Langsung Ber-KB setelah Melahirkan? Kenapa tidak….

Betapa berbahagianya anda yang saat ini sedang menanti kelahiran buah hati. Akan ada anggota baru di rumah anda. Akan ada keharuan tangis yang membahana dari si kecil manakala dia pertama kali melihat dunia. Akan ada kegembiraan tawa si kecil di rumah anda. Ya si kecil, bayi yang lahir dari rahim para seorang perempuan yang luar biasa seperti anda sekalian, para kompasianer yang sekaligus para ibu. Bayi kecil yang merupakan amanah Tuhan kepada anda sekalian untuk dididik dan dibesarkan hingga kelak dia menjadi manusia yang berguna untuk dirinya sendiri, keluarga, lingkungan, bahkan agama serta bangsa dan negaranya.

Seorang anak, sejatinya adalah anak. Dia akan menjadi apa di kemudian hari adalah tergantung pada kualitas perhatian dan didikan anda saat ini. Maka dari itu, untuk memperhatikan kualitas pertumbuhan si kecil anda harus memiliki sedikitnya waktu luang di tengah kesibukan anda bekerja, bukan? Sayangnya tingkat kesadaran ini hanya dimiliki oleh mereka kaum urban kota yang rata-rata memang sudah mengenyam sekolah lumayan tinggi, sedangkan ibu-ibu muda yang tinggal di pedesaan jarang memiliki pengetahuan yang memadai tentang bagaimana pertumbuhan dan perkembangan bayi yang berkualitas tersebut.

Adalah tugas kita, kaum melek ilmu untuk menyadarkan mereka (para ibu yang belum memiliki pengetahuan tentang pentingnya ber-KB) bahwa seorang anak haruslah tercukupi segala kebutuhannya, mulai dari gizi, sandang, pangan, sekolah, kebutuhan bermain, dan sebagainya. Kebutuhan-kebutuhan anak tersebut akan tercukupi jika sang orang tua mampu memperhatikan anaknya dengan benar. Dan kondisi untuk memperhatikan tersebut akan ideal jika anak yang dimiliki tidak terlalu banyak, dan tidak terlalu dekat jaraknya (antara satu anak dengan anak lainnya). Maka dari itu, diperlukanlah sebuah kampanye penyadaran kepada mereka yang diberikan dalam bentuk pengetahuan tentang perencanaan keluarga.

Perencanaan keluarga bisa dilakukan dengan cara ber-KB. Maksudnya adalah merencanakan kualitas keluarga dengan memberikan jarak antar kelahiran pada kaum perempuan pasangan usia subur. Untuk mengatur jarak kelahiran tersebut, maka anda para perempuan diharapkan untuk ber-KB menggunakan alat kontrasepsi yang pernah saya tuliskan disini.

Khusus untuk kali ini, saya hanya ingin sekedar mengingatkan khususnya kepada ibu-ibu muda yang sedang hamil tua dan menantikan kelahiran putra-putrinya. Supaya anda, para ibu muda yang akan melahirkan, tidak kerepotan setelah sang anak lahir, maka anda perlu memperkaya pengetahuan anda tentang persiapan setelah melahirkan. Bahwa anda akan cukup ‘repot ‘ dengan kegiatan anda setelah adanya si kecil. Untuk itu, sebelum anda melahirkan, anda harus menambah pengetahuan terlebih dahulu tentang alat kontrasepsi yang bisa digunakan setelah melahirkan putra-putri anda, juga bahwa alat kontrasepsi bisa digunakan langsung pascapersalinan.

Pilihan kontrasepsi pascapersalinan (atau pascakeguguran) antara lain

1. MOW (Tubektomi); pilihan ini digunakan untuk anda yang tidak ingin mempunyai anak lagi. Metode yang digunakan adalah dengan melakukan operasi kecil pada daerah rahim dengan tujuan untuk mengikat saluran tuba falopii sehingga sel telur yang diproduksi tidak akan terbuahi. Tubektomi ini dilakukan jika seorang perempuan sudah mempunyai anak lebih dari tiga, tidak ingin punya anak lagi, dan berusia diatas 35 tahun. Sebelum dilakukan metode ini, akan ada lembar persetujuan yang harus ditandangi oleh pasangan suami istri.

2. IUD pascapersalinan; untuk anda para perempuan yang bekerja, saya lebih menyarankan untuk menggunakan IUD pascapersalinan saja. Sebab pada masa ini rahim anda berukuran ‘mengembang’ sehingga pemasangan pun lebih mudah dan segera setelah anda pulih, anda tidak perlu lagi pusing memikirkan alat kontrasepsi yang harus dipakai berulang-ulang seperti halnya suntik atau pil, karena masa pakai IUD ini bisa sampai 8 hingga 10 tahun. Anda bisa membukanya sebelum 8 tahun, jika anda memang merencakan memiliki anak kembali. Kenapa pascapersalinan harus segera dilakukan penggunaan alat kontrasepsi? Karena kesuburan pascapersalinan akan kembali setelah hari ke-21 setelah melahirkan.

3. Implant; bisa menjadi pilihan untuk anda yang baru saja melahirkan. Implant atau susuk kb ini berisi hormon progestin dan tidak berpengaruh pada produksi ASI. Masa pakai implant bisa hingga 3 tahun.

4. Suntik; anda yang baru saja melahirkan bisa memilih alat kontrasepsi suntik ini dengan catatan menggunakan suntik yang 3 bulan saja. kenapa? Karena hormon yang terkandung pada suntik 3 bulanan hanya progestin saja, dan ini tidak akan berpengaruh pada produksi ASI.

5. Pil; jika anda memilih ini, belilah pil yang hanya mengandung hormon progestin. Biasanya disebut minipil karena ukurannya imut-imut, dan biasanya semuanya berwarna putih. Minipil digunakan oleh ibu yang baru saja melahirkan karena tidak mempengaruhi produksi ASI.

6. Kondom; digunakan oleh suami (para pria) yang memiliki kepedulian jika istrinya tidak ingin ‘menderita’ kembali hehehe. Maksudnya, tidak ingin mempunyai anak dalam waktu dekat. Memberikan jarak kelahiran. Kondom bisa dibeli bebas di toko-toko maupun apotik.

IUD copper T (HS.doc)

kapan sebenarnya bisa ber-kb setelah melahirkan?

Waktu untuk ber-KB bisa sesaat setelah melahirkan (contohnya pada pemasangan IUD atau Steril/tubektomi), atau dua hari setelah melahirkan, atau menunggu hingga 40 hari pasca persalinan. Ingat, jangan pernah menunda untuk ber-KB atau menunggu hingga anda mengalami menstruasi kembali. Karena, seperti yang sudah dijelaskan diatas, kesuburan seorang wanita yang sudah melahirkan akan kembali minimal 21 hari setelah melahirkan.

Jadi, untuk anda yang saat ini sedang menanti kelahiran sang buah hati, anda bisa menggunakan metode kontrasepsi di atas jika anda tidak ingin dipusingkan dengan perasaan was-was anda, apakah akan ‘kebobolan’ lagi atau tidak sesaat setelah anda melahirkan buah hati anda.

Untuk anda yang sudah membaca ini, anda juga memiliki kewajiban untuk menularkan ilmu yang baru saja anda dapat kepada mereka yang kurang beruntung tidak bisa membaca catatan ini karena keterbatasan akses internet.

Semoga catatan ini bermanfaat!

Sumber: Pamflet hasil workshop peningkatan Pelayanan KB RS, narasumber: Prof. DR.dr. Biran Affandi, Sp.OG (K). BKKBN

About these ads
Explore posts in the same categories: Alat dan metode kontrasepsi, Penyuluhan

Tags: , ,

You can comment below, or link to this permanent URL from your own site.

4 Comments on “Langsung Ber-KB setelah Melahirkan? Kenapa tidak….”

  1. natalia kurniasari Says:

    Mas , saya kan hbz melahirkan . Tp saya ingin kb stlh melahirkan ini . Tp saya masih mngeluarkan darah setelah melahirkan td. . Kira” kapan saya bisa suntik atw minum pil kb?

    • hadisome Says:

      tunggu saja sampai masa nifas selesai. begitu sudah selesai nifas, langsung minum pil. dengan catatan anda tidak campur dulu dengan suami.
      untuk KB suntik sebenarnya bisa saja dari sekarang.

  2. puput Says:

    saya perempuan yg baru saja keguguran.
    saya masih trauma&belum ada keinginan hamil tuk saat ini.
    kapan harus pakai kb?


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 1,155 other followers

%d bloggers like this: