Archive for the ‘Kesehatan Reproduksi Remaja’ category

Tentang KB Pria (2) – Proses Pembentukan Sperma

06/12/2011

KB pria - ilustrasi: doc HS

Dalam sebuah kesempatan pembinaan ketahanan keluarga bagi kelompok remaja, saya bersama seorang atasan saya melakukan penyuluhan tentang kesehatan reproduksi remaja kepada lima orang pengurus PIK Remaja di salah satu desa di kota tempat tinggal saya. Kami sedikit bercerita tentang sistem reproduksi pria terutama mengenai kapan sel sperma mulai diproduksi.

Ketika seorang pria memasuki masa akil baligh, maka dia sudah mulai memproduksi sel sperma. Pada masa-masa ini, seorang remaja hendaknya mulai memahami perannya sebagai laki-laki dengan tidak melakukan gaya hidup bebas ala anak muda kota besar. Pada masa-masa remaja inilah seorang laki-laki akan mulai mengalami perubahan sekunder pada tubuhnya.

Bagaimana sih sebenarnya proses pembentukan sperma itu? hmm, nama ilmiah proses pembentukan sperma itu disebut sebagai spermatogenesis. (pada perempuan oogenesis yaitu pembentukan sel telur). Ada beberapa step atau tahapan dalam pembentukan sperma tersebut.  Akan saya sedikit ceritakan berdasarkan pengetahuan yang saya miliki.

Spermatogenesis terjadi di testis. Tepatnya pada sebuah tempat bernama tubulus seminiferus. Sekilas tentang tubulus seminiferus, dindingnya terdiri dari jaringan ikat dan jaringan epitel germinal atau jaringan epitel benih yang berfungsi pada saat pembentukan sperma. Kumpulan tubulus seminiferus tampak seperti pintalan-pintalan dan tersimpan dalam tempat bernama ruang-ruang testis atau diistilahkan lagi menjadi lobulus testis. Ada sekitar 250 lobulus dalam satu buah testis. Jaringan epitel germinal atau jaringan epitel benih yang terdapat dalam tubulus seminiferus dibentuk dari sel epitel germinal. Sel-sel inilah yang disebut spermatogonia. Spermatogonia inilah yang terus menerus membelah diri. Nah sebagian dari spermatogonia ini berdiferensiasi melalui proses tertentu menjadi sel sperma.

ilustrasi spermatogenesis atau pembentukan sperma (diambil dari gametorief.blogspot.com)

(more…)

Hamil Anggur di Usia 63?

11/08/2011

gambar diambil dari us.images.detik.com

Beberapa waktu lalu, saya melaksanakan penyuluhan reguler di rumah sakit umum daerah Cianjur. Tepatnya di ruang pasca persalinan yang dinamai ruang Delima. Di ruang delima ini, kami para penyuluh KB, rutin melaksanakan penyuluhan dalam rangka program PKBRS kerjasama antara RSUD dan kantor BKBPP Cianjur. Penyuluhan yang saya berikan tersebut, biasanya mengetengahkan materi mengenai alat KB pasca persalinan. Saya pernah menuliskannya di sini.

Dalam penyuluhan yang dihadiri sepuluh orang ibu-ibu yang baru saja bersalin itu hanya berlangsung satu jam saja. Meskipun sebentar, terlihat para ibu tersebut antusias mendengarkan materi yang saya sampaikan.

Seperti biasa, sebelum materi disampaikan, saya selalu membuka penyuluhan tersebut dengan cara perkenalan. Baik memperkenalkan diri maupun mendata nama-nama peserta yang hadir dalam penyuluhan itu. Nah, ketika saya mendata satu per satu nama ibu-ibu yang hadir, saya terheran-heran manakala satu orang ibu menjawab bahwa usianya sudah 63 tahun, dan dia berada di sana karena baru saja kuret untuk  karena mengalami hamil anggur. Tentu saja saya heran, usia 63 bukanlah usia produktif lagi bagi seorang perempuan.

Karena saya tidak terlalu paham, maka saya pun berusaha mencari informasi mengenai apa itu hamil anggur.

Berdasarkan beberapa sumber bacaan yang saya baca, hamil anggur disebut juga mola merupakan kondisi dimana rahim tumbuh membesar namun tidak mengandung janin melainkan terisi oleh cairan yang terus membesar dengan bentuk yang menyerupai anggur. Jika dilihat dari luar, tampak bahwa perempuan yang menderita mola seperti sedang hamil seperti normalnya perempuan hamil. Namun jika diperiksa lebih lanjut, akan terlihat bahwa rahim tidak berisi janin.

Dari beberapa artikel yang saya baca, belum ditemukan faktor penyebab hamil anggur tersebut. Namun, diperkirakan bahwa mola ini terjadi karena faktor gizi yang rendah pada seorang perempuan. Selain itu faktor gizi, terlalu sering keguguran juga bisa memicu terjadinya hamil anggur.  Sesungguhnya hamil anggur ini merupakan tumor jinak yang terjadi di dalam rahim seorang perempuan karena janin yang gagal berkembang. Hamil anggur ini juga bisa disebabkan oleh trofoblas yang menempel pada bagian rahim dan akhirnya tumbuh. Trofoblas adalah sel bagian sisi dari sel telur. Trofoblas ini menempel pada bagian tali pusat dan akhirnya tumbuh seperti halnya janin.

Menurut dr. Atisa Edi Murbawani, Hamil anggur ini terjadi karena kurangnya asupan gizi serta adanya gangguan peredaran darah dalam rahim.

(more…)

Tes DNA? Test pack Kali…

21/04/2011

tunggu sampai cukup umur


Semalam, saya berniat membeli obat di salah satu apotek dekat rumah. Banyak pembeli di apotek tersebut, dan saya turut berdesakan dengan pembeli lain.

Ketika saya dilayani oleh petugas apotek tersebut, datanglah sepasang remaja putera puteri. Dari tampilannya, mungkin masih usia sma.

Saya dengar si remaja putera tersebut membeli sesuatu yang tidak biasa: “ada test dna?”.

Penjaga apotek tersebut mengernyit menandakan bingung. Beberapa penjaga (kebetulan apotek tersebut ramai pembeli) saling berpandangan tidak mengerti.

Bahkan si pemilik apotek berusaha menyembunyikan senyumnya seraya menjawab: “kami tidak menjual alat test DNA.” Kedua remaja tersebut beranjak meninggalkan apotek tersebut.

Saya tak tahan untuk tak berkomentar, “testpack kali, bukan test dna.” Dan bersamaan dengan komentar saya terlihat si pemilik apotek pun tersenyum setuju.
“Bener tuh, masa iya test dna. Paling mereka kebablasan, makanya cari testpack hehehe..”
“Mana ada test dna, test dna mah adanya di laboratorium.”

Dibalik dialog tersebut, sesungguhnya saya miris. Anak remaja yang seharusnya sedang getol mengejar cita-cita, harus menanggung beban akibat perbuatan mereka yang kebablasan. Dan lebih miris lagi, rupanya pengetahuan kedua remaja tersebut masih sangat minim. Terbayang, ketika ternyata si remaja puteri harus hamil, maka akan ada banyak hal yang turut tertutup. Salahsatunya adalah cita-cita si anak remaja tersebut. Masa depan pun terasa suram.

Saya jadi teringat kalimat “education is the best contraceptive”. Kalimat tersebut tidak semata-mata menjadi penghias program KB untuk menunda usia perkawinan hingga batas yang seharusnya, tetapi juga memberikan wejangan bahwa sekolah yang tinggi bisa memberikan pengetahuan yang memadai dan dapat mematangkan usia seseorang untuk menuju jenjang perkawinan.

Jika saat ini anda memiliki anak yang sedang beranjak remaja, diharapkan agar memantau perkembangan mereka. Memantaunya namun tidak mengekangnya. Tidak mengekangnya namun juga tidak memberikan kebebasan yang sebebas-bebasnya. Karena pada usia remaja, keingin tahuan seseorang sedang melonjak-lonjak. Cobalah untuk membuka komunikasi dengan anak-anak anda agar mereka tidak salah pergaulan.

Jangan sampai kejadian di apotek yang saya lihat, terjadi juga pada remaja-remaja lainnya.
Ingat-ingatlah
EDUCATION IS THE BEST CONTRACEPTIVE. (HS)

Kakimanangel, harikartiniduaribusebelas

Pernikahan Dini? Jangan Dulu Lah…

15/10/2010

 

jangan sampai "bunga" anak anda dipetik sebelum waktunya - HS.2010

 

Kepada yang sudah niat untuk nikah dini,istikharah dululah,Nak! Pernikahan hanya sekali seumur hidup,bayangkan 20-40 tahun mendatang,bagaimana tampang dan karakter pasangan kita akan berubah!

Itu adalah status facebook Bunda Pipiet Senja. Seorang novelis religi senior yang saya kenal melalui media blog kompasiana. Bunda Pipiet menuliskan kegelisahannya pada kecenderungan kaum muda yang menginginkan pernikahan dini.

Saya sengaja meng-kopi-kan untuk saya jadikan sumber tulisan saya. Apa sebab? Karena ini ada relevansinya dengan program dari tempat saya bekerja untuk mencegah pernikahan dini.  Oya, dini disini bisa diartikan masih di bawah 20 tahun untuk perempuan, dan di bawah 25 tahun bagi laki-laki.

Kenapa kantor saya tidak menghendaki adanya pernikahan dini?

Sebagai kantor yang bergerak dalam bidang keluarga dan kependudukan, kantor saya mempunyai program bernama PUP. Jorok…?!?! Tidak. PUP itu kependekan dari Pendewasaan Usia Perkawinan. Program ini bertujuan untuk menunda usia perkawinan agar tidak terjadi pernikahan dini atau pernikahan yang tidak dipersiapkan. Menunda usia perkawinan hingga usia ideal, menjadi salah satu program yang sedang digalakan oleh kantor tempat saya mencari nafkah. Dan sasarannya adalah kaum remaja. Hal ini menjadi perlu supaya di kemudian hari, seorang perempuan tidak melahirkan anak terlalu banyak.

Concern dengan program keluarga dan pembinaannya, rupanya kantor saya juga berkonsentrasi untuk memberikan perhatian terhadap generasi muda. Salah satunya dengan program PUP ini. Belakangan, di TV swasta sering diiklankan. Namanya Genre, yang merupakan akronim dari Generasi Berencana. Saya kutip dari website BKKBN, Genre itu adalah generasi yang merencanakan masa depannya dengan baik melalui studi, bekerja, menikah dan seterusnya, sesuai siklus kesehatan reproduksi. Nah Genre ini adalah salah satu kampanye BKKBN untuk mengajak kaum muda agar merencanakan masa depannya dengan menghindari pernikahan dini.

Memang apa jadinya kalau nikah dini?

Dalam sebuah penyuluhan di salah satu rumah sakit, saya bertemu dengan seorang pasien post partum yang baru berusia 15 tahun. Ibu muda ini terlihat sangat kelelahan sekali. Mungkin karena proses melahirkan yang sangat memakan tenaga. Dengan agak sedikit tertatih-tatih dia mengikuti penyuluhan yang kami berikan.

Lima belas tahun. Usia yang masih sangat muda untuk menjadi seorang ibu. Bayangkan, di usia remaja seperti itu, pasien tersebut harus sudah mengasuh dan membesarkan anak? Apa jadinya jika anda mempunyai anak seumuran itu dan sudah harus menimang cucu darinya?

Idealnya, usia remaja seperti itu adalah usia di mana seseorang masih giat-giatnya menimba pengetahuan. Usia dimana seorang perempuan baru saja mengalami masa-masa pubertas. Usia dimana seorang perempuan sedang mengalami perkembangan secara fisik dan psikis menjadi seorang perempuan.

Jika di usia 15 tersebut  sudah harus menikah, katakanlah si remaja tersebut belum bisa mengurus rumah tangga. Kebutuhan akan bersosialisasi di usia segitu itu masih tinggi. Maka mungkin dia akan lebih menyukai bermain ketimbang mengurus anaknya. Jika sudah demikian, maka akan terjadi lingkaran hal yang sama pada anaknya. Tak terurus, tak terperhatikan, dan pada akhirnya tak berkualitas. Hal lainnya, kemungkinan rumah tangga si remaja tersebut akan berantakan. Kasihan kan?

Selain itu, usia remaja adalah usia dimana fisik seorang perempuan sedang mengalami perkembangan. Konon katanya kondisi rahim di usia tersebut belum stabil jika diisi oleh janin. Maka kemungkinan besar, jika hamil, akan mengalami keguguran.

-hs-

Nah nah, melalui tulisan ini, saya mencolek anda para pembaca untuk ikut perduli juga. Jika ada remaja yang berasal dari keluarga yang berpengetahuan kurang, yang disuruh segera menikah dini, cobalah anda turut memberikan wawasan juga kepada mereka tentang baik buruknya menikah dini.

Berikanlah mereka pengetahuan bahwa menikah dini itu tidak dianjurkan, karena akan mempengaruhi perkembangan fisik dan psikis anak remajanya.

Dengan lebih perduli, berarti anda turut berkontribusi dalam pembangunan manusia Indonesia menjadi lebih berkualitas. (HS)

Kakimanangel – when Friday become free day. 15102010

PUP..

16/10/2009

psss.. jangan negative thinking dulu. Hehehe, sayangi pikiran anda jangan diisi hal-hal kotor ah. Pup disini artinya pendewasaan usia perkawinan, bukan yang lain, merupakan salah satu program yang diusung oleh pemerintah khususnya pengelola program KB,  supaya remaja Indonesia, khususnya remaja-non kota besar, agar tidak menikah di usia muda.

KB, Keluarga berkualitas.

KB, Keluarga berkualitas. menunda usia perkawinan, mematangkan apa yang seharusnya matang (dok. pribados)

(more…)

PIK KRR, untuk membentuk remaja berkualitas

16/10/2009

Istilah apa sih, Kok saya baru denger? Gimana bacanya yaa?? Pikerrrrr atau piker?

Hehehe, tidak usah bingung baca aja PIK KRR. Merupakan kepanjangan dari Pusat  Informasi dan Konseling Kesehatan Reproduksi Remaja. Ini merupakan salah satu sub program yang dimiliki oleh BKKBN yang lebih menitikberatkan pada remaja sebagai subjek penyuluhan. Seperti kita ketahui bahwa remaja merupakan salah satu fase usia peralihan antara masa kanak-kanak menuju gerbang dewasa.  Menurut Organisasi kesehatan dunia, WHO, batasan usia remaja adalah usia 12 s/d 24 tahun.  Program ini merupakan salahsatu upaya pemerintah untuk membantu remaja memiliki status kesehatan reproduksi yang baik melalui pemberian informasi, pelayanan konseling, dan pendidikan keterampilan hidup (Life skill).

ilustrasi remaja masa kini (dok.pribados)ilustrasi remaja masa kini (dok.pribados)

(more…)


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 1,152 other followers