KB Pria, Apa Saja Sih?

Beberapa hari yang lalu, saya mempublikasikan catatan mengenai alat kontrasepsi yang bisa digunakan pasca kelahiran. Banyak komentar dari teman-teman pembaca, dan salah satunya adalah komentar dari beberapa pembaca pria yang mempertanyakan, kok alat kontrasepsi untuk perempuan saja yang ditulis. Untuk laki-lakinya mana? Terus terang saya agak malu juga dan tertohok karena selama ini hanya menuliskan seputar alat kontrasepsi untuk  perempuan saja, sementara untuk kaum laki-laki saya selalu beralasan bahwa kurang menarik untuk dibahas karena hanya ada dua macam saja.

Alat/metode kontrasepsi untuk pria memang belum banyak dibuat. Hanya ada dua saja yang bisa menjadi pilihan untuk saat ini, yaitu:

  1. Kondom, dan
  2. Vasektomi.

Kedua macam alat tersebut menjadi pilihan untuk para pria beristri yang peduli terhadap’penderitaan’ istrinya. Mulai dari mengandung, melahirkan, mengurus anak, rumah tangga, hingga ber-kB pasti menjadi sebuah kondisi yang dialami oleh seorang istri. Padahal untuk urusan yang terakhir saya sebutkan, para suami juga bisa menjadi akseptor aktif KB, lho.

~hs~

Kondom

kondom - shutterstock

Hampir setiap laki-laki dewasa mengenal kondom. Rasanya bohong banget kalau ada yang bilang belum mengenal alat kontrasepsi ini.

Kondom terbuat dari bahan lateks (karet) dan dipasang pada alat kelamin pria pada saat ereksi. Kondom hanya digunakan untuk satu kali pemakaian saja. Menurut referensi dari kompas.com, disebutkan bahwa awalnya kondom digunakan sebagai alat untuk pencegahan penularan penyakit kelamin. Pada perkembangannya, kondom saat ini digunakan juga sebagai alat kontrasepsi yang tidak hanya mencegah penularan penyakit menular seksual, tapi juga sebagai upaya untuk mencegah kehamilan.

Masih menurut referensi dari kompas.com, pada perkembangannya kondom mengalami tiga kali perubahan bahan. Yang pertama adalah dari karet tervulkanisir. Kondom dari bahan ini pertama kali dibuat tahun 1870. Berikut saya kutipkan kalimat dari kompas.com tentang kondom bahan ini: ”Pada masa itu kondom karet sangat mahal dan tebal. Para penggunanya disarankan untuk mencucinya sebelum dan setelah hubungan seksual. Mereka boleh memakainya sampai karetnya bocor atau pecah.” Terbayangkan betapa tidak menyenangkannya menggunakan kondom pada masa tersebut?

Selanjutnya, bahan kondom mengalami perubahan. Pada tahun 1930-an diperkenalkan kondom dari bahan lateks. Kondom ini jauh lebih tipis dari bahan sebelumnya, dan bentuknya sudah seperti bentuk yang ada saat ini. Sedangkan bahan terbaru yang saat ini digunakan adalah terbuat dari polyurethane, yang memiliki ketebalan jauh lebih tipis dibanding kondom sebelumnya.

Penggunaan kondom ini sebenarnya tidak begitu efektif karena selain pemasangannya yang tidak efektif, bisa saja kondom mengalami kebocoran.

Kondom - HS.2011

Vasektomi

Sebenarnya, sudah banyak yang menuliskan tentang vasektomi. Namun, karena bahasan kali ini adalah tentang  metode kontrasepsi pria, maka saya mencoba untuk merangkumkan untuk anda apa dan bagaimana vasektomi yang pernah dituliskan oleh para penulis lainnya.

Berikut adalah tulisan teman saya, Mariska Lubis,  sengaja saya kutipkan disini:

Banyak pria yang menganggap vasektomi sama dengan dikebiri. Mungkin karena kurangnya pengetahuan tentang hal ini. Kalau dibandingkan dengan pengetahuan tentang alat Keluarga Berencana yang lain, sepertinya vasektomi yang paling jarang diungkap. Ditambah lagi kebanyakan perempuan yang ogah banget suaminya divasektomi. “Nanti bebas, dong, main sana main sini!!! Kan, nggak bisa punya anak dari selingkuhan?! Mereka pasti merasa lebih aman.” Hehehe… jadi aja… salah kaprah!!!

Untuk anda yang ketakutan dan meyakini mitos bahwa  divasektomi sama dengan dikebiri, maka mulai sekarang anda harus mengenyahkan jauh-jauh pemikiran tersebut. Karena vasektomi bukanlah dikebiri.  Pada dasarnya vasektomi itu adalah proses pengikatan saluran vas deferens. Saluran ini adalah saluran untuk menyalurkan sel sperma. Dengan terikatnya saluran vas deferens, maka cairan yang keluar sudah tidak lagi mengandung sel sperma.

Tidak perlu takut bahwa anda tidak bisa ‘keluar’, tetap keluar kok. Cuma, yang keluar sudah tidak berisi lagi hehe. Seperti yang pernah kita pelajari dalam bab sistem reproduksi dalam pada pelajaran biologi semasa SMA, saluran reproduksi pria memproduksi cairan lain selain sel sperma.

Saya analogikan bahwa vas deferens itu adalah selang air yang mengalirkan air dari kran, dan sel sperma adalah air yang berasal dari kran.  Jika selang tersebut kita pencet, maka air tidak akan keluar bukan? Air akan tersumbat di bagian yang terpencet tersebut. Nah prinsip sederhana vasektomi adalah seperti itu. Sel sperma tidak akan sanggup melewati bagian yang sudah diikat tadi, sehingga ketika cairan yang dikeluarkan sudah tidak berisi sel sperma. akibatnya, tidak bisa lagi membuahi sel telur perempuan.

Prosesi operasi pengikatan saluran vas deferens tidak memakan waktu lama. Tidak lebih dari 30 menit untuk proses pengikatannya. Berikut adalah tulisan dari Mariska Lubis yang sengaja saya kopikan disini supaya anda bisa mengetahui tentang keadaan pasca operasi vasektomi:”Operasi vasektomi juga tidak memakan waktu lama, kok! Paling-paling hanya 15 menit saja. Sakit? Sedikit!!! Masa nggak tahan?! Lebih sakit disunat kali?! Bekasnya juga sangat kecil dan hampir-hampir tidak kelihatan. Pengaruh terhadap kejantanan??? Nggak ngaruh, dong! Cuma harus puasa saja dua minggu sampai lukanya benar-benar sembuh. Bentar, kan?

Saya sengaja memberi garis bawah pada kalimat terakhir sebagai penekanan bahwa vasektomi tidak akan berpengaruh terhadap kejantanan seorang pria. Setelah dilakukan operasi vasektomi, seseorang harus ‘berpuasa’ untuk tidak berhubungan seks terlebih dahulu karena dikhawatirkan jika melakukan hubungan suami istri, maka sel-sel sperma yang tersisa di bagian yang tidak terikat akan membuahi sel telur sang istri.

bagian yang diikat pada operasi vasektomi

Sebenarnya divasektomi tidaklah se-menakutkan yang dibayangkan. Buktinya, menurut data Badan KB dan pemberdayaan perempuan  Kabupaten Cianjur,  saja sudah ada 6.179 pria yang telah divasektomi yang tersebar di seluruh wilayah Cianjur. Dan sampai saat ini kondisi mereka baik-baik saja.

~hs~

Jadi, untuk anda para suami yang sangat peduli dan sayang terhadap istrinya. Silahkan pertimbangkan masak-masak untuk menjadi akseptor KB aktif. Karena kepedulian anda adalah tanda sayang anda.

Salam penyuluhan (HS)

About these ads
Explore posts in the same categories: Alat dan metode kontrasepsi, Penyuluhan

Tags: , ,

You can comment below, or link to this permanent URL from your own site.

26 Comments on “KB Pria, Apa Saja Sih?”

  1. put3ra74 Says:

    om, mengenai vasektomi, berapa biaya yang harus dipersiapkan untuk operasi kecil tsb.
    terima kasih

  2. jupri Says:

    om kalau sudah pakai kb vasektomi, suatu saat masih bs dibuka lag gk..trims

    • hadisome Says:

      bisa aja kalo misalnya salurannya cuma diikat mah, tapi ribet. jadi mending kalo misalnya memang mau vasektomi, harus benar2 mantap tidak ingin punya anak lagi. soalnya repot kalo misalnya harus dioperasi lagi mah….

  3. ganda Says:

    tempt pemasangan vasektomi dimana saja, apa di PUSKESMAS apa hrs dokter.

    • hadisome Says:

      bisa di dokter, bisa juga di klinik kb. kalo puskesmasnya sudah merangkap sebagai klinik, bisa dilayani disitu. maaf baru dijawab. saya baru sempat online, sebulan mei kemaren nyensus.. makasih udah mampir mas


  4. [...] saya pernah menuliskan disini, bahwa KB pria itu hanya terbatas pada kondom dan vasektomi. Tapi sekarang rupanya anda, kaum pria, [...]

  5. adi Says:

    dimana ya bisa vasektomi…?

  6. rachmawhaty Says:

    katax suami kita jadi nggak enak bener nggak….?

  7. hanafi Says:

    salam.

    kalo vasektomi, saluran vas deferen nya harus dipotong dulu baru ikat, atau bisa cuma diikat aja tanpa dipotong ?

    • hadisome Says:

      @Hanafi: kalo dulu memang metodenya dipotong dulu baru diikat, ini menimbulkan polemik di kalangan agamawan. sehingga untuk sekarang metode vasektomi ini hanya diikat saja.
      trims

  8. heri suhaeri Says:

    saya sudah di vasektomi di potong lalu di ikat, hampir 10 bulan, tapi sekarang. tapi kenapa istri saya sekarang hamil ? dia bilang Vasektomi gagal…

    • hadisome Says:

      Istrinya hamil berapa bulan? Apakah setelah vasektomi anda langsung berhubungan tanpa kondom?

    • Adi H. Says:

      semestinya kalo yg melakukan vasektomi dokter yg ahli vasektomi tentunya tidak terjadi, apalagi saluran spermanya di potong, asalkan dalam 30 kali ejakulasi pertama (2-3 bulan) bapak menggunakan kondom atau istri menggunakan alat kb lainnya, kalo perlu bapak melakukan check sperma saja sekarang untuk memastikan apakah bapak sudah steril atau belum (vasektominya gagal)

      salam
      Adi H.

      • hadisome Says:

        terima kasih pak Adi H atas tambahan informasinya. senang sekali anda mau membantu saya… maklum, saya bukan orang medik pak. hanya penyuluh yg berusaha berbagi informasi mengenai program KB


  9. [...] alat kontrasepsinya macam-macam. Ada IUD, Implant, Pil KB, Suntik KB, atau mungkin juga KB untuk Pria. Silakan anda klik salah satu tautan alat kontrasepsi tersebut supaya anda bisa mengetahui apa saja [...]


  10. [...] Metode operasi wanita atau MOW lebih dikenal dengan istilah TUBEKTOMI. Sedangkan metode operasi pria atau MOP disebut juga VASEKTOMI. Mengenai vasektomi ini, saya pernah menuliskan informasinya di sini. [...]


  11. [...] kali ini saya coba ketengahkan KB untuk pria. Sebenarnya hal ini sudah saya informasikan sekilas di sini. Namun ada baiknya saya sajikan lagi kepada anda, siapa tau memang banyak yang membutuhkan [...]

  12. uni Says:

    mau tanya dong, tetangga saya sudah operasi vasektomi selama 10 th. krn istrinya meninggal, nikah lagi, dan mau punya anak. gimana ya? apakah bisa ikatan di saluran vas deferen itu dilepas?
    dan berapa kira2 biaya operasi pelepasan vasektomi itu?
    terimakasih

    • hadisome Says:

      bisa saja dilepas, kalo dulu pas vasektomi cuma diikaat. Tp kalo dipotong terus diikat agak susah.

      Mengenai biaya, jujur saya tidak tahu

      • Adi Says:

        Kalo mau disambung lagi bisa saja pak,akan tetapi mengingat lamanya waktu vasektomi hampir 10 tahunan maka kesuburannya akan turun juga mungkin tinggal 25%nan

        namun hal itu tidak menjadi patokan utama, yang terpenting kondisi kesehatan yang bersangkutan dalam kondisi prima muga2 kesuburannya cepat kembali.

        untuk biaya lumayan mahal, kisaran >10 jutaan, dan biasanya tidak akan di cover oleh pemerintah atau asuransi. karena pemerintah biasanya hanya mengcover program vasektominya (pemotongan saluran vasdeferen) sedangkan penyambungan kembali tidak ada programnya.

        Kalo mau ya tinggal kerumah sakit terus ke bagian urology saja
        untuk dilakukan penyambungan/rekanalisasi ato
        bisa juga dengan teknik bayi tabung, tidak perlu di sambung salurannya, untuk proses pembuahannya akan di ambilkan sperma langsung dari sumbernya

        terimakasih

      • hadisome Says:

        Terima kasih untuk tambahan informasinya pak Adi. Memang secara teori, rekanalasisasi itu mungkin dilakukan, tp pd prakteknya, untuk mengembalikan kesuburan itu tidaklah mudah…

        Benar kata pak adi, mungkin metode bayi tabung bisa jadi pilihan…

  13. marissa Says:

    Berapa biaya yg dibutuhkan utk penyambungan pasca vasektomi ? Dan apakah ada efek samping yg terjadi pasca operasi penyambungan vasektomi ? Misal sampai mengakibatkan tdk mampu ereksi pasca vasektomi ? Terimakasih.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 1,150 other followers

%d bloggers like this: