Tentang Tubektomi (1)
Dalam beberapa catatan saya di blog tentang KB ini, saya sudah sedikit menuliskan kembali untuk anda mengenai beberapa alat kontrasepsi seperti IUD, Implant, Suntik, dan juga Pil KB, bahkan kondom. Saya berharap semoga informasi yang saya rangkumkan dari berbagai sumber tersebut dapat memenuhi keingintahuan anda mengenai alat kontrasepsi yang akan menjadi pilihan anda.
Dalam kesempatan ini, saya akan membagikan sedikit informasi yang saya ketahui mengenai metode lain kontrasepsi. Metode ini merupakan metode jangka panjang dan merupakan metode yang patent. Artinya metode ini dipilih oleh mereka yang sudah tidak menginginkan memiliki keturunan lagi. Metode ini dilaksanakan dengan cara operasi, maka disebutlah sebagai metode operasi wanita, dan metode operasi pria.
Metode operasi wanita atau MOW lebih dikenal dengan istilah TUBEKTOMI. Sedangkan metode operasi pria atau MOP disebut juga VASEKTOMI. Mengenai vasektomi ini, saya pernah menuliskan informasinya di sini.
Khusus kali ini saya akan membagikan informasi mengenai MOW atau Tubektomi. Namun sebelumnya saya akan bercerita mengenai penyuluhan yang saya laksanakan sebelum pelayanan kontrasepsi bagi keluarga pra sejahtera dan sejahtera I (istilah halus untuk keluarga miskin).
Pada kesempatan tersebut, ada seorang ibu yang segera menghubungi kami sebagai petugas. Dia menginginkan untuk mengikuti tubektomi atau MOW. Ketika saya bertanya tentang kemantapannya mengikuti tubektomi ini, dia menjawab dengan mantap: “Saya sudah siap kok kalau rahim saya diangkat.”
Lho? Saya terbengong-bengong, begitu pun mitra kerja saya. Rupanya ibu calon peserta tubektomi itu menyangka bahwa tubektomi atau MOW ini adalah operasi pengangkatan rahim sehingga dia tidak akan punya anak lagi.
Akhirnya saya mengajak si ibu calon peserta operasi tubektomi itu untuk sejenak mengobrol. Membicarakan apa itu MOW atau tubektomi.
Dimulai dengan penjelasan sistem reproduksi, hingga prinsip kerja tubektomi. Akhirnya ibu tersebut mengangguk-anggukan kepala tanda dia mengerti.
Mungkin saat ini giliran anda yang bertanya: sebenarnya apa itu tubektomi? Dan bagaimana prinsip kerja tubektomi itu?
Supaya anda lebih memahami mengenai tubektomi, saya sarankan agar anda membuka dulu file video sistem reproduksi ini. supaya ada sedikit gambaran, saya pun menyertakan gambar penampang rahim. Silakan anda perhatikan dengan seksama bagian-bagian dari rahim yang sudah saya sederhanakan tersebut.
Saya akan membagi catatan ini dalam beberapa bagian. Dan bagian pertama saya akan mulai dengan apa itu tubektomi dan bagaimana prinsip kerja tubektomi tersebut.
Pada tulisan lain di blog ini, anda sudah berkenalan dengan sistem reproduksi perempuan. Tentu saja anda ingat bahwa pada sistem reproduksi perempuan itu terdiri dari beberapa bagian utama. Diantaranya adalah rahim (uterus), liang sanggama (vagina), saluran telur (tuba faloppii), dan indung telur (Ovarium). Dari ke empat bagian utama tersebut, salah satunya akan berhubungan dengan proses tubektomi. Bagian yang menjadi objek tubektomi tersebut adalah tuba falopii atau saluran telur.
Sebelum masuk pada pengertian tubektomi, anda harus mengetahui terlebih dahulu bahwa metode tubektomi ini adalah metode jangka panjang, bisa seumur hidup, dan merupakan metode sterilisasi supaya anda tidak lagi memiliki anak. Sterilisasi adalah metode kontrasepsi yang dilakukan dengan cara operasi.
Menurut buku panduan praktis pelayanan kontrasepsi terbitan BKKBN jawa barat, tubektomi adalah prosedur bedah sukarela / operasi untuk menghentikan fertilitas (kesuburan) seorang perempuan secara permanen. Nah jadi intinya tubektomi itu adalah proses sterilisasi dengan cara mengikat atau memotong salah satu bagian rahim, yaitu saluran telur (tuba falopii).
Berdasarkan cara atau metodenya, tubektomi ini dibedakan menjadi dua yaitu minilaparotomi dan laparoskopi. Minilaparotomi adalah tindakan operatif diagnostik atau klinik terapeutik dengan melakukan sayatan kecil (1,5–3 sentimeter) pada dinding perut. sedangkan laparoskopi adalah pemeriksaan rongga perut dengan peneropongan memakai alat melalui sayatan pada dinding perut, setelah lebih dahulu dilakukan pengisian dengan udara atau gas ke dalamnya (KBBI daring).
Bingung? Oke, tidak apa-apa anda menjadi bingung dengan penjelasan minilaparotomi dan laparoskopi. Yang penting sekarang adalah, anda mengetahui bahwa tubektomi itu dilakukan dengan metode operasi pada dinding perut, serta mengikat saluran telur atau tuba faloppii supaya proses pengeluaran sel telur menjadi terhambat.
-hs-
Bagaimana prinsip kerja Tubektomi
Setelah anda tahu apa itu tubektomi, sekarang anda harus tahu bagaimanakah prinsip kerja tubektomi.
Seperti yang saya catatkan sebelumnya, Tubektomi adalah proses pengikatan saluran telur dengan cara mengoperasi dinding perut dengan tujuan menghambat pengeluaran sel telur sehingga tidak terjadi pembuahan.
Bagaimanakah sebenarnya prinsip kerja dari metode tubektomi ini sehingga tidak terjadi pembuahan? Jawabnya logis sekali. Dengan mengikat atau memotong atau juga memasangkan cincin pada saluran telur, maka pengeluaran sel telur akan menjadi terhambat. Akhirnya sel sperma tidak akan bertemu dengan sel telur.
Bingung lagi? Baiklah, sedikit penjelasan sederhana tentang prinsip dari tubektomi. Sekarang anda ambil sebuah selang yang agak panjang, kemudian hubungkan dengan kran air. Anda bayangkan bahwa selang air tersebut adalah tuba falopii, sedangkan kran air adalah ovarium atau indung telur, dan air dari kran tersebut adalah sel telur. Ketika kran air dibuka, maka air akan mengalir melewati selang tersebut bukan? Nah, sekarang coba anda tekan di salah satu bagian selang. Bagaimana dengan airnya? Tidak keluar lagi, bukan? Akan terhambat pada bagian yang anda tekan. Seperti itulah prinsip kerja dari tubektomi. Ketika saluran telur anda sudah diikat, maka sel telur tidak akan berhasil melewati ikatan tersebut. Pada akhirnya dia akan hancur dan tereduksi didalam tubuh tanpa berhasil melewati ikatan tersebut untuk bersemayam di tuba falopi. Sehingga pembuahan tidak akan pernah terjadi. Berikut adalah gambar dari metode tubektomi.
sebagai ilustrasi, saya sertakan gambar yang saya pinjam dari sini.

meminjam gambar dari http://amiko3.files.wordpress.com/2009/09/sterilisasi-wanita1.jpg?w=300&h=176 (klik gambar untuk memperjelas)
Bagaimana hubungannya dengan menstruasi? Apakah terganggu?
Jika anda mengajukan pertanyaan demikian, saya patut acungi jempol. Itu artinya anda mulai memahami prinsip kerja tubektomi seperti apa. Sedikit penjelasan ini mungkin akan menjawab rasa penasaran anda.
Seperti yang kita ketahui, sebenarnya menstruasi adalah peluruhan dinding rahim yang menebal pada saat sel telur akan (sedang) dikeluarkan dari indung telur. Nah, ketika anda sudah menjadi akseptor tubektomi, maka sel telur anda hancur dan tereduksi, sebelum mencapai tempatnya bersemayam menunggu sel sperma, karena tuba falopiinya sudah diikat. Jadi, pada saat pengeluaran sel telur ini, dinding rahim anda tetap menebal karena ‘menyangka’ bahwa sel telur akan keluar seperti biasa. Ketika tidak terjadi pembuahan, dinding rahim yang tebal tersebut akan meluruh karena ternyata tidak ada pembuahan yang terjadi. Itulah yang dinamakan menstruasi. Dan ketika anda sudah menjadi akseptor tubektomi, siklus menstruasi ini akan lancar seperti biasa. Tidak terganggu oleh faktor-faktor seperti halnya ketika anda menggunakan alat kontrasepsi hormonal maupun non hormonal lainnya. (HS)
Bersambung, kalo kepanjangan nanti anda bosen hehehe…
Kakimanangel, 08102011
Explore posts in the same categories: Alat dan metode kontrasepsi, PenyuluhanTags: apa itu tubektomi, KB MOW, KB steril, KB Tubektomi, metode operasi wanita, MOW, prinsip kerja tubektomi, Tubektomi
You can comment below, or link to this permanent URL from your own site.
12/10/2011 at 2:41 pm
MOW sama MOP ini sama dengan istilah steril gak…???
Terus terang saya masih ragu dengan metode ini. Bukan karena masalah efektif ato tidaknya, tapi lebih terkait dengan hukumnya jika dilihat dari sudut pandang agama.
Tolong dong dicari keterangan dari para ahli bagaimana hukumnya.
Tolong nya Di…. Pliiiissss….
12/10/2011 at 8:48 pm
iya, steril Mbu.
hukumnya ya? memang masih rada samar2 sih, sebagian bilang haram karena di potong, sebagian lagi membolehkan karena cuma diikat saja, ga ada pemotongan. sekarang ini sih sudah diikat saja, tanpa dipotong.
18/10/2011 at 5:31 pm
[...] Tentang KB Keluarga Berencana, Keluarga Berkualitas « Tentang Tubektomi (1) [...]
24/10/2011 at 2:52 pm
[...] menayangkan beberapa tulisan berseri. Yaitu tentang Tubektomi. Bagian pertama, bisa anda baca di sini. Bagian kedua bisa anda baca di sini. Dan sekarang anda membaca bagian ketiga sekaligus bagian [...]
22/12/2011 at 7:51 pm
kalo dipotong bisa disambung lagi tidak?
22/12/2011 at 8:30 pm
Disambung lagi atau istilah rekanalisasi setelah dipotongg saluran telurnya masih mungkin bisa dilakukan, namun kemungkinan keberhasilannya lebihh kecil jika dibandingkan dg hanya diikat