Mirena

Posting pertama blog TKB taun 2012.

Beberapa kali saya membahas mengenai alat kontrasepsi dalam rahim (AKDR) atau yang lebih familiar dengan sebutan IUD. IUD (intra uterine device) merupakan alat kontrasepsi yang disimpan di dalam rahim yang berfungsi untuk menghalangi pertemuan sperma dan sel telur. Pada IUD copper T terdapat lilitan tembaga. Nah lilitan tembaga tersebut akan menjadi jalan bagi sperma untuk menuju saluran telur. Dengan menempuh beratus-ratus lilitan, diharapkan sel sperma akan melemah sebelum mencapai sel telur yang bersemayam di saluran telur. Sehingga seorang perempuan yang menggunakan IUD akan terhindar dari kehamilan. IUD ini bertahan untuk jangka waktu yang sangat lama, antara 8-10 tahun.

Mengenai IUD anda bisa selengkapnya baca di sini.

Di Indonesia IUD cukup populer sebagai alat kontrasepsi yang aman dan bisa dipakai untuk jangka waktu yang cukup lama. Alat kontrasepsi ini merupakan alat kontrasepsi non hormonal. Artinya tidak mengandung hormon sehingga aman dipakai sesiapa saja yang ingin memilihnya.

Tapi tahukah anda bahwa selain IUD non hormonal, di luar negeri sudah beredar luas tentang IUD yang mengandung hormon?

Ya, selain IUD non hormonal, ada juga IUD yang mengandung hormon. Dengan menggunakan nama komersial MIRENA, IUD ini merupakan alat kontrasepsi yang mengandung hormon progestogen. Dalam Wikipedia, Mirena ini disebut sebagai Intra Uterine System (IUS) yang memiliki silinder hormone yang mengeluarkan progestin (hormon progestogen sintetis) atau disebut juga levonorgestrel.

Pada tulisan ini, saya  hanya akan memperkenalkan saja bahwa selain IUD non hormonal, ada juga IUD hormonal yang dikenal dengan nama mirena. Saya membaca dari Wikipedia mengenai mirena ini dengan tujuan agar anda, para pengunjung blog ini, juga mengetahui bahwa ada IUD hormonal bernama mirena. Jika anda ingin membaca langsung sumbernya, silakan klik di sini.

Alat kontrasepsi mirena. diunduh dari wikipedia

Mirena harus dipasangkan oleh tenaga medis yang sudah terlatih.  Mirena dimasukan ke dalam rahim dengan menggunakan teknik tertentu untuk menghindari masuknya bakteri. Sama halnya seperti pada saat pemasangan IUD. Masih menurut Wikipedia, pemasangan mirena ini paling baik pada saat pertengahan siklus haid atau pada saat rahim sedang berdilatasi (mengembang).

Jika IUD non hormonal (selanjutnya disebut IUD) bekerja untuk jangka waktu yang lama, antara 8-10 tahun. Mirena ini hanya bekerja sampai 5 tahun saja. cara kerja mirena ini adalah dengan mengeluarkan hormon progestin sintetis bernama levonorgestrel sebanyak 20 mikrogram setiap harinya. Hormon ini selanjutnya akan memberikan pengaruh terhadap lendir rahim sehingga lebih kental. Akibatnya sel sperma yang masuk ke dalam rahim akan mengalami kesulitan untuk bergerak karena suasana lendir rahim yang lebih mampat. Hal ini lebih mirip seperti cara kerja implant yang juga sama-sama mempengaruhi suasana lendir rahim menjadi lebih kental.

Pelaksanaan pemasangan dan pencabutan alat kontrasepsi mirena ini mirip seperti pemasangan dan pencabutan IUD. Tidak menyakitkan karena biasanya yang melaksanakannya adalah dokter atau tenaga medis yang sudah terlatih.

Jika pada IUD kembalinya kesuburan adalah segera setelah IUD diangkat, maka pada mirena, memerlukan waktu sekitar 12 bulan setelah pencabutan, baru kesuburan dapat kembali. Jadi jika anda memasang mirena dan merencanakan kehamilan, maka harus menunggu sekitar satu tahun untuk mengembalikan kesuburan rahim.

Karena kontrasepsi mirena ini adalah kontrasepsi yang mengandung hormon maka anda perlu mengetahui adanya efek samping jika mirena ini tidak cocok dipakai oleh anda. Efek sampingnya sama seperti pada pil suntik atau implant. Yakni berpengaruh pada metabolisme tubuh sehingga akan memberi pengaruh pada bobot tubuh anda.

Mirena ini memang tidak terkenal di Indonesia mengingat biaya pemasangan dan harga alatnya yang sangat mahal. Jika dibandingkan dengan IUD non hormonal, tentu saja saya berpendapat lebih baik anda memilih IUD mengingat biaya yang lebih rendah dan efek samping yang lebih sedikit dibanding mirena ini.

Untuk pertanyaan seputar mirena ini sebaiknya dipending dulu hingga saya memperoleh sumber yang banyak hehehe. (HS)

Sumber tulisan: wikipedia. 

Explore posts in the same categories: Alat dan metode kontrasepsi

Tags: ,

You can comment below, or link to this permanent URL from your own site.

2 Comments on “Mirena”


  1. Assalamu’alaikum WR. WB.

    Terima kasih untuk informasi yang dibagi melalui blog ini.
    Semoga masyarakat dapat membangun keluarga, dan membina anak/keturunan yang lebih berkualitas.

    Salam perkenalan dari tunanetra Cianjur yang senantiasa belajar dan berkarya untuk mengubah paradigma serta menghapus stigma negatif tentang kaum buta.

    • hadisome Says:

      waalaikum salam WR WB

      ini Kang Budi yang rabu lalu ikut penyuluhan di KUA bukan? kalo iya, surprise sekali ternyata akang mendengarkan dengan cermat mengenai keberadaan blog ini.
      jika akang dan teman2 yang memiliki kebutuhan khusus lainnya menginginkan penyuluhan mengenai KB dan seputarnya, bisa kontak saya melalui email hadisome@gmail.com , nanti akan saya berikan nomer kontak saya melalui email tersebut. saya siap membantu agar yang berkebutuhan khusus pun mendapat informasi yang sama dengan yang lainnya.

      salam


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.