Tentang Tubektomi (2)
Beberapa waktu yang lalu saya menyajikan tulisan seputar MOW atau TUBEKTOMI. Seorang pengunjung blog saya bertanya apakah tubektomi ini sama dengan steril? Saya jawab saja sekarang ya, sekalian menginformasikan juga kepada anda sekalian. BETUL, memang tubektomi itu adalah salah satu metode KB STERIL. Maka disebut juga sebagai kontrasepsi mantap.
Dalam bagian satu tersebut, saya sudah menuliskan apa dan bagaimana metode tubektomi tersebut. silahkan anda baca terlebih dahulu di tautan ini.
Di bagian kedua ini, saya akan menginformasikan beberapa hal tentang tubektomi. Selamat membaca. Semoga bermanfaat.
- Siapa sajakah yang boleh dan tidak boleh ber-tubektomi?
Sebagai perempuan, anda dihadapkan pada pilihan yang sulit jika anda tidak menggunakan alat kontrasepsi. Kemungkinan anda akan hamil sangat berpeluang besar meskipun usia anda sudah 40 tahun. Apa pasal? Karena ketika seorang perempuan masih berada dalam kisaran usia subur, maka kemungkinan untuk hamil akan tetap ada.
Maka dari itu, ketika anda sudah memantapkan diri untuk tidak memiliki anak lagi, dan anda tidak ingin direpotkan dengan penggunaan alat-alat kontrasepsi yang harus anda pakai secara reguler, maka pilihan anda sudah tepat jika anda memilih tubektomi.
Tapi, sebelum anda memilih tubektomi, sudah selayaknya anda mengetahui siapa sajakah yang boleh ber-KB tubektomi dan siapa saja yang tidak boleh ber-KB tubektomi.
* Yang boleh ber-KB tubektomi
Siapa saja yang boleh tubektomi? Berikut adalah syarat-syaratnya:
- Perempuan usia diatas 26 tahun
- Memiliki keturunan lebih dari dua
- Sudah memiliki keinginan dan keyakinan untuk tidak menambah anak lagi
- Perempuan yang jika hamil, akan menimbulkan resiko kesehatan yang serius dan membahayakan.
- Memahami prosedur dan tindakan tubektomi, serta sukarela setuju dengan prosedur tubektomi.
* Yang tidak boleh ber-KB tubektomi
Siapa saja yang sebaiknya tidak boleh menjalani tubektomi? ini dia:
- Perempuan yang sedang hamil atau terdeteksi hamil
- Terjadi perdarahan vaginal yang belum jelas penyebabnya. Harus ada pemeriksaan jika terjadi hal ini.
- Terjadi infeksi daerah pelvik ataupun di daerah rahim yang akut, hingga disembuhkan terlebih dahulu.
- Perempuan yang tidak boleh menjalani proses pembedahan
- Belum memiliki keyakinan yang pasti tentang keinginannya melaksanakan tubektomi
- Tidak memiliki izin dari suami, serta
- Belum memberikan persetujuan tertulis.
Penting untuk anda: ketika anda akan menjalani operasi tubektomi, anda harus menandatangi form persetujuan terlebih dahulu. Nanti saya akan sedikit menjelaskannya pada bagian informed consent.
- Manfaat dan keterbatasan tubektomi
Sebelum anda mengambil keputusan tentang tubektomi, sebaiknya anda mengetahui terlebih dahulu apa manfaat dan bagaimana keterbatasan dari tubektomi ini. berikut adalah manfaat dan keterbatasan tubektomi.
Manfaat:
- Sangat efektif, karena merupakan metode kontrasepsi permanen.
- Tidak mempengaruhi proses pemberian ASI
- Tidak bergantung pada faktor senggama
- Akan lebih bermanfaat bagi anda yang memiliki riwayat kehamilan beresiko karena akan terhindar dari keadaan tersebut
- Dilakukan dengan pembedahan sederhana, dapat dilakukan dengan anestesi lokal
- Tidak ada efek samping dalam jangka panjang, serta
- Tidak mempengaruhi keadaan fungsi seksual karena tidak ada efek pada produksi hormone ovarium.
Bahkan menurut buku panduan praktis pelayanan kontrasepsi terbitan BKKBN Jawa Barat, kontrasepsi tubektomi ini dapat mengurangi resiko terkena kanker ovarium (kanker rahim).
Keterbatasan:
- Metode ini merupakan metode kontrasepsi permanen yang tidak dapat dipulihkan kembali, kecuali dengan operasi rekanalisasi
- Anda mungkin akan menyesal di kemudian hari karena memilih metode ini. Ini bisa terjadi jika anda belum memiliki keyakinan yang benar-benar mantap memilih metode ini.
- Akan mengalami rasa sakit dan ketidaknyamanan jangka pendek setelah dilakukan pembedahan
- Risiko komplikasi dapat meningkat jika dilakukan anestesi umum
- Dibutuhkan dokter spesialis ginekologi atau dokter spesialis bedah jika yang dilakukan adalah proses laparoskopi
- Tidak dapat melindungi anda dari infeksi menular seksual, termasuk HIV/AIDS.
Heup… saya potong di sini yaaa. Masih ada bagian ke tiga kok, hehehe.
Semoga bermanfaat. (HS)
disarikan dari berbagai sumber.
Explore posts in the same categories: Alat dan metode kontrasepsi, PenyuluhanTags: IUD, KB steril, Keuntungan IUD, MOW, sterilisasi KB, syarat tubektomi, Tubektomi
You can comment below, or link to this permanent URL from your own site.
20/10/2011 at 11:08 am
Pak, boleh nanya ya.. Saya sudah tubektomi sekitar 8 bulan lalu waktu melahirkan anak keempat secara caesar karena riwayat caesar terus. Bulan ini haid saya terlambat sekali, tetapi belum saya tes. Khawatir juga jadinya. Apakah ada kemungkinan kegagalan dalam tubektomi, misalnya karena kesalahan saat pengikatan? Apakah ada kemungkinan lepas atau tersambung kembali? Terima kasih jawabannya pak..
20/10/2011 at 7:02 pm
salam bunda nina…
kemungkinan kegagalan dalam tubektomi ada, tapi peluangnya sangaattt kecil sekali. namanya rekanalisasi. namun kejadiannya sangat2 langka.
mengenai keterlambatan haid: menurut satu literatur yang saya baca, ada kemungkinan tubektomi berpengaruh pada sistem hormon yg mempengaruhi haid, namun ini terjadi pada tubektomi cara2 lama. untuk kemungkinan hamil, akan terjadi jika sebelum dilakukan proses tubektomi, anda sudah positif hamil namun tidak terdeteksi.,
saya sarankan anda untuk memeriksakan diri ke spesialis kandungan, sekalian kontrol pasca operasi tubektomi anda.
semoga jawaban ini membantu memberi gambaran…
24/10/2011 at 2:52 pm
[...] Tentang KB Keluarga Berencana, Keluarga Berkualitas « Tentang Tubektomi (2) [...]
10/12/2011 at 9:05 am
Selamat Pagi , yg ingin sy tanyakan..sy sdh 7 thn menjalani tubektomi dan selama ini aman2 sj tp skr sy mengalami keterlambatan menstruasi sdh 1 bln,usia sy 45 thn, sy khawatir terjadi kehamilan krn sy perhatikan ada perubahan dlm bentuk tubuh dan terkadang mual di pagi hr ,apa mngkn terjadi kegagalan dok
10/12/2011 at 9:27 am
Pagi juga bu erni.
Jika melihat usia dan juga lamanya anda di tubektomi, kemungkinan gagalnya kecil. Di usia 45 ke atas, seorang perempuan memasuki fase pre menopouse dimana salah satu cirinya adalah haid yang mulai tidak teratur. Saya menduga ada kemungkinan anda sedang berada di fase itu.
Namun tidak ada salahnya anda periksa ke dokter kandungan untuk memastikan. Mudah2an saja bukan gejala hamil yaaa
10/12/2011 at 10:15 am
terimakasih informasinya
22/02/2012 at 12:00 pm
pagi pak, saya mau tanyak saya udah tubektomi selama 5 tahun. tubektomi saya model ikat potong,jadi sekarng saya pengen hamil lagi,kalau model ikat potong itu apa bisa di sambung lagi pak? terima kasih atas jawabannya pak
22/02/2012 at 12:28 pm
Siang bu
Untuk metode tubektomi yg dipotong ikat gitu, peluang terjadinya rekanalisasi lebih kecil ketimbang yg hanya diikat saja. Jd kemungkinan bisa hamil laginya jauh lebih kecil peluangnya…
Tapi sekarang kan ilmu kedokteran udah maju, siapa tau ada metode tertentu yg bisa menyambungkannya…
22/02/2012 at 12:10 pm
terima kasih infonya….
bs untuk bahan seminar…
update terus ya….
22/02/2012 at 12:23 pm
Sama2,
Kenapa ga ajak saya jd pembicara seminarnya
°• (^_^) ✗¡✗¡✗¡.. •°
22/02/2012 at 2:31 pm
kalau boleh tahu program MOW atau tubektomi udah masuk program KB nasional??
kalau bidan sejauh mana wewenang nya dalam hal ini??
22/02/2012 at 2:48 pm
Sudah masuk mbak. Ini jd bagian program KB nasional sudah sejak lama.
Mengenai kewenangan bidan, kayaknya bidan tidak berwenang melaksanakan operasi tubektomi, mengingat metode ini menggunakan operasi, jd yg melaksanakannya adalah dokter spesialis.
Trims sudah berkunjung (•͡˘˛˘ •͡)