iseng, saya mencoba menghitung pencapaian peserta kb baru suntik di kecamatan Cianjur berdasarkan hasil updating data tahun 2009. Setelah saya hitung, ternyata prosentase kesertaan ber-KB suntik diatas 40% dari keseluruhan peserta KB kecamatan Cianjur yang tercatat sebanyak 21586 peserta.
Sebenarnya bagaimana sistem KB Suntik itu?
Saya mencoba menuliskannya kembali untuk para pembaca, yang saya olah dari berbagai sumber yang saya peroleh.
Suntik, adalah obat kontrasepsi. Disebut obat karena mengandung hormon yaitu hormon dari golongan estrogen dan juga progesterone. Seperti halnya pil, suntik juga terbagi menjadi dua jenis yang biasanya dibedakan berdasarkan masa pemakaian. Suntik 1 bulan dan suntik 3 bulan. Obat suntik 1 bulan, biasanya mengandung hormon dari golongan progestin dan estrogen, sehingga akan berpengaruh terhadap kelancaran ASI bagi ibu yang menyusui. Sedangkan suntik 3 bulanan, hanya mengandung hormon dari golongan progestin saja. Jika pada pil, lebih mirip minipil. Suntikan jenis ini, tidak berpengaruh terhadap kelancaran ASI.
Menurut buku yang saya peroleh dari kantor saya, KB suntik ini memiliki kekurangan dan juga kelebihan. Kelebihan KB suntik akan saya tuliskan terlebih dahulu:
- Praktis, efektif, dan aman
- Tidak membatasi umur
- Dapat menurunkan kemungkinan anemia
- Dan cocok untuk ibu menyusui (suntik jenis bulanan).
Sedangkan kelemahannya adalah:
- Di bulan-bulan pertama pemakaian akan terjadi mual
- Pendarahan berupa bercak darah diantara masa haid
- Sakit kepala dan nyeri payudara, serta
- Tidak melindungi dari IMS (infeksi menular seksual dan HIV/AIDS)
Cara kerja KB suntikan ini adalah mencegah lepasnya sel telur dari indung telur. Mengentalkan lendir mulut rahim sehingga sperma tidak masuk ke dalam rahim, serta menipiskan selaput lendir agar tidak siap hamil. Untuk para pengguna atau calon pengguna KB suntik, anda perlu mengingat ini: Suntikan pertama hari 1-5 dari permulaan masa haid, dan suntikan ulang harus sesuai dengan jadwal yang sudah ditetapkan.
Seperti halnya PIL, kontrasepsi suntik pun tidak dianjurkan untuk: wanita usia 35 tahun yang merokok aktif, ibu hamil atau diduga hamil, pendarahan vaginal tanpa sebab, penderita jantung, stroke, lever, darah tinggi, dan kencing manis, serta penderita kanker payudara. (Hmmm, Puriwati Purasari Andono gak boleh pake tuh hehehe).
KB Suntik ini bisa diperoleh di rumah sakit, klinik KB, dokter dan bidan praktek swasta, serta puskesmas, atau pustu. Silahkan berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter atau bidan jika anda memiliki keluhan kesehatan sebelum disuntik kb.
***
Yaaah, daripada ramai-ramai mengurusi pengen jadi negara federal dengan membentuk federasi suatu daerah tanpa berbuat kongkrit dan solusi nyata, atau kontribusi pada bangsa, mending ngasih penyuluhan aja deh. Setidaknya sudah berbuat kongkrit untuk saudara-saudara sebangsa dan se-tanah air yang belum mengerti pentingnya ber-KB. Bukankah ini sebuah bentuk kontribusi nyata seorang anak bangsa? Daripada koar-koar tanpa solusi yang tiada guna.
Hehehe, salam. (HS)
Explore posts in the same categories: Alat dan metode kontrasepsi, Penyuluhan, tentang KBTags: alat kb suntikan, KB, Suntik
You can comment below, or link to this permanent URL from your own site.
14/07/2010 at 11:05 am
Mau nanya nih, lebih baik mana antara suntik dengan oral?
mohon beri penjelasan dari efek hormonal atau efek yang lainnya seperti perubahan berat badan, perubahan bentuk payudara, perubahan siklus haid ‘n mood sehari2, dsb.
thanks banget buat jawabannya..
salam.
14/07/2010 at 5:32 pm
dua-duanya hampir sama karena mengandung hormon. kandungan hormonnya pun sama, estrogen dan progesteron.
tentang efek samping, akan berbeda2 pada setiap orang, tergantung dari faktor metabolisme tubuh penggunanya. bbrp yang tidak mengalami kecocokan memang menimbulkan efek samping seperti penambahan berat badan, atau pengurangan berat badan, efek samping pada wajah, pening2, atau bahkan mual.
jika ada indikasi seperti itu segera hentikan pemakaian.
untuk lebih jelasnya silakan berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter anda sebelum memilih alat kontrasepsi pil atau suntik.
trims sudah mampir
27/02/2011 at 4:25 pm
umur berapa aja sich
boleh menngunakan kb suntik??
27/02/2011 at 8:53 pm
usia subur, ketika seorang perempuan sudah mengalami haid dan dia sudah menikah.
26/08/2011 at 8:31 am
[...] alat kontrasepsinya macam-macam. Ada IUD, Implant, Pil KB, Suntik KB, atau mungkin juga KB untuk Pria. Silakan anda klik salah satu tautan alat kontrasepsi tersebut [...]
08/10/2011 at 9:10 am
[...] sedikit menuliskan kembali untuk anda mengenai beberapa alat kontrasepsi seperti IUD, Implant, Suntik, dan juga Pil KB, bahkan kondom. Saya berharap semoga informasi yang saya rangkumkan dari berbagai [...]