Archive for the ‘tentang KB’ category

Hari Keluarga

05/07/2013

Hari Keluarga

Ternyata tidak  banyak yang tahu kalau di Indonesia ini ada hari yang dikhususkan diperingati sebagai hari keluarga. Tanggal 29 Juni ditetapkan sebagai hari keluarga dan diperingati setiap tahunnya dengan puncak peringatan yang dilaksanakan di salah satu ibukota propinsi. Untuk tahun 2013 ini, Kota Kendari (Sulawesi Tenggara) dipilih sebagai tuan rumah pelaksanaan puncak peringatan Hari Keluarga tingkat Nasional tahun 2013. Mengingat kesibukan, saya baru sempat menuliskannya hari ini.

Menilik pada sejarahnya, tanggal 29 Juni ditetapkan sebagai hari keluarga terkait dengan ditetapkannya program KB sebagai program resmi pemerintah pada 29 Juni 1970. Sebelumnya program KB merupakan program yang dijalankan oleh lembaga/perorangan. Program KB di Indonesia dimulai sekitar tahun 1957. Pada tahun tersebut didirikan perkumpulan Keluarga Berencana (PKB). Pada saat itu program KB masuk ke Indonesia melalui jalur urusan kesehatan (bukan urusan kependudukan). Belum ada political will dari pemerintah saat itu. program KB masih dianggap belum terlalu penting. Kegiatan penyuluhan dan pelayanan masih terbatas dilakukan karena masih ada pelarangan tentang penyebaran metode dan alat kontrasepsi.

Hari Keluarga XX

Hari Keluarga XX

Puncak peringatan Hari Keluarga tingkat nasional tahun 2013 yang dilaksanakan di Kendari ini dihadiri oleh Wakil Presiden Bapak Boediono beserta Ibu Herawati Boediono. Jajaran Mentri Kabinet Indonesia Bersatu II yang tampak hadir adalah Menteri Pemberdayaan Perempuan ibu Linda Agum Gumelar, dan Menteri Dalam Negeri Bapak Gamawan Fauzi beserta Ibu Vita Gamawan. Selain itu, Prof. dr. Fasli Djalal, selaku kepala BKKBN yang belum lama dilantik, juga tampak hadir di jajaran utama panggung kehormatan. Sehari sebelum kegiatan puncak ini, diselenggarakan pula pameran dan gelar dagang UPPKS yang dibuka oleh ibu Vita Gamawan Fauzi.

Pada puncak peringatan yang dilaksanakan di lapangan eks MTQ Kota Kendari ini diberikan beberapa penghargaan. Penghargaan Satyalencana Wira Karya (SWK) diberikan kepada beberapa Kepala Daerah yang concern terhadap program KB. salah satu yang sempat terekam dalam ingatan saya adalah Bupati Kab. Bandung Barat, Bapak Abubakar. Selain penghargaan SWK, diserahkan pula penghargaan Manggala Karya Kencana dan Dharma Karya Kencana.

Meskipun telat satu minggu, saya ucapkan selamat hari keluarga. Semoga program KB tetap menjadi kebutuhan anda. Dua anak cukup!

Pojokkantor.05072013 (HS)

gabungan anggota TNI dan Polri membawakan seni rebana pada pembukaan pameran dan gelar dagang (HS.2013)

gabungan anggota TNI dan Polri membawakan seni rebana pada pembukaan pameran dan gelar dagang (HS.2013)

Tarian selamat datang oleh para pelajar kota kendari (HS.2013)

Tarian selamat datang oleh para pelajar kota kendari (HS.2013)

mendagri beserta ibu (HS.2013)

mendagri beserta ibu (HS.2013)

 

ibu Linda melambaikan tangan (HS.doc)

ibu Linda melambaikan tangan (HS.doc)

Tiga Terlambat dan Empat Terlalu

25/04/2012

Semakin hari, pengunjung blog ini semakin ramai, tak pernah kurang dari 500 orang viewer per harinya. Saya jadi merasa berdosa karena beberapa minggu ini saya tidak mengupdate tulisan blog saya ini. Harap maklum saja ya, beberapa minggu ini saya menjalani masa transisi perpindahan tugas dari kantor lama ke kantor baru. Jadi saya lebih fokus ke pekerjaan di kantor lama agar cepat selesai sebelum saya pindah ke kantor baru di Bandung.

Dari aneka ragam tulisan saya yang bertema KB ini, rasanya saya belum pernah menuliskan apa yang tertera di judul ya? Tiga terlambat dan empat terlalu. Kalimat tersebut merupakan salah satu jargon yang dapat mengingatkan kaum perempuan agar lebih perduli dengan kesehatan reproduksinya.

Kalimat tiga terlambat dan empat terlalu ini sangat berkaitan erat dengan proses kehamilan dan persalinan. Seperti yang kita tahu, usia reproduktif seorang perempuan itu berkisar antara 15 tahun hingga 49 tahun. Atau bisa juga dikatakan selama perempuan tersebut masih mendapatkan masa haid. Ketika seorang perempuan pasangan usia subur menghendaki kehamilan, ada baiknya mengenali tiga terlambat dan empat terlalu tersebut.

Apakah tiga terlambat dan empat terlalu tersebut?

(more…)

Mari, ajak masyarakat miskin untuk ikut ber-KB

09/07/2011

Siang ini, 9 Juli 2011, saya membaca sebuah reportase di www.kompas.com tentang nasib seorang Ibu yang hidup dalam sebuah gubuk berukuran 2×3 meter persegi bersama 6 orang anaknya. Ibu yang menyandang status janda pasca bercerai dengan suaminya ini harus menjadi penyangga keluarga dengan membanting tulang menghidupi keenam putera putrinya.

Dalam reportase tersebut, Ibu yang bernama Darmawati ini mengaku berjuang menghidupi anak-anaknya pasca ditinggal kawin suami bersama istri mudanya. Darmawati bekerja serabutan sebagai buruh tani rumput laut. Seharian bekerja mengikat bibit rumput laut, Darmawati hanya memperoleh upah Rp. 10.000,- saja, dan dengan penghasilannya itu Darmawati harus membiayai 6 buah hatinya.

Memang banyak tetangganya yang berempati terhadap keluarga Darmawati yang tinggal di kabupaten Polewali Mandar – Sulawesi Barat ini. Namun, rasanya tidak mungkin Darmawati akan terus-terusan bergantung pada empati orang, sedangkan penghasilannya sendiri tidak memadai untuk membiayai kebutuhan anak-anaknya.

Menilik kasus ini, ada tiga hal yang saya lihat sebagai sudut pandang. Pertama, kemiskinan. Kedua, suami yang tidak tahu diri. Dan ketiga, Kenapa dulu (ketika masih bersuami), Darmawati tidak ikut ber-KB.

foto ilustrasi dari http://www.kompas.com

Jika dilihat dari sudut pandang pertama, memang ini adalah PR pemerintah untuk memberikan kehidupan dan penghidupan yang layak bagi rakyatnya. Disaat para elit pejabat di ibukota rusuh dengan surat palsu, pencarian Nazarudin, pembentukan citra diri dan citra partai demi keutuhan singgasana kepemimpinan, justru rakyat di sebagian daerah harus berjuang keras melawan kemiskinan yang sangat menyengsarakan. Saya yakin, ada banyak Darmawati-darmawati lainnya di seluruh Indonesia yang harus berjuang melawan kerasnya kemiskinan yang melilit hidup dan keseharian keluarga mereka. Sudah saatnya pemerintah kembali FOKUS pada pembangunan rakyat. (more…)

KB dari Pandangan Agama Islam

13/06/2011

Kepada para pembaca, saya mengupdate blog ini agak jarang. sebulan hanya kisaran satu sampai tiga tulisan saja. Namun saya tetap memantau perkembangan statistik blog ini karena saya yakin, informasi  yang sedang anda butuhkan mengenai perihal alat dan metode kontrasepsi sedikitnya sudah tercantum.

saya sengaja mengupdate jarang-jarang karena saya tidak mau membuat anda bosan dengan banyak tulisan yang isinya hampir sama. Karena blog ini merupakan blog yang bertema khusus yaitu tentang program keluarga berencana.

Kali ini, saya akan sedikit mengangkat tema seputar kontrasepsi berdasarkan pandangan agama, khususnya agama yang saya anut, yaitu islam.

selamat membaca.

-hs-

alasan apa yang melarang ber-KB jika itu untuk kebaikan? -HS

Saya bukanlah seorang ahli agama. Saya juga bukan seorang yang faham dan punya banyak ilmu agama. Saya hanya seorang yang masih belajar ilmu agama namun ingin menyampaikan sesuatu dari kaca mata agama. Jadi kalaupun nanti apa yang saya sampaikan masih dangkal, mohon koreksi saja.

Pandangan KB dari sisi agama? Hmmm, bagaimana menjelaskannya ya, saya bingung jika ditanya demikian. Tapi saya mencoba memberikan sedikit gambaran dari beberapa referensi yang saya baca.

Dalam islam, pengaturan kelahiran telah diatur dalam kitab suci Al-qur’an. Hal ini tersirat dalam QS Al-Baqarah ayat 233. (more…)

Follow akun twitter @tentangkb

18/02/2011

logo KB ala saya - dok. hs


Seiring dengan perkembangan zaman, trend ngeblog sekarang mulai tergeser dengan trend ngetwit. Betapa tidak, twitter yang hanya memuat 140 karakter, memiliki kekuatan yang luar biasa besar dalam memberikan arus informasi.

Tengok saja ketika kejadian bom di inggris 2008 lalu. Informasi akurat didapat melalui twitter para saksi korban yang ada di tempat kejadian perkara. Atau jangan jauh-jauh, ketika menteri berinisial TS yang ngetwit seputar pemblokiran RIM blackberry di Indonesia, menimbulkan gelombang protes keras dari para pengguna BB yang ada di Indonesia.

Maka dari itu, saya pun tak ingin ketinggalan untuk membagi informasi seputar program KB dan alat kontrasepsi. Sebagai bentuk kepedulian saya terhadap program yang kini sudah tak menjual lagi tersebut. meskipun saya sudah dituduh tak loyal dan ingin menghancurkan program KB oleh atasan saya di kantor, namun itu tak akan membuat saya surut langkah. Saya sudah terlanjur kecemplung dalam program bernama keluarga berencana ini, jadi saya coba untuk mendalaminya saja, siapa tahu ini membawa peruntungan bagi saya.

Saya hanya ingin membuktikan kepada orang yang telah menuduh saya bahwa apa yang dia tuduhkan tidak berdasar, hahaha. Buktinya, selain membuat blog tentang kb di http://www.tentangkb.wordpress.com . saya juga membuat akun twitter tentangkb yang berisi informasi tentang program kb.
Kok jadi ngelantur dan curhat?

Kembali lagi ke twitter. Sebagai seorang yang concern di bidang KB dan kependudukan, saya mencoba untuk membuat akun twitter yang saya desain sebagai salah satu akun yang berisi informasi seputar alat kontrasepsi dan program KB. Maka dari itu saya mempublikasikan melalui tulisan ini akun twitter @tentangkb untuk anda follow.

Terima kasih sudah mampir ke blog saya, dan selanjutnya saya undang anda untuk mem-follow akun @tentangkb.
Salam, HS

Jumbara, Jumpa Gembira Tralalalala…

14/02/2011

Gubernur Ahmad Heryawan sebelum membuka Jumbara - HS.2011

Hari selasa hingga kamis (8-10 februari) lalu, kantor saya mengikuti kegiatan yang diselenggarakan BKKBN Provinsi Jawa Barat. Acara yang diberi titel JUMBARA itu digelar di kawasan wisata Pantai Pangandaran.
Namanya saja sudah JUMBARA alias Jumpa Bakti Gembira.

Diselenggarakan dengan paket semacam Jambore Pramuka. Peserta yang terlibat adalah seluruh petugas penyuluh dari semua kabupaten kota se-Jawa Barat.

Kegiatan yang mengambil tema “43 Juta penduduk Jawa Barat kita kendalikan melalui Gumelar” ini dilaksanakan secara marathon selama 4 hari. Dalam kegiatan ini dilaksanakan beberapa kegiatan, yaitu:
1. Rakerda program KB Nasional Jawa Barat
2. Pencanangan Bhakti IBI
3. Peluncuran GUMELAR (Gerakan Untuk Meningkatkan Lini Lapangan
Rancage)
4. Apresiasi Seni
5. Aneka Lomba

Khusus untuk aneka lomba tersebut, saya mengambil bagian sebagai peserta lomba entry data. Namun sungguh disayangkan, ketidak siapan pihak penyelenggara yang diwakili oleh event organizer tampak nyata sekali. Ini terlihat dari tidak sikapnya lokasi lomba entry data yang akan digelar pada pukul 8 pagi di hari ketiga penyelenggaraan kegiatan JUMBARA ini.

Sedikit bercerita tentang ketidak profesionalan EO penyelenggara terlihat dari belum siapnya tempat acara. Padahal menurut rundown ketika technical meeting, acara harus sudah dimulai pukul 8 pagi. Namun ketika saya hadir pukul 8 kurang 15 menit, tempat belum disiapkan sama sekali. Malah saya harus menyaksikan tempat yang berupa aula dibersihkan alakadarnya dengan instant terlebih dahulu. Sungguh disesalkan.

Hampir 4000 petugas pengelola program KB dan kependudukan se-Jawa Barat berkumpul di acara serupa Jambore ini. Berlokasi di Pangandaran ternyata memberikan keuntungan tersendiri. Saya dan yang lainnya bisa sambil berjalan-jalan menelusuri nuansa eksotik pangandaran. Saya sudah menuliskannya di sini.

Oya, kenapa saya menyebutkan bahwa ini adalah kegiatan pengelola program KB dan Kependudukan. Tidak “pengelola program KB” saja. Mungkin perlu anda ketahui bahwa sejak berlakunya UU no. 52 tahun 2009, BKKBN sudah bukan lagi Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional saja, melainkan sudah berganti nomenklatur menjadi BADAN KEPENDUDUKAN DAN KELUARGA BERENCANA NASIONAL. Jadi segala macam tetek bengek tentang kependudukan akan menjadi bagian dari pekerjaan karyawan BKKBN ini. Tentu saja sangat berkaitan antara pengendalian kelahiran yang diurus melalui program KB dengan pengendalian jumlah penduduk dan segala macam urusan kependudukan.

Kembali lagi ke acara jumbara tersebut. Acara ini konon katanya bertujuan sebagai acara syukuran keberhasilan program KB khususnya di Jawa Barat. Betapa tidak, selama lebih dari hampir empat puluh tahun program KB terlaksana, Program ini sudah berhasil menekan angka kelahiran penduduk Indonesia lebih dari 80 juta jiwa. Jadi rasanya hal ini patut untuk disyukuri. Bayangkan saja jika penduduk Indonesia tidak terkendali, mungkin jumlahnya akan serupa dengan negeri india atau bahkan mungkin China. Iya kalau pembangunan penduduk merata, kalau masih timpang seperti ini, penambahan 80 juta jiwa akan sangat terasa memberatkan.

Jadi, melalui tulisan ini saya mengajak, yuk lebih aware dengan program KB. Ini tidak hanya kewajiban saya semata lho, tapi juga kewajiban anda semua untuk turut berkontribusi kepada pembangunan negeri kita, setidaknya dengan mengikuti program KB. Alat KB-nya mau seperti apa, anda bisa baca-baca di blog tentangkb yang saya kelola. (HS)

HS – Kompasianer yang sempat dituduh ingin menghancurkan program oleh atasannya. So sad… ^_^

Ci Lina, Pos KB keturunan Tiong Hoa

02/02/2011

Hampir lima tahun saya bekerja sebagai petugas lapangan dengan sebutan Penyuluh Keluarga Berencana. Meskipun baru-baru ini Kepala Badan di mana saya berkantor dan bekerja menyebut saya tidak loyal karena keinginan saya pindah ke BKKBN Propinsi, namun itu tidak menjadikan saya menjadi tidak loyal dan ingin menghancurkan program KB sebagaimana tuduhannya. Saya justru selalu ingin menceritakan hal-hal yang menurut saya membangun program.

Seperti cerita ini, tentang mitra kerja saya di tingkat kelurahan.

Sebagaimana tercantum dalam tupoksi (tugas pokok dan fungsi) seorang penyuluh, maka saya menjalin kerja sama dengan elemen di tingkat kecamatan, kelurahan/desa, hingga tingkat RW dan juga RT. Untuk tingkat kelurahan/desa, mereka disebut institusi Pos KB.

Selama hampir lima tahun bekerja, saya selalu menjalin kerjasama dengan para Pos KB ini. Karena sesungguhnya, mereka lah yang membantu pekerjaan saya di tingkat lapangan. Dan selama 5 tahun itu pula saya bertemu dengan beragam orang dari beragam usia. Rata-rata semuanya seusia dengan bapak atau paman saya.

Di tempat tugas saya saat ini, di kecamatan yang merupakan ibukota Kabupaten, mitra kerja di tingkat desa/kelurahan hampir semua ibu-ibu. Dan yang menarik lagi, pos KB yang kini bekerja sama dengan saya adalah seorang WNI dari suku tionghoa. Herlina namanya. Saya memanggilnya dengan sebutan Cici Lina atau Ci Lina.

Meskipun tergolong baru dalam dunia per-KB-an, saya dan Ci Lina mampu menjalin kerja sama yang harmonis. Tidak ada sekat diantara saya dan dia. Kami merasa apa yang kami kerjakan adalah untuk membantu kalangan keluarga pra sejahtera yang tak seberuntung kaum kaya. Jadilah kami solid sebagai satu tim.

Pun dengan keseharian yang berbeda antara saya dan dia. Tidak ada hambatan sama sekali. Dia penganut Katolik yang taat, dan saya Muslim yang memegang teguh keyakinan saya. Itu tidak menjadi hambatan. Di saat semua orang menjadikan perbedaan agama sebagai penghambat, justru saya menjadikan itu sebagai perekat hubungan kerja dengan cara memberikan toleransi sesuai dengan porsinya.

Saya justru mengacungi jempol untuk etos kerja yang ditunjukan Ci Lina. Seperti kebanyakan etnis tionghoa, etos kerja Ci Lina ini tergolong luar biasa. Ketika pekan lalu kami akan mengadakan pelayanan KB berupa pemasangan KB IUD gratis, Ci Lina dengan semangat luar biasa berkeliling ke beberapa RW untuk mencari ibu-ibu muda yang berasal dari kalangan keluarga yang kurang mampu untuk diajak ber-KB. Dan dalam waktu satu hari, dia berhasil mengumpulkan 10 orang yang mau dipasangi IUD. Saya yang menyertainya berkeliling, memberikan penyuluhan dan informasi seputar apa itu IUD.

Bahkan menurut penuturan Ci Lina ketika saya temui kemarin di rumahnya, ia menuturkan bahwa malam hari sebelum dilaksanakan pelayanan KB tersebut, dia masih menyempatkan berkeliling ke lokasi yang agak jauh dari rumahnya. Padahal jam sudah menunjukkan angka 10 malam. saya sangat mengapresiasi dan bangga terhadapnya.

Disaat orang lain masih mempermasalahkan kesukuan, WNI dan WNI keturunan, saya dan Ci Lina berhasil meleburkan sekat itu. Tidak ada perbedaan lagi. Saya merasa dia adalah bagian dari warga Indonesia yang juga turut concern dengan program KB. Dia turut andil dalam menekan laju kelahiran dengan cara mensosialisasikan KB kepada orang-orang yang berada di lingkungan tempatnya tinggal.

Satu lagi yang patut saya jadikan teladan adalah Ci Lina ini selalu bekerja tanpa pamrih. Dia tidak pernah mengharapkan ada uang atau apapun dari kegiatan KB ini. Karena memang saat ini program KB hanyalah program yang sudah dipandang sebelah mata saja, maka kesejahteraan para petugas dan mitra kerja sudah kurang terperhatikan. Namun justru Ci Lina menjadi inspirasi saya untuk bekerja ikhlas.

“Saya hanya berusaha menolong tetangga yang kurang mampu untuk ikut KB agar anak-anaknya yang sudah lahir dapat terbiayai.” Begitu katanya suatu saat ketika saya mengobrol dengannya.

“Bukan masalah ada tidaknya uang. Yang penting bagi saya saat ini, pasangan-pasangan muda itu tidak punya anak terlalu banyak. Saya hanya berusaha menolong mereka dengan mengajaknya ber-KB.”

Luar biasa. Saya sempat terharu mendengar ucapannya, dan juga menjadi malu hati .Kadang-kadang saya menggerutu ketika harus ngider-ngider ke lapangan, ke pelosok-pelosok desa, untuk mensosialisasikan kegiatan KB gratis dan memberikan penyuluhan kepada mereka yang menjadi sasaran.

Dari Ci Lina ini saya belajar, bahwa bekerja itu adalah ibadah, ikhlas, tanpa pamrih, dan membantu sesama.

Ya, kita bisa belajar dari siapapun tentang nilai-nilai kehidupan ini. Perbedaan bukan alasan untuk mendapatkan nilai hidup. Meskipun jika bicara kesukuan kami berbeda, saya seorang sunda dan Ci Lina seorang keturunan tionghoa, namun itu tidak menjadi penghalang untuk saya belajar tentang nilai kehidupan.

Ibu Erlina atau Ci Lina, bertopi menghadap kamera - Foto: HS.2010

Besok adalah perayaan tahun baru sistem penanggalan China. Saya ucapkan Gong Xi Fat Choi kepada Ci Lina yang akan merayakan bersama keluarga besarnya.

Selamat tahun baru Imlek untuk anda yang merayakannya. Semoga di tahun kelinci nanti, kehidupan yang lebih baik akan menyertai kita semua. (HS)

Kakimanangel, 02022011.

nb: Tulisan ini adalah sebentuk apresiasi saya untuk etos kerja Cici Lina. dimuat juga di blog kompasiana

Partisipasi Pria dan Kesetaraan Gender

22/12/2010

selama ini kaum perempuan lah yang menjadi subjek program KB - HS.2010

Sore ini saya sedang ngetwit bersama teman-teman. Tiba-tiba sebuah berita muncul di timeline saya yang berasal dari twit media berita yang saya follow. Saya menjadi tertarik untuk membaca berita karena berita itu isinya seputar program KB.

Judul berita yang dimuat di situs berita antaranews.com itu berjudul “KB Pria mampu mewujudkan kesetaraan gender”.

Dalam berita tersebut tertulis pernyataan kepala BKKBN Pusat, Sugiri Syarief. Sugiri menyatakan bahwa Peningkatan partisipasi pria dalam Program KB dan Kesehatan Reproduksi adalah langkah yang tepat dalam upaya mendorong kesetaraan gender dan menyuksekan pencapaian pembangunan Milenium (MDGs) 2015.

Sugiri meneruskan pernyataannya bahwa kita tidak bisa menutup mata, selama kurun waktu 30 tahun keberhasilan program KB masih banyak didukung oleh peran wanita dalam penggunaan alat kontrasepsi. Pada tahun 2002 tercatat tingkat pemakaian kontrasepsi adalah 60,3 persen. Kontribusi pria terhadap angka itu hanya 1,3 persen yang terdiri dari kondom saja.

Selain itu, Sugiri juga menyatakan bahwa akses informasi dan akses pelayanan KB pria menjadi terbatas karena minimnya kualitas pelayanan yang belum sesuai harapan, terbatasnya pilihan cara dan metode KB pria yakni kondom dan MOP, serta rendahnya dukungan politis dan sosial budaya.

Memang belum banyak pilihan untuk para pria berkontribusi dalam KB. Hanya ada dua saja, kondom dan vasektomi. Selain hal di atas yang disebutkan Sugiri Syarief, kendala lainnya mengenai partisipasi pria terhadap program ini adalah rendahnya minat pria untuk ber-KB, serta kurang sadarnya para pria untuk berpartisipasi dalam program ini, seperti yang tertuang dalam tulisan saya sebelumnya.

“ Peningkatan partisipasi pria untuk ber-KB ini dapat mendukung peningkatan pencapaian kesetaraan gender.” Demikian Sugiri Syarif berpendapat tentang hubungan partisipasi KB Pria dan Kesetaraan gender.

Sugiri melanjutkan, ” Dalam MDGs isu pertumbuhan penduduk, keluarga berencana dan kesehatan reproduksi tidak disebutkan secara eksplisit, namun banyak studi membuktikan MDGs tidak mungkin dicapai jika persoalan dasar kependudukan tidak ditangani dengan baik.”

Terkait dengan hal itu, ada sedikit berita yang membuat para praktisi KB tersenyum lebih lebar. Apa pasal?

BKKBN Pusat bekerja sama dengan Unair Surabaya dan PT Indofarma melaksanakan penanda tanganan nota kesepahaman atau MoU dalam bentuk kerjasama berupa penelitian, pengembangan, produksi, pemasaran, sosialisasi, dan distribusi kontrasepsi pria dari ekstrak daun Justicia gendarussa (daun gendarusa). Penanda tanganan ini terjadi sekitar akhir oktober lalu.

Semoga saja dengan dikembangkannya alat kontrasepsi untuk pria yang lain, selain vasektomi dan kondom, akan memberikan angin segar dalam peningkatan partisipasi pria dalam kesertaannya mengikuti program KB. Dengan begitu harapan tercapainya kesetaraan gender akan berakselerasi sesuai dengan tujuan MDGs 2015. (HS)

Kareyo, 22122010

 

sumber: antaranews.com

4 Alasan Program KB Tidak Lagi Menarik

17/12/2010

Akhir bulan Nopember 2010 lalu, saya berkesempatan mengikuti sebuah pelatihan yang dilaksanakan di Balai diklat KB Bogor. Pada kesempatan pelatihan tersebut, saya berkesempatan mendengarkan paparan mengenai program KB dari kepala BKKBN Propinsi Jawa Barat, Drs. Rukman Heryana.

Paparan dari Pak Rukman, demikian beliau biasa disapa, menarik perhatian saya. Pak Rukman memberikan sebuah penjelasan mengenai program KB saat ini yang sudah mulai mengalami kemunduran dibandingkan lima belas tahun yang lalu.

Menurut Pak Rukman, ada empat alasan mengapa program KB tidak lagi menarik dan tidak lagi diperhatikan oleh pemerintah.

1. Tidak ada kejadian luar biasa
2. Tidak ada demonstrasi
3. Hasilnya tidak terlihat, dan
4. Tidak bisa dipakai kampanye.

Saya ingin menguraikan apa yang dikemukakan oleh Pak Rukman berdasarkan pemikiran dan versi saya.

Pertama, tidak ada kejadian luar biasa.

Program KB menjadi tidak menarik dan tidak diperhatikan oleh pemerintah karena tidak ada kejadian luar biasa yang berkaitan dengan program ini. Coba saja tengok kejadian-kejadian luar biasa yang terjadi di negeri ini, serta merta akan menyedot perhatian pemerintah dan juga perhatian masyarakat Indonesia. Bencana adalah salah satu kejadian luar biasa.

Kedua, tidak ada demonstrasi.

Biasanya demonstrasi dilakukan untuk menarik perhatian pemerintah. Tengok saja demo-demo yang terjadi di ibukota. Hampir bisa dipastikan itu akan menarik perhatian, setidaknya perhatian dari para pencari berita.

Dalam program KB, tidak pernah ada demonstrasi dari masyarakat yang menuntut pemerintah untuk lebih memperhatikan kebutuhan ber-KB warganya. Hal ini berkaitan dengan alasan nomer tiga, yaitu:

Ketiga, Hasil dari program KB tidak terlihat.

Tentu saja hasil dari program ini tidak akan terlihat dalam waktu dekat seperti halnya program-program pemerintah lainnya. Program KB ini adalah program visioner yang hasilnya baru akan terlihat sekitar sepuluh hingga dua puluh tahun yang akan datang. Jumlah penduduk Indonesia sekarang ini adalah hasil kerja keras para petugas KB untuk menyadarkan warga agar mau ber-KB yang dimulai sejak tahun 1970-an.

Selama kurang lebih empat puluh tahun program ini berjalan, Indonesia berhasil menekan lebih dari 80 juta jiwa penduduk.

Benar apa yang dikemukakan pak Rukman. Output yang dihasilkan dari program KB ini tidak terlihat secara nyata. Hanya abstrak saja. Bandingkan dengan output yang dihasilkan oleh kementrian pekerjaan umum misalnya. Ketika pemerintah membuat program pembuatan jalan, maka rakyat akan dapat menikmati jalan baru tersebut secara nyata. Nah, program KB tidak seperti itu. output program ini tidak benar-benar nyata terlihat, namun ada.

Bingung?

Begini, saya coba sedikit kasih gambaran.
Jumlah penduduk Indonesia saat ini lebih dari 230 juta jiwa. Itu setelah ada program KB. Jika program KB tidak dilaksanakan mungkin penduduk negeri kepulauan ini akan meledak hampir mencapai 300 juta jiwa. Dengan adanya program KB, hampir 82 juta jiwa dapat ditekan dan dikendalikan. Anda bayangkan jika 80 juta jiwa itu lahir di muka bumi Indonesia? Apa kira-kira yang akan terjadi?

Sekedar mengingatkan, saat ini saja, dengan jumlah penduduk seperti tercatat dari BPS, negeri kita sudah kaya akan masalah. Masalah pendidikan, kesehatan, kesejahteraan rakyat, lapangan pekerjaan, dan sebagainya seolah-olah menjadi bagian tak terpisahkan dari pembangunan Indonesia. Apa jadinya jika jumlah penduduk membludak jauh lebih banyak?

Silahkan direnungkan, bagaimana kira-kira kondisi sosial negeri ini?

Keempat, tidak bisa dipakai kampanye.

Benar, program KB tidak menjual untuk dipakai kampanye menarik suara massa. Tengok saja program-program yang selalu menjadi daya tarik para politikus tak jauh-jauh dari masalah: kesehatan gratis dan pendidikan gratis. Saya belum pernah mendengar KB gratis dalam orasi kampanye seorang calon pemimpin atau calon anggota dewan. Padahal, ketika masyarakat tahu bahwa alat kontrasepsi semacam IUD atau implant itu mahal harganya, dan para politisi jeli memanfaatkan momentum, saya percaya KB juga bisa jadi nilai jual di ranah politik.

Bagaimana caranya? Ini adalah PR saya dan orang-orang yang concern dengan program KB untuk memintarkan rakyat yang belum tahu KB sehingga nanti program KB akan mempunyai nilai jual yang setara dengan pendidikan gratis dan sebagainya itu. (HS)

Semoga ada ide untuk menyambung tulisan ini.
Kakimanangel, 171221010.

Sekelumit tentang Implant

27/11/2010

Seorang teman SMA saya yang telah menjadi ibu mengeluhkan tentang betapa ribetnya dia mengikuti sistem KB. Sebagai ibu yang agak sedikit sibuk dan agak-agak pelupa, dia seringkali melewatkan keteraturannya minum pil KB yang ia konsumsi sebagai obat kontrasepsi pencegah kehamilan. Tentu saja hal ini mengganggu kesehariannya, karena jika dia lupa meminum, maka dia akan merasa was-was “takut kebobolan lagi”, padahal untuk mengurus satu anaknya yang masih kecil disela-sela karirnya, bukan hal yang mudah.

Saya  menyarankan untuk mengganti cara ber-KB yang dia pilih untuk menggunakan IUD. Tentu saja setelah ngobrol-ngobrol seputar macam-macam alat kontrasepsi. Namun, sebagai seorang perempuan rupanya dia agak ketakutan jika harus dipasangi alat iud meskipun ukurannya kecil.

Nggak berani” begitu alasannya.

Setelah saya jelaskan mengenai beberapa alat kontrasepsi yang bisa menjadi pilihannya, akhirnya pilihan jatuh pada alat susuk KB atau implant.

-hs-

Apa itu implant?

koleksi aaufajah.wordpress.com

Baiklah, sebelum anda memilih alat kontrasepsi jenis ini ada baiknya anda mengetahui terlebih dahulu apa sih implant itu. Kata pepatah, tak kenal maka tak sayang. Maka dari itu supaya anda menyayangi diri dan keluarga anda dengan menciptakan keluarga berkualitas, maka anda harus mengenali alat kontrasepsi yang akan anda pilih ini.

Sebenarnya apa sih implant itu?

Implant adalah metode kontrasepsi yang dipakai di lengan atas bagian sebelah dalam. Berbentuk silastik (lentur). Berukuran hampir sebesar korek api. Implant dipakaikan biasanya pada lengan kiri. Ditanamkan diantara kulit dan daging. Tepatnya dibawah kulit namun diatas lapisan daging (otot), sehingga jika dilihat dari luar akan terlihat menonjol dan dapat diraba.

Maka dari itu, implant ini lebih dikenal dengan sebutan susuk kb, karena pemasangannya mirip pemasangan susuk.

Waktu pemakaiannya Implant ini bervariasi tergantung dari jenisnya. Ada yang efektif untuk jangka waktu lima tahun, tiga tahun, bahkan ada yang hanya satu tahun. Nah, maka dari itu anda harus meneruskan bacaan anda supaya mengenal ada jenis apa saja implant itu.

Implant, atau susuk KB, merupakan metode kontrasepsi hormonal. Maksudnya, di dalam alat kontrasepsi ini terkandung hormon progesterone. Hormon progesterone inilah yang mempengaruhi rahim anda sehingga ada hubungannya dengan pengaturan kehamilan anda.

Hormon yang terkandung dalam implant ini akan dilepaskan sedikit demi sedikit. Hormon ini akan bekerja pada rahim dengan membuat lendir di daerah rahim menjadi kental sehingga mengurangi transportasi sperma untuk menuju tuba fallopii (tempat terjadinya pembuahan). Keberadaan hormon ini juga dapat memberikan pengaruh pada proses pembentukan endometrium sehingga akan menyulitkan proses implantasi (proses tertanamnya sel telur yang terbuahi ke dalam dinding rahim). Selain itu hormon ini juga dapat menekan terjadinya ovulasi atau pembentukan sel telur.

Proses-proses tersebut dapat menghambat terjadinya kehamilan. Menurut buku panduan praktis pelayanan kontrasepsi terbitan BKKBN Jawa Barat, efektivitas metode implant ini adalah 0,2 – 1 kehamilan per 100 perempuan. Artinya hampir 99 % implant ini efektif menghambat proses kehamilan. (HS)


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 1,148 other followers