KB dari Pandangan Agama Islam

Kepada para pembaca, saya mengupdate blog ini agak jarang. sebulan hanya kisaran satu sampai tiga tulisan saja. Namun saya tetap memantau perkembangan statistik blog ini karena saya yakin, informasi  yang sedang anda butuhkan mengenai perihal alat dan metode kontrasepsi sedikitnya sudah tercantum.

saya sengaja mengupdate jarang-jarang karena saya tidak mau membuat anda bosan dengan banyak tulisan yang isinya hampir sama. Karena blog ini merupakan blog yang bertema khusus yaitu tentang program keluarga berencana.

Kali ini, saya akan sedikit mengangkat tema seputar kontrasepsi berdasarkan pandangan agama, khususnya agama yang saya anut, yaitu islam.

selamat membaca.

-hs-

alasan apa yang melarang ber-KB jika itu untuk kebaikan? -HS

Saya bukanlah seorang ahli agama. Saya juga bukan seorang yang faham dan punya banyak ilmu agama. Saya hanya seorang yang masih belajar ilmu agama namun ingin menyampaikan sesuatu dari kaca mata agama. Jadi kalaupun nanti apa yang saya sampaikan masih dangkal, mohon koreksi saja.

Pandangan KB dari sisi agama? Hmmm, bagaimana menjelaskannya ya, saya bingung jika ditanya demikian. Tapi saya mencoba memberikan sedikit gambaran dari beberapa referensi yang saya baca.

Dalam islam, pengaturan kelahiran telah diatur dalam kitab suci Al-qur’an. Hal ini tersirat dalam QS Al-Baqarah ayat 233.

“Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan. Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara ma’ruf. Seseorang tidak dibebani melainkan menurut kadar kesanggupannya. Janganlah seorang ibu menderita kesengsaraan karena anaknya dan seorang ayah karena anaknya, dan warispun berkewajiban demikian. Apabila keduanya ingin menyapih (sebelum dua tahun) dengan kerelaan keduanya dan permusyawaratan, maka tidak ada dosa atas keduanya. Dan jika kamu ingin anakmu disusukan oleh orang lain, maka tidak ada dosa bagimu apabila kamu memberikan pembayaran menurut yang patut. Bertakwalah kamu kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan” (Al-Baqarah [2]: 233)

Dalam ayat tersebut disebutkan bahwa para ibu dianjurkan untuk menyusui selama dua tahun berturut-turut. Dan jika ingin menyapih atau menghentikan pemberian ASI pada anaknya sebelum dua tahun haruslah atas kesepakatan dengan suaminya.

Apa hubungannya ayat diatas yang menjelaskan ASI dengan program pengaturan kelahiran? Hmm.. sepertinya tidak ada ya? Namun jika kita kaji lebih jauh, pasti ada hubungannya. Saya coba rangkumkan dari beberapa referensi ya.

Begini, mengapa Allah menganjurkan seorang ibu memberikan ASI selama dua tahun, karena pada usia 0-2 tahun adalah usia dimana seorang anak dikatakan golden age. Masa golden age ini adalah masa dimana seorang anak sedang mengalami perkembangan otak. Kandungan nutrisi ASI akan memberikan asupan gizi yang bisa mengoptimalkan perkembangan otak. Untuk menyusui anak selama dua tahun tentulah sang ibu tidak dianjurkan untuk mengandung. Karena jika seorang ibu yang menyusui mengandung maka ASI otomatis akan terhenti. Selain itu jika jarak kehamilan terlalu dekat, dikhawatirkan akan memberikan madhorot untuk sang ibu juga anaknya. Jadi secara eksplisit Al-Quran sudah memberikan aturan untuk mengatur kelahiran bukan?

Selain itu, agama islam juga menghendaki agar kita selaku umat islam tidak berada dalam kondisi yang menyulitkan. Seperti kita ketahui, bahwa jika kondisi ekonomi kita pas-pasan, dan jumlah anak kita terhitung banyak, maka sudah bisa diduga bahwa akan ada masalah dalam kehidupan keluarga kita. kesulitan demi kesulitan pasti akan datang silih berganti terkait dengan kondisi ekonomi kita. Nah, Alquran sangat tidak menganjurkan untuk hidup seperti ini, karena sama saja dengan mendzalimi diri sendiri. mungkin ayat ini relevan dengan apa yang saya kemukakan.

“Allah menghendaki kemudahan bagimu dan tidak menghendaki kesusahan bagimu.” (QS, Al Baqarah, Ayat 185).

“Allah ingin meringankan bebanmu, karena manusia diciptakan lemah.” (QS, An-Nisa, Ayat 28).
Begitulah, Allah tidak ingin bahwa kita sebagai mahluk-Nya mengalami kesulitan dan kesusahan. Maka dari itu agama islam tidak melarang program KB karena program ini di set untuk mempermudah masyarakat dalam menjalani kehidupannya.

Masih adanya anggapan bahwa program KB adalah program membunuh anak merupakan anggapan yang keliru. Sepanjang pengetahuan saya bekerja di BKKBN, program KB bukanlah program untuk membunuh anak, melainkan untuk mengatur kelahiran saja. Jika niat anda menggunakan alat kontrasepsi untuk membunuh, itu baru tidak dibenarkan. Tapi jika memang ingin mengatur kelahiran anak dengan niat supaya anak-anak kita kelak menjadi anak yang berkualitas, rasanya agama Islam tidak akan melarang sesuatu kebaikan.

Pada jaman rasulullah, program KB sebenarnya sudah berjalan. Yaitu dengan adanya azl, atau coitus interuptus, atau sanggama terputus. Salah satu hadits mengemukakan bahwa rasul tidak melarang hal itu. Berikut haditsnya:

“Jabir berkata: “Kami biasa melakukan ‘azl pada masa Rasulullah saw dan pada waktu itu al-Qur’an masih turun” (HR. Bukhari Muslim).

“Jabir berkata: “Kami biasa melakukan ‘azl pada masa Rasulullah saw, lalu disampaikan hal itu kepada Rasulullah saw, dan beliau tidak melarang kami” (HR. Muslim).

Dua hadits diatas bisa dianalogikan bahwa rasul sebenarnya tidak melarang pengaturan kelahiran. Karena tujuan para sahabat melakukan azl tersebut adalah untuk mengatur kelahiran supaya istri-istri mereka tidak segera hamil kembali.

Jadi jika masih ada yang mengharamkan ber-KB dengan alasan bahwa akan mengundang madharat maka sudah selayaknya kita beritahu bahwa tidak ada yang madharat jika KB dilaksanakan tanpa penyalahgunaan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

Sesungguhnya segala sesuatu itu tergantung niat.

About these ads
Explore posts in the same categories: Penyuluhan, tentang KB

Tags:

You can comment below, or link to this permanent URL from your own site.

6 Comments on “KB dari Pandangan Agama Islam”

  1. SI JUMBO Says:

    Mas, saya ini orang baru di dunia PKB
    yg saya takut kan yang gini2 …
    saya langsung cetak artikel nya ..
    thanks ya,
    btw, bisakah ada waktu saya konsultasi/tanya2

    • hadisome Says:

      ga usah takut, seiring waktu pasti bakal nemu argumen kok. silakan baca2 materi lain di blog saya, siapa tau berguna. oya, kamu di daerah mana?

  2. SI JUMBO Says:

    saya daerah Kaltim mas ..

  3. goufan Says:

    ijin copas kk,, tp saya cantumin referensi kok utk presentasi agama :)

  4. Achmad yunus Says:

    mas saya PKB. mohon izin bolehkah tulisan tersebut saya jadikan materi penyuluhan baik melalui media maupun langsung di lapangan, thanks.

    • hadisome Says:

      silakan…
      PKB di daerah mana ya?
      penyuluhan pake media apa nih?
      disertakan juga ya sumbernya. kalo di blog, link juga ke blog ini.
      trims


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 1,153 other followers

%d bloggers like this: