Archive for the ‘tentang KB’ category

Apa Yang Menarik dari KB?

13/10/2010

Tidak ada! Hampir sudah menjadi kebutuhan di era saat ini, Zaman dimana kaum perempuan dan laki-laki sama-sama berkarir. Masa dimana pendidikan anak mulai menjadi sesuatu yang utama. Waktu ketika manusia mulai sadar bahwa anak adalah titipan Tuhan yang harus dijaga kualitasnya supaya tumbuh menjadi manusia yang berkualitas.

Tapi coba tengok ke sekililing, buka mata fisik dan mata batin anda. Betapa banyak ternyata, kaum yang termarginalkan, yang berada dibawah garis kemiskinan, belum mengerti dan memahami kegunaan ber-KB. Sebuah ironi ditengah-tengah kehidupan modern. Bahkan masih ada yang beranggapan bahwa ber-KB itu haram karena mengubah takdir dengan cara menghalang-halangi hadirnya seorang manusia di muka bumi. Sebuah tinjauan yang, menurut saya, Keliru!

Sebagai sesama manusia, ada baiknya kita mengingatkan saudara-saudara yang belum mengerti akan pentingnya ber-KB untuk supaya mereka paham dan mengerti dengan konsep keluarga berkualitas karena dari keluargalah titik nol pendidikan seseorang dimulai.

Ketika peringatan Harganas (Hari Keluarga Nasional) juni lalu, presiden SBY memberikan sebuah pernyataan “Budaya terbuka dengan berdialog harus lebih ditingkatkan lagi. karena jika keluarga berkualitas, masyarakat juga kan berkualitas. Jika masyarakat berkualitas, bangsa juga akan berkualitas”

Sebagai pilar utama pembangunan, sebuah keluarga menjadi tolok ukur dan patokan yang penting. Masyarakat berkualitas tercipta berasal dari keluarga yang berkualitas pula. Namun, bagaimana untuk mewujudkan keluarga berkualitas ini? Agaknya inilah PR kita bersama.

Sebenarnya pemerintah sudah membentuk badan yang menangani masalah KB dan Kependudukan. Namanya BKKBN (Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional). Sebagai penyokong pembangunan berkelanjutan, BKKBN cukup concern dengan program KB-nya.  Melalui program KB, diharapkan masyarakat Indonesia memiliki kesadaran untuk menjadikan keluarga mereka berkualitas. Kualitas keluarga ditentukan tidak saja dari segi materi, namun dari segi pendidikan dan pemikiran. Jika saja pemikiran masyarakat kita sudah setingkat lebih tinggi dari saat ini, maka kebutuhan untuk memajukan mereka pun akan sedikit lebih baik.

Pemerintah, dalam hal ini BKKBN, telah berupaya menyediakan program yang bisa meningkatkan kualitas masyarakat melalui program-program yang sifatnya pemberdayaan masyarakat. Ada program BKB, BKR, BKL, dan UPPKS. Andai saja semua memiliki interest di titik yang sama, bukan tidak mungkin akselerasi pembangunan nasional akan segera tercapai. Namun, sebagai seorang insider sistem birokrasi negeri ini, saya cukup miris dengan kepentingan-kepentingan individu yang disusupkan dalam program-program ini, sehingga program pemberdayaan yang digagas pemerintah seolah jalan ditempat, bahkan mengalami kemunduran.

Jadi apa yang menarik dari KB? Silakan anda jawab saja. Masih dibutuhkan atau tidak ya?

Saya hanya mengajak,  mari sukseskan lagi program KB. Ajak dan beritahu tetangga-tetangga anda untuk mengikuti program KB. Siapa tahu dengan terkendalinya pertumbuhan penduduk, pembangunan dalam negeri mengalami peningkatan. Setuju tak? (HS)

Pahlawan Tanpa Tanda Jasa II

20/08/2010

Siapapun pasti akan menjadikan orang tua dan gurunya sebagai pahlawan. The real superheroes. Pahlawan sejati bagi diri kita yang telah menjadikan kita sebagai manusia berguna. Orang tua yang memberikan pendidikan dan membesarkan kita, juga memperrkenalkan kita dengan segala pernik kehidupan. Juga Guru yang telah membuat kita bisa membaca dan menulis, modal awal untuk ngeblog.

Meskipun kita mengenal guru dengan sebutan pahlawan tanpa tanda jasa, namun tetap jasa para guru tiada terkira. Wajar sekali jika kita menempatkan guru sebagai pahlawan di hati dan diri kita. sebutan itupun melekat pada profesi guru di negeri ini. Tapi tahukah anda bahwa ada sosok pahlawan tanpa tanda jasa lainnya yang tidak dikenal? Bahkan mungkin dilirik sebelah mata pun tidak. Pahlawan yang telah memberikan kontribusi lain pada pembangunan manusia di Indonesia. Ya, merekalah pahlawan Keluarga Berencana.

Saya bukan ingin mengangkat apa yang menjadi bidang pekerjaan saya saat ini, namun hanya ingin memperkenalkan kepada dunia bahwa mereka lah yang telah memberi sumbangsih besar pada pembangunan Indonesia di masa lalu. Dan kini, jasa-jasa mereka sudah dilupakan begitu saja seiring cepatnya perubahan paradigma pembangunan negeri ini.

Adalah Ibu Aan Nurhasanah, salah satu senior saya di kantor, yang telah menceritakan pengalaman pribadinya sebagai tenaga lapangan di sektor pengendalian penduduk ini. Dia menceritakan bagaimana awal mula dia memperkenalkan produk pengendalian penduduk bernama KB. Sungguh heroik di mata saya. Beberapa kali dia cerita hal yang sama, saya selalu tertegun. Betapa luar biasa perjuangannya untuk membuat program ini sukses.

“Zaman dulu, Tahun 70-an, awal-awal ada program KB, ibu sampai dikejar-kejar warga. Dianggap tukang bunuh anak. Bahkan sampai diacungi golok. Hanya karena mereka tidak mengerti apa itu KB.” Demikian Ibu Aan, salah satu petugas KB senior di kantor saya berkisah pada suatu meeting mingguan yang pernah kami laksanakan.

“Itu sudah jadi hal yang biasa. Malah kadang, kita berhari-hari berada di lapangan sebelum dimulai pelayanan. Kita mengadvokasi tokoh-tokoh masyarakat di satu hari, kemudian memberikan penyuluhan dan motivasi kepada masyarakatnya sendiri, berdampingan dengan sang tokoh yang sudah di advokasi pada hari lainnya.”

“Kemudian, kalau mau ada pelayanan KB, ibu sampai harus berjalan kaki ke kampung-kampung. Menyusuri pematang sawah untuk mencapai rumah warga yang berada di pelosok. Kemudian membujuk warga agar mau di KB. Bahkan tak jarang ibu harus menginap di rumah warga. Dan keesokan harinya, kami berangkat ngabring 1) ke tempat pelayanan.” Begitu lanjutnya.

Ibu Aan - salah satu pahlawan tanpa tanda jasa itu

Sungguh, sebuah kisah yang heroik bagi saya. Seorang perempuan yang bahkan rela mengesampingkan perhatian terhadap suami dan anaknya demi keberhasilan program pemerintah saat itu.

Kini bu Aan sudah hampir memasuki masa pensiun. Program KB sempat mendulang sukses di era Suharto. Mengalami masa keemasan pada masa kepemimpinan Bapak Haryono Suyono. Bu Aan tidak perlu lagi harus menerjang bahaya karena kini warga masyarakat generasi ke dua sudah memahami dan mengerti arti pentingnya KB bagi pembangunan keluarga.

-hs-

Sejarah mencatat bahwa perkembangan penduduk Indonesia akan mengalami ledakan jika tidak ada pengendalian. Data berbicara, jika tidak ada program Birth Control, Negeri ini akan menjelma menjadi negeri yang kaya akan jumlah penduduk. Lebih banyak dari jumlah penduduk yang tercatat saat ini. Tertulis dalam sebuah prediksi bahwa jika tidak ada program tersebut, 110 juta jiwa penduduk negeri ini di tahun 70-an akan berbiak menjadi sekitar 282 juta jiwa pada era 2000-an. Namun itu dapat ditekan menjadi sekitar 200-an juta jiwa pada tahun 2000-an tersebut. Menghemat sekitar 82 juta jiwa melalui program birth control ini. Dan kini, sekitar 240 juta jiwa jumlah penduduk Indonesia. Padahal program KB sudah dilaksanakan. Petugas-petugas penyuluh KB masih memberikan informasi dan pengetahuan bagi setiap pasangan usia subur yang membutuhkan informasi. Anda bayangkan jika tidak ada petugas penyuluh dan tidak ada program KB? Berapa ratus juta jiwa penduduk di Indonesia?

Abstrak. Saya yakin itu. Anda tidak akan peduli karena apa yang sudah diperjuangkan para pahlawan KB ini tidak tampak nyata di mata kita semua. Bahkan mungkin di mata seseorang yang duduk di singgasana istana sana. Mengapa demikian? Ya, karena memang tidak terlihat secara nyata seperti apa perjuangan berat mereka. Yaitu berhasil menurunkan angka penduduk Indonesia sebanyak 82 juta jiwa itu.

Saya coba ajak anda membuka mata pikiran. Bayangkan. Saat ini, penduduk negeri kita sudah mencapai angka 240 juta jiwa. Keadaan ekonomi bangsa ini masih dikategorikan labil. Hutang luar negeri menumpuk. Warga miskin membludak. Anak putus sekolah tak terhitung meski program pemerintah gembar-gembor sekolah gratis. Angka pengangguran kian naik drastis dari tahun ke tahun. Fasilitas pendidikan banyak terabai, fasilitas dan sarana lalu lintas banyak tak terurus. Subsidi untuk rakyat tak sepenuhnya terbayarkan. Itu dengan jumlah penduduk yang tertahankan sebanyak 82 juta jiwa atau bahkan mungkin lebih. Apalagi jika tidak ada program pengendalian penduduk macam KB. Anda bisa bayangkan, akan makin berlipat masalah yang hadir di negeri ini. Sementara pemerintah masih “begini-begini saja”.

Akan makin besar dana pemerintah untuk anggaran pendidikan. Akan makin membengkak dana pemerintah untuk anggaran subsidi rakyat. Akan makin menggeliat anggaran untuk membiayai sektor-sektor pembangunan, karena manusia penghuni negeri ini sangat banyak sekali jumlahnya. Dengan pemerintahan seperti sekarang ini, bukan tidak mungkin hutang luar negeri kita akan sangat-sangat membludak. Sekali lagi, Itu jika tidak ada program KB.

Beruntung program KB hadir di negeri ini. Dan sudah sewajarnya pemerintah berterima kasih untuk para pejuang sejati yang memperkenalkan program ini selama hampir 40 tahun. Mereka mengajak masyarakat untuk sadar bahwa ada yang lebih penting dari sekedar punya anak banyak. Ada tugas yang lebih berat dari sekedar hanya melahirkan. Yaitu mengurus dan mendidik anak supaya menjadi manusia Indonesia yang berkualitas. Meski semua serba tidak enak. Mempertaruhkan harga diri bahkan nyawa, mereka tetap melaksanakan tugasnya hingga berhasil menekan itu.

Tayangan kick andy pernah membahas para pejuang ini pada 9 juli 2010. Ada banyak ibu Aan lainnya di seluruh Indonesia yang mendedikasikan separuh hidupnya untuk kebangkitan pembangunan negeri ini. bekerja penuh perjuangan meski tak ditoleh sedikitpun oleh pemerintah di masa kini padahal kontribusi untuk negeri ini sungguh besar. Ada dr. Luh Putu Upadisari dari Bali yang praktik di pasar Badung Bali demi menjemput bola melaksanakan program KB langsung terhadap sasaran. Atau Bapak Dedi Heryadi dari Tasikmalaya yang memilih untuk mengabdikan hidupnya menjadi tenaga penyuluh KB karena trauma dengan kesulitan kelahiran istrinya. Ia tidak ingin kejadian yang menimpa istrinya, menimpa kembali orang lain. Cerita serupa Ibu Aan datang dari Ibu Dalinem di daerah Prambanan Yogyakarta. Perempuan yang memasuki masa tua itu sungguh berjasa bagi pembangunan di Yogya sana. Pada tahun 1971, dia rela keluar masuk kampung mengajak warga lain untuk ikut KB padahal dia tidak dibayar. Dia rela mendapat cibiran dan cemoohan dari warga, hanya demi mengajak warga tersebut ikut KB.

Inilah saatnya pemerintah kembali membuka mata terhadap program KB dan memperhatikan kesejahteraan para petugasnya supaya program ini dapat kembali berjalan, bukan setengah hati seperti sekarang ini. Mengingat kontribusinya untuk negeri tak terhitung lagi. Sekarang jumlah jiwa negeri kita 240 juta jiwa. Apa jadinya jika penduduk tak lagi terkendali, sedangkan pertumbuhan ekonomi dan lapangan pekerjaan stagnan seperti ini?

Kepada yang dihormati bapak Presiden, saatnya konsentrasi anda untuk rakyat dan para petugas pengendalian kependudukan tersebut. Perhatikan kesejahteraan mereka niscaya program ini akan menuai sukses lagi. Karena selain para guru, inilah real superheroes untuk negeri ini. Pahlawan tanpa tanda jasa dua. Petugas Penyuluh KB di seluruh pelosok negeri. (HS)

Kakimanangel, 20agustus2010

Didedikasikan untuk para petugas penyuluh di manapun anda berada.

1) ngabring: berangkat bersama ramai-ramai

Tentang IUD (4), Keuntungan-kerugiannya!

04/07/2010

Seperti halnya alat kontrasepsi yang pernah saya catatkan sebelumnya, bahwa setiap alat kontrasepsi memiliki kelebihan dan kekurangan. Ini menjadi penting anda ketahui karena sebagai calon akseptor anda berhak memperoleh informasi yang benar tentang alat kontrasepsi yang akan anda pilih dan anda gunakan.

Termasuk IUD, sudah pasti alat kontrasepsi ini memiliki kekurangan dan juga kelebihan.

Apa saja sih kelebihan atau keuntungan dari alat kontrasepsi dalam rahim ini? berikut ini adalah beberapa point mengenai keuntungan IUD:

-       Efektifitasnya tinggi. 0,6 – 0,8 kehamilan per 100 perempuan yang menggunakan IUD (1 kegagalan dalam 125 – 170 kehamilan).

-       Akan segera efektif begitu terpasang di rahim anda

-       Anda tidak perlu mengingat-ngingat ataupun melakukan kunjungan ulang untuk menyuntik tubuh anda

-       Tidak mempengaruhi hubungan seksual dan dapat meningkatkan kenyamanan  berhubungan karena tidak perlu takut hamil

-       Tidak ada efek samping hormonal seperti halnya pada alat kontrasepsi hormonal

-       Tidak akan mempengaruhi kualitas dan volume ASI

-       Dapat dipasang segera setelah melahirkan atau sesudah abortus dengan catatan tidak terjadi infeksi

-       Dapat digunakan hingga masa menopause (1 tahun atau lebih setelah masa haid terakhir)

-       Tidak ada interaksi dengan obat-obatan

-       Dapat dipasang kapan saja, tidak perlu pada saat masa haid saja asal anda tidak sedang hamil atau diperkirakan hamil.

Selain keuntungan diatas, anda juga harus memperhatikan kerugian dan efek samping dari IUD ini, apa saja?

Ada beberapa efek samping dari penggunaan IUD ini, diantaranya:

-       Perubahan siklus haid pada 3 bulan pertama, dan akan berkurang setelah 3 bulan

-       Haid akan lebih lama dan lebih banyak.

-       Kadang-kadang terjadi pendarahan (spotting) diantara masa menstruasi

Ketiga hal tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut:

Pada saat seorang perempuan memilih untuk ber-KB IUD, maka akan ada alat kontrasepsi yang merupakan benda asing bagi rahim.  Karena IUD ini berbahan dasar padat, maka pada saat dinding rahim bersentuhan dengan IUD bisa saja terjadi perlukan. Hal inilah yang dapat mengakibatkan keluarnya bercak darah (spotting) di antara masa haid. Demikian pula ketika masa haid, darah yang keluar menjadi lebih banyak karena ketika haid, terjadi peluruhan dinding rahim. Proses ini menimbulkan perlukaan di daerah rahim, sehingga apabila IUD mengenai daerah tersebut, maka akan menambah volume darah yang keluar pada masa haid anda. Darah yang keluar bisa dibedakan, biasanya jika spotting, yang keluar adalah berwarna merah segar, sedangkan pada saat haid, darah akan berwarna kecoklatan.

Jika pada saat haid anda mengalami kondisi yang lebih sakit dari biasanya, itu juga ada kaitannya dengan IUD ini. Biasanya pada saat masa haid ini rahim akan berkontraksi dan dinding rahim akan sedikit berdenyut dikarenakan ada benda asing di dalam tubuh anda. Untuk mengatasi hal ini, anda dapat mengkonsumsi obat penghilang rasa sakit yang banyak di jual bebas di apotek atau toko obat.

Nah, selain ketiga efek samping di atas, ada pula beberapa komplikasi lainnya yang merupakan kekurangan dari IUD ini, yaitu:

-       Akan terasa sakit dan kejang selama 3 hingga 5 hari setelah pemasangan

-       Mungkin dapat menyebabkan anemia jika pendarahan pada saat haid sangat banyak

-       Jika pemasangan tidak benar, bisa saja terjadi perforasi dinding uterus.

-       Tidak bisa mencegah infeksi penyakit menular seksual

-       Tidak baik digunakan pada perempuan yang rentan terkena penyakit menular seksual karena sering berganti pasangan

-       Jika perempuan yang terkena IMS (infeksi menular seksual) memakai IUD, dikhawatirkan akan memicu penyakit radang panggul.

Keterbatasan IUD harus pula anda ketahui supaya anda dapat mempertimbangkan dan meyakinkan pemilihan alat kontrasepsi ini sebagai pilihan utama anda. Apa saja keterbatasannya? Berikut saya catatkan:

-       Memerlukan prosedur medis, termasuk diantaranya adalah pemeriksaan pelvik sebelum dipasang IUD

-       Sedikit nyeri setelah pemasangan, namun biasanya akan hilang dalam jangka waktu 1-2 hari

-       Tidak dapat dipasang dan dikeluarkan oleh anda sendiri, namun memerlukan bantuan petugas terlatih. Dalam hal ini adalah bidan atau dokter

-       Ada kemungkinan IUD bisa keluar dengan sendirinya dari rahim. Hal ini biasanya terjadi pada pasien yang baru saja melahirkan dan segera dilakukan pemasangan IUD. Selain itu, posisi IUD di dalam rahim juga dapat mempengaruhi apakah IUD dapat terlepas atau tidak. Namun kejadian ini sangat langka. Cuma hitungan per mil. Artinya hanya 1 orang yang gagal dari 1000 orang yang dipasangi IUD, serta

-       Anda harus memeriksa posisi benang dari waktu ke waktu. Untuk melakukan pemeriksaan ini, anda harus memasukkan jari anda ke dalam vagina. Sebagian perempuan tidak mau melaksanakan ini.

Catatan khusus untuk IUD ini adalah terkadang timbul keluhan dari pasangan anda ketika melakukan hubungan. Beberapa kasus mencatat bahwa para suami mengeluh bahwa terdapat gangguan pada saat berhubungan. Ini dapat dijelaskan bahwa benang IUD itu sebenarnya tidak boleh terlalu panjang dan keluar dari rahim. Nah, pada kasus keluhan tersebut, benang IUD rupanya terlalu panjang dan menggantung pada lubang vagina (liang sanggama), akibatnya benang tersebut akan ‘tersentuh’ oleh suami. Inilah yang menyebabkan gangguan pada saat anda dan suami sedang melakukan ritual hubungan. Solusinya bagaimana? Tenang saja, anda tidak perlu panik atau khawatir ketika terjadi kasus seperti ini. Anda cukup mendatangi bidan atau dokter yang memasangi anda IUD. Ceritakan keluhan yang suami anda utarakan. Nanti petugas medis akan melipat benangnya ke dalam rahim anda. Meminjam istilah salah satu trainer di balai latihan dan pengembangan KB Provinsi Jawa Barat, melipat benang ini diistilahkan dengan istilah “di blow”, hehehe. Dengan demikian keluhan suami sudah terselesaikan.

Nah, dari beberapa informasi di atas, anda dapat meyakinkan diri anda bahwa IUD ini merupakan alat kontrasepsi yang tepat bagi anda karena terlepas dari keterbatasannya, IUD ini memiliki banyak keuntungan.

Lagi, Tentang IUD (Part 3) – Persyaratan pemakaian IUD

01/07/2010

Sebelumnya, Apa Itu IUD dan Bagaimana IUD bekerja. Nah, sekarang apa saja persyaratan IUD?

selamat membaca :-)

-hs-

Persyaratan pemakaian IUD

Seperti halnya metode kontrasepsi lainnya, jika anda ingin menggunakan IUD maka anda pun harus membaca dulu tentang persyaratan pemakai IUD. Siapa saja yang boleh memakainya, dan siapa saja yang tidak boleh menjadi pengguna IUD ini.

Saya akan mencatatkan untuk anda, siapa saja yang boleh menjadi pengguna IUD dan yang tidak boleh.

Berikut ini adalah yang boleh menggunakan IUD:

-       Perempuan Usia subur

-       Perempuan yang menginginkan kontrasepsi jangka panjang

-       Perempuan yang sedang berada dalam masa menyusui, dan menginginkan IUD sebagai alat kontrasepsinya supaya tidak menghambat lancarnya ASI

-       Perempuan yang tidak menghendaki metode hormonal

-       Tidak menyukai mengingat-ingat minum pil setiap hari

-       IUD dapat digunakan pada semua perempuan perokok

-       Perempuan pasca keguguran boleh menggunakan IUD apabila terlihat tidak ada infeksi

-       Sedang memakai antibiotika atau antikejang, boleh menggunakan IUD

-       Untuk perempuan-perempuan yang memiliki kondisi tumor jinak di payudara, penderita kanker payudara, pusing-pusing sakit kepala, tekanan darah tinggi, varises di tungkai, juga penyakit jantung, BOLEH menggunakan IUD.

-       Perempuan yang pernah menderita stroke, penderita diabetes, memiliki kelainan hati dan empedu, terkena malaria, dan penyakit tiroid, juga BOLEH menggunakan IUD.

-       Perempuan yang menderita TBC nonpelvik juga boleh menggunakan IUD.

-       Serta perempuan yang memiliki penyakit epilepsy juga boleh menggunakan IUD.

-       Penderita skistosomiatis (infeksi yang disebabkan cacing pita)

-       Serta perempuan yang telah mengalami kehamilan ektopik (hamil diluar kandungan), dan pembedahan pelvik.

-hs-

Sedangkan yang tidak diperkenankan menggunakan IUD adalah:

-       Perempuan yang sedang hamil (ada kemungkinan sedang hamil)

-       Memiliki riwayat perdarahan vagina namun belum diketahui penyebabnya

-       Sedang menderita infeksi alat genital

-       Kelainan bawaan rahim yang abnormal, atau terdapat tumor jinak rahim yang dapat mempengaruhi badan rahim.

-       Terkena penyakit trofoblast yang ganas, yaitu penyakit yang timbul biasanya setelah mengalami hamil anggur.

-       Diketahui menderita TBC pelvik

-       Mengalami kanker alat genitalia

-       Perempuan yang memiliki ukuran rongga rahim kurang dari 5 cm

Nah, anda bisa memastikan apakah anda boleh menggunakan IUD atau tidak setelah anda membaca poin-poin diatas. Jika anda tidak begitu yakin dengan kondisi kesehatan anda, silahkan konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter kandungan yang akan memasangkan IUD kepada anda, mengenai kondisi rahim dan kesehatan anda. (HS)

Lagi, Tentang IUD (part 2)

29/06/2010

Sebelumnya, saya sudah mencatatkan tentang apa itu IUD. Silakan klik link ini supaya lebih nyambung dengan bahasan part dua ini. Nah, pada part dua ini, anda akan membaca dan mengetahui cara kerja dari IUD. Silakan. Semoga bermanfaat.

-hs-

Bagaimana IUD bekerja

Pada bagian sebelumnya, anda sudah mengenal apa itu IUD. Nah, disini anda akan mengetahui bagaimana cara IUD bekerja dalam tubuh anda.

Sebelum mengetahui cara kerjanya, ada baiknya anda memahami terlebih dahulu tempat dipasangkannya IUD ini, yaitu di dalam rongga rahim. Dipasangkan oleh dokter atau bidan terlatih dengan cara-cara yang sangat steril. Waktu pemasangan IUD ini tidak lama meskipun untuk memasukkan IUD ke dalam rahim adalah melalui lubang vagina. Dengan menggunakan alat bernama inserter, yang berukuran sebesar sedotan minuman, IUD akan dimasukan. Kemudian jika sudah tepat berada di dalam rahim, inserter ini akan dikeluarkan. Dan IUD akan tertinggal di dalam rahim.

Berbeda dengan metode kontrasepsi hormonal, IUD ini tidak mengandung hormone. Memang pada beberapa alat IUD ini ada yang mengandung hormone progestin. Namun yang kita bicarakan disini adalah IUD non hormonal. Nah, sebagai alat kontrasepsi non hormonal,  cara kerja IUD ini berbeda dengan Implant atau metode kontrasepsi hormonal lainnya. Jika pada metode kontrasepsi hormonal, ada hormone-hormon yang dilepaskan dari alat kontrasepsi yang mempengaruhi keadaan rahim, nah pada IUD ini tidak ada. Murni bekerja sebagai penghalang sperma menuju tuba fallopii supaya tidak terjadi pembuahan.

Lilitan tembaga yang terdapat pada IUD berfungsi untuk menghambat laju sperma supaya tidak bisa mencapai sel telur yang berada di saluran telur (tuba falopii) dengan sempurna. Keberadaan lilitan tembaga ini bisa diibaratkan sebagai jalan berkelok yang akan dilalui sel sperma sehingga lajunya menjadi lebih lambat.

Jika dilihat dari jangka waktunya, metode kontrasepsi IUD ini merupakan metode kontrasepsi jangka panjang. Sesuai namanya, memang jangka waktu pemakaian efektif dari IUD ini cukup lama. Efektifitas IUD ini antara 8-10 tahun.

Meskipun jangka waktu IUD ini cukup lama, namun jika anda merencanakan kehamilan sebelum masa pakai IUD ini habis, maka anda bisa membuka IUD ini kapanpun ketika anda ingin membukanya. Menurut para ahli, kesuburan akan segera kembali begitu anda membuka IUD ini. (HS)

part selanjutnya: persyaratan pemakaian IUD… penasaran? nantikan part 3

Lagi, Tentang IUD – part 1

27/06/2010

Sebuah cerita seorang kawan semasa SMA saya yang kini bekerja di ibukota. Sebagai seorang perempuan yang berkarir, menggunakan alat kontrasepsi sebagai bagian dari upaya mencegah dan mengatur kehamilan sudah menjadi keharusan yang tidak bisa ditawar lagi. Kawan saya – sebut saja namanya Dewi –  ini beberapa kali meminta saya menerangkan seputar alat kontrasepsi yang bisa dia jadikan pilihan, dengan syarat praktis, sekali pakai dan untuk jangka waktu yang cukup lama. Mengingat pekerjaan yang lumayan menyita waktu, Dewi sangat menghindari penggunaan pil dan suntik. Implant pun, Dewi tidak menginginkannya karena Dewi tidak ingin terbebani dengan kandungan hormone yang tersimpan dalam susuk KB tersebut. Saya pun akhirnya menyarankan Dewi untuk memakai IUD atau AKDR.

Saya dan Dewi akhirnya berjumpa melalui dunia maya karena kami memang berada di tempat yang berbeda. Kami beberapa kali terlibat obrolan online melalui fasilitas yahoo messenger. Meskipun saya sudah menyarankan Dewi untuk membaca tulisan saya seputar alat kontrasepsi di blog saya (http://www.tentangkb.wordpress.com), namun rupanya Dewi masih enggan membacanya dengan alasan dia tidak hoby membaca. Jadilah saya menerangkannya pada Dewi tentang apa dan bagaimana itu IUD.

Dan kini, melalui beberapa part ini, saya pun akan berbagi informasi dengan anda para pembaca yang memiliki keingintahuan yang besar tentang alat kontrasepsi yang efektif untuk jangka waktu yang sangat lama ini. IUD.

-hs-

IUD - dok.pribadi

Apa itu IUD

Dari  cerita di atas, saya sudah menyinggung tentang alat kontrasepsi bernama IUD. Pasti anda sudah pernah mendengar juga sebelumnya bukan? Nah, supaya lebih jelas, apa sebenarnya IUD itu, saya akan mencatatkannya untuk anda.

IUD atau Intra Uterine Device adalah alat kontrasepsi non hormonal yang dipakai di dalam rahim. Jika menggunakan istilah bahasa Indonesia, IUD ini diistilahkan menjadi AKDR atau alat kontrasepsi dalam rahim.

Pada jaman dahulu IUD ini berbentuk spiral, maka orang sering menyebutnya dengan spiral. Coba anda tanyakan pada orang-orang yang berusia diatas 40 tahun yang ber-KB IUD, pasti mereka akan menjawab “Pakai spiral”.

Saat ini, IUD Spiral sudah jarang diproduksi. Namun kini digantikan dengan IUD Copper T. Jenis IUD Copper T ini biasanya adalah Cu-T 380A dan IUD Nova T (Schering). Yang akan kita bicarakan disini adalah jenis IUD Copper T, Cu-T 380A.

Sesuai namanya, IUD ini berbentuk seperti hurup T. ukurannya kecil, antara 3 – 4 cm, terbuat dari bahan plastik lentur dan dililiti oleh kawat halus yang terbuat dari bahan tembaga. Terdapat benang halus pada ujung bawahnya, yang berfungsi sebagai alat kontrol atau indicator keberadaan IUD di rahim anda.

Efektifitas IUD ini tergolong baik, hampir mendekati 99,4% dapat mencegah kehamilan. IUD dipasangkan di dalam tubuh anda untuk jangka waktu yang cukup lama, antara 8-10 tahun.

bagaimana IUD bekerja? nantikan di bagian selanjutnya …..

trims sudah mampir membaca (HS)

Perkembangan KB di Indonesia

27/04/2010

Pada bagian sebelumnya saya sudah bercerita tentang sejarah KB dunia. Yang diawali dari teori Malthus yang menyatakan bahwa pertumbuhan penduduk jauh lebih cepat dari kebutuhan hidup. Akibatnya pada suatu saat akan terjadi perbedaan yang besar  antara penduduk dan kebutuhan hidup. Laju pertumbuhan penduduk ini dapat ditekan dengan adanya birth control. Di Indonesia birth control ini dikenal dengan nama Keluarga Berencana (KB).

Bagaimanakah program KB berkembang di Indonesia?

Setelah saya googling dan mencari dari beberapa sumber, salah satunya dari bahan ajar diklatsar, saya memperoleh sedikit catatan untuk saya ceritakan disini. Mau tahu? Begini ceritanya.

Program KB di Indonesia dimulai sekitar tahun 1957. Pada tahun tersebut didirikan perkumpulan Keluarga Berencana (PKB). Pada saat itu program KB masuk ke Indonesia melalui jalur urusan kesehatan (bukan urusan kependudukan). Belum ada political will dari pemerintah saat itu. program KB masih dianggap belum terlalu penting. Kegiatan penyuluhan dan pelayanan masih terbatas dilakukan karena masih ada pelarangan tentang penyebaran metode dan alat kontrasepsi.

Begitu memasuki orde baru, program KB mulai menjadi perhatian pemerintah. Saat itu PKBI sebagai organisasi yang mengelola dan concern terhadap program KB mulai diakui sebagai badan hukum oleh departemen kehakiman. Pemerintahan orde baru yang menitikberatkan pada pembangunan ekonomi, mulai menyadari bahwa program KB sangat berkaitan erat dengan pembangunan ekonomi.

Kemudian pada tahun 1970 resmilah program KB menjadi program pemerintah dengan ditandai pencanangan hari keluarga nasional pada tanggal 29 Juni 1970. Pada tanggal tersebut pemerintah mulai memperkuat dan memperluas program KB ke seluruh Indonesia.

~hs~

Saya mendapat cerita dari para penyuluh KB senior bahwa pada awal pelaksanaan program KB (di tahun 70-an), mereka banyak mendapat tentangan dari berbagai lapisan masyarakat. Ketidak tahuan masyarakat dan para tokoh-tokohnya membuat program ini ditolak mentah-mentah. Apalagi tokoh-tokoh agama yang kala itu masih menganggap KB adalah upaya pembunuhan calon bayi membuat masyarakat semakin berani menolak program ini.

“Wah saya sampai diacungi golok.” Demikian komentar Bu Aan, salah seorang penyuluh KB senior di Kabupaten Cianjur pada sebuah pertemuan yang kami laksanakan rutin setiap hari jumat.

“Itu sudah jadi hal yang biasa. Malah kadang, kita berhari-hari berada di lapangan sebelum dimulai pelayanan. Kita mengadvokasi tokoh-tokoh masyarakat di satu hari, kemudian memberikan penyuluhan kepada masyarakatnya sendiri berdampingan dengan sang tokoh yang sudah di advokasi pada hari lainnya.” Bu Aan masih memaparkan.

“Lalu dilanjutkan dengan pelayanan KB-nya itu sendiri.” pungkas Bu Aan, yang merupakan salah satu senior saya di kantor.

Selama hampir 30 tahun program KB berjalan, dari tahun 1970-2000, baru masyarakat Indonesia bisa menerima bahwa KB adalah kebutuhan. Berangsur-angsur dari tahun ke tahun berkat kegigihan para pejuang KB pada masanya, masyarakat negeri ini mulai sadar dan mengerti bahwa ternyata program KB bukanlah program pembunuhan calon bayi. Namun program untuk mengatur kelahiran bayi supaya tidak terlalu berdekatan dan tidak terlalu banyak.

Nampaknya hal ini memang tidak mudah dilakukan. Selama berpuluh tahun para pejuang KB di lini lapangan terus memperjuangkan dan menyadarkan masyarakat bahwa program KB ini adalah salah satu program yang dapat menghantarkan mereka memiliki keluarga yang berkualitas.

Angka mencatat, terdapat penurunan TFR Selama dari tahun 1970 hingga tahun 2000.

Apa sih TFR? Sejenis angka sensus kah? Hehe, bukan… TFR adalah kependekan dari Total Fertility Rate, yaitu rata-rata kemampuan seorang perempuan melahirkan bayi selama masa reproduksinya. Pada tahun 1970, TFR tercatat 5,6. Ini artinya pada tahun tersebut, rata-rata perempuan Indonesia melahirkan bayi antara 5 hingga 6 orang bayi selama masa suburnya. Dan pada tahun 2000, TFR turun menjadi 2,8. Artinya di era 2000-an ini kemampuan seorang perempuan bereproduksi menghasilkan 2 hingga 3 orang anak selama masa suburnya.

Penurunan angka rata-rata kelahiran ini tentu tidak lepas dari peranan para penyuluh KB lapangan atau yang lebih dikenal dengan tenaga PLKB. Mereka lah yang berjasa menyadarkan masyarakat bahwa betapa pentingnya memiliki anak yang tidak terlampau banyak. Berkat perjuangan tersebut, Indonesia berhasil menekan jumlah penduduk sebanyak 79 juta jiwa selama dari tahun 1970 hingga 2000.

Berdasarkan data yang saya peroleh pada saat pelatihan dasar umum tahun 2006 di Balai diklat BKKBN Provinsi Jawa Barat, jumlah penduduk Indonesia pada tahun 1970 tercatat lebih kurang 110 juta jiwa, maka setelah dilaksanakan program KB, pada tahun 2000 jumlah penduduk Indonesia adalah 203 juta jiwa. Itu setelah dilaksanakan program KB. Jika program KB tidak dilaksanakan, maka jumlah penduduk di Indonesia diprediksi akan meledak hingga 282 juta jiwa. Sebuah angka yang fantastis bukan?

Kita bayangkan saja, jika pada tahun yang sama jumlah penduduk Indonesia lebih banyak, maka akan banyak tempat dan lahan pesawahan yang terbabad menjadi lahan perumahan. Akan banyak sekolah-sekolah yang harus dibangun oleh pemerintah jika ingin rakyatnya tetap terpelihara. Akan banyak biaya yang digunakan oleh setiap keluarga untuk menafkahi anggota keluarganya. Akan banyak sekali masalah-masalah lainnya. Dan itu akan lebih pelik dibandingkan dengan masalah yang ada saat ini. sekarang saja, dengan adanya program KB, kemiskinan masih belum terhindarkan. Apalagi jika program KB tidak dijalankan? Apa jadinya bangsa kita? apa jadinya kota tempat tinggal anda? Apa jadinya keluarga anda? Dan akan jadi apa anak-anak anda kelak, jika mereka tidak terpelihara secara kualitas, sementara persaingan di era modern ini makin ketat!!!

~hs~

Memang perjuangan para tenaga penyuluh KB seolah tidak ada. Tidak terlihat dan tidak terasa. Padahal tanpa mereka, program KB mungkin tidak akan terlaksana. Tanpa mereka keberhasilan program ini hanya akan menjadi isapan jempol belaka. Sudah seharusnya lah mereka diberikan kesejahteraan yang lebih baik oleh pemerintah karena mereka lah yang menjadi ujung tombak keberhasilan program KB di Indonesia. (HS)

nb: dilarang menjiplak seluruh isi tulisan tanpa sepengetahuan pemilik blog ini

Sejarah Perkembangan KB

19/04/2010

Ini adalah sedikit catatan yang saya buat dan saya rangkum dari beberapa sumber bacaan. Dengan dilatarbelakangi keingintahuan bagaimanakah sejarah adanya KB, maka saya membuat ini.

Dari sekitar 13 Lembar halaman yang saya buat, saya coba ambil mengenai sejarah KB saja. selamat membaca.

~hs~

Adalah Margareth Sanger, seorang juru rawat di Amerika yang pertama kali menggagas program pengendalian penduduk. Margareth yang hidup antara rentang waktu 1883 – 1966 mencanangkan program Birth Control.

Pada tahun 1912, Margareth bertemu dengan sebuah kasus menghadapi seorang ibu muda yang berusia 20 tahun bernama Saddie Sachs. Saddie adalah seorang yang sengaja menggugurkan kandungannya karena dia tidak menginginkan anak lagi. Ketidak tahuan Saddie tentang cara menjarangkan kelahiran membuat Saddie harus meregang nyawa, persis dipangkuan Margareth. Dari situ, Margareth mulai berpikir  tentang program penjarangan kelahiran.

Dari pengalamannya sebagai juru rawat, Margaret sanger cukup mengetahui kebutuhan  ibu-ibu untuk tidak memiliki anak banyak karena alasan ekonomi, kesehatan dan social. Terkadang, ibu-ibu yang dia hadapi tersebut putus asa dan kemudian menemui ajalnya sebagai akibat aborsi yang dilakukan mereka. Dari pengalamannya tersebut, kemudian ia terjun dalam gerakan Birth Control di Amerika.

Program Birth Control yang digagasnya banyak mengalami tentangan dari beberapa pihak. Namun Margareth tetap gigih dan tidak putus asa. Ia mengajak para dokter dan juga bidan untuk bergabung dalam pergerakan tersebut. Ia pun kemudian belajar ke eropa mengenai alat kontrasepsi, dan menerbitkan sebuah buku berjudul “Family Limitation”. Penerbitan buku tersebut mendapat tentangan dari berbagai kalangan. Margareth kemudian ditangkap (meskipun akhirnya dibebaskan kembali) setelah menerbitkan buku tersebut.

Margareth Sanger terus memperjuangkan program Birth control di Amerika. Dia membuka klinik birth control pertama disana. Hal ini mendapat tentangan dari tokoh-tokoh setempat. Namun Margareth tidak putus asa. Meskipun dia ditangkap beberapa kali, Margareth terus berjuang. Hingga akhirnya perjuangan Margareth mulai menampakkan hasil.

Pada tahun 1921, kongres nasional pengaturan kelahiran pertama akhirnya diselenggarakan di Amerika. Hasilnya dibentuklah American Birth Control League. Dan Margareth Sanger diangkat sebagai ketuanya. Selanjutnya pada tahun 1923 mulai dibuka biro klinik pengaturan kelahiran. Hal ini membuka jalan terhadap pembukaan ratusan klinik sejenis di Amerika.

~hs~

Sejalan dengan perjuangan Margareth Sanger di Amerika, di Inggris pun terdapat seorang penggagas program KB. Dia adalah Marie Stoppes. Sebenarnya Stoppes menjalankan program ini lima tahun lebih dulu dibanding Sanger.

Stoppes yang hidup pada kurun 1880 – 1950 merasa prihatin dengan kehidupan kaum buruh di Inggris saat itu. kehidupan kaum buruh di Inggris kala itu sungguh jauh dari standar layak. Undang-undang perburuhan belum sempurna mengatur kesejahteraan para buruh sehingga kehidupan para buruh sangat miskin sekali dan serba kekurangan. Jam kerja yang cukup ketat membuat waktu istirahat buruh tersebut sedikit. Tidak ada hiburan yang bisa mereka lakukan ketika istirahat, kecuali bertemu dengan keluarga dan bergaul dengan istrinya.

Sungguh menyedihkan, selain kemiskinan, mereka pun memiliki banyak anak. Itu yang dilihat oleh Marie Stoppes yang juga seorang bidan. Keprihatinan Stoppes membuahkan pemikiran bahwa salah satu jalan yang bisa memperbaiki keadaan dan kehidupan para buruh tersebut adalah dengan melakukan pengaturan kelahiran. Saat itu di Inggris sudah dikenal pemakaian kondom. Selain itu, Stoppes juga memberikan pengetahuan kepada para buruh tersebut tentang cara pantang berkala.

~hs~

Demikianlah pertama kali program KB digagas. Kini, semakin hari program ini semakin menjadi kebutuhan. Semoga kesadaran untuk ber-KB makin tertanam dalam kehidupan anda semua.

catatan KB: INJECTION

07/01/2010

Hehe, saya menggunakan judul sok nginggris, padahal mau bilang suntik. Ini sih semata-mata untuk menggiring pembaca mengklik tulisan saya hihi….

***

Dalam suatu penyuluhan di ruang Delima RSUD Cianjur, saya dan tim penyuluh selalu memberikan  materi tentang seputar alat kontrasepsi. Macam-macam alat kontrasepsi, mulai dari IUD, Implant, Kondom, Kondom Perempuan, Pil, dan juga suntik. Kadang ada yang antusias mengikuti, tapi tak jarang yang acuh tak acuh bahkan keluar ruangan sebelum penyuluhan selesai. Tidak mengapa, toh buat kepentingan ibu-ibu yang baru saja melahirkan itu.

Oya, ruang Delima ini adalah ruangan dimana ibu-ibu yang baru saja melahirkan ataupun keguguran dirawat. Ruangan ini menampung pasien yang beragam, mulai dari pasien kelas 1 sampai kelas 3. Nah, kebanyakan yang diikutsertakan dalam penyuluhan adalah pasien kelas 3, dengan asumsi bahwa pasien kelas 1 tingkat kesadaran memakai kontrasepsinya sudah ada.

Setiap habis memberikan materi, teman senior saya selalu mereview para ibu yang hadir kira-kira alat KB apa yang mau dipakai selepas dari masa perawatan di rumah sakit ini. Dan, hampir 50% menjawab:”Abdi mah bade nyobian suntik heula we, nu tilu sasih (Saya mau coba suntik yang tiga bulan).” Dan saya mencatat satu persatu jawaban para ibu tersebut, untuk bahan laporan dan evaluasi hasil penyuluhan.

Iseng-iseng, saya mencoba menghitung pencapaian peserta kb baru suntik di kecamatan Cianjur berdasarkan hasil updating data tahun 2009. Setelah saya hitung, ternyata prosentase kesertaan ber-KB suntik diatas 40% dari keseluruhan peserta KB kecamatan Cianjur yang tercatat sebanyak 21586 peserta.

Sebenarnya bagaimana sistem KB Suntik itu?

dua jenis suntik KB, biru 3 bulanan, hijau 1 bulan. (HS.2011)

Saya mencoba menuliskannya kembali untuk para pembaca, yang saya olah dari berbagai sumber yang saya peroleh.

Suntik, adalah obat kontrasepsi. Disebut obat karena  mengandung hormon yaitu hormon dari golongan estrogen dan juga progesterone. Seperti halnya pil, suntik juga terbagi menjadi dua jenis yang biasanya dibedakan berdasarkan masa pemakaian. Suntik 1 bulan dan suntik 3 bulan. Obat suntik 1 bulan, biasanya mengandung hormon dari golongan progestin dan estrogen, sehingga akan berpengaruh terhadap kelancaran ASI bagi ibu yang menyusui. Sedangkan suntik 3 bulanan, hanya mengandung hormon dari golongan progestin saja. Jika pada pil, lebih mirip minipil. Suntikan jenis ini, tidak berpengaruh terhadap kelancaran ASI.

(more…)

catatan KB: PIL

03/01/2010

Seorang teman SMA saya tiba-tiba mem-buzz saya di yahoo messenger. Dia mengajak  ngobrol melalui fasilitas yang disediakan oleh grup yahoo tersebut. Awal obrolan diisi dengan basa-basi tidak penting. Saya tahu teman saya ini ada perlu dengan saya, makanya dia tumben-tumbenan mau mengajak ngobrol online. Padahal terakhir kami ngobrol di udara ini adalah beberapa saat setelah dia menikah.

Saya tanya kabar terakhir dia, dan ternyata dia sedang mengandung besar dan hampir melahirkan. Obrolan mulai meruncing ke arah pekerjaan saya setelah teman masa SMA ini bertanya:

“Eh, kalau alat KB yang paling bagus apa sih?”

Yang paling bagus??? Tergantung sih, maunya pake apa. Semua ada kekurangan dan kelebihannya.

“Kalau pil bagaimana??? Soalnya karena satu dan lain hal saya dianjurkan pakai pil.”

***

Dalam setiap penyuluhan yang kami  selenggarakan di ruang delima RSUD Cianjur, kami selalu mereview alat/obat kontrasepsi yang akan dipakai oleh ibu yang baru saja melahirkan. Rata-rata dari mereka selalu memberikan jawaban antara pil atau suntik, meskipun sebenarnya kami lebih menyarankan untuk ber-IUD saja.

Sebenarnya apa sih pil KB itu?

Pil KB adalah salah satu cara berkontrasepsi yang berisi gabungan hormon golongan estrogen dan progesterone, dan berbentuk pil/tablet. Setiap stripnya berjumlah 21 dan 28 buah. Pil KB ini ada dua jenis lho (jenis ya, bukan merk). Jenis yang pertama yaitu yang hanya mengandung golongan hormon progesteron saja (disebut juga minipil progestin only), dan yang lainnya adalah pil gabungan estrogen dan progesteron.  Untuk membedakannya mudah saja, minipil ini semuanya berwarna putih dalam setiap stripnya, sedangkan yang campuran (pil kombinasi) berwarna putih sebanyak 7 buah pil, dan sisanya berwarna kuning.

pil KB kombinasi - HS.2011

pil KB menyusui disebut juga pil KB progestin Only atau minipil (HS.2011)

petunjuk untuk meminum pil KB, ikuti tanda panah, ngga boleh sembarangan (HS)

Cara kerja dari pil kb  terletak pada hormon yang dikandungnya dengan cara menekan ovulasi yang akan mencegah lepasnya sel telur dari ovarium.  Mengendalikan lendir mulut rahim sehingga sperma tidak dapat masuk ke dalam rahim, serta menipiskan lapisan endometrium. Untuk meminumnya, diawali dari hari pertama hingga hari ke lima masa haid.

Kenapa pil ini dibedakan. Ini untuk memudahkan konsumen yang sedang menyusui. Minipil, tidak berpengaruh pada Air Susu Ibu yang sedang menyusui anaknya.

Apa saja sih keuntungan dari meminum pil ini?

  1. Penggunaannya murah dan mudah. Cukup diminum satu butir pil satu hari.
  2. Mengurangi rasa sakit ketika haid
  3. Mencegah kehamilan diluar rahim, kanker rahim, dan kanker payudara.
  4. Cocok untuk menunda kehamilan bagi pasangan muda yang baru saja menikah.

Namun, selain keuntungan tersebut, pil ini memiliki kerugian alias efek samping.

Pertama, para pemakai pil ini harus memiliki disiplin yang tinggi karena harus meminum pil ini setiap hari dan tidak boleh terlewatkan. Kemudian dapat meningkatkan infeksi jamur di sekitar Ms.V, dan akan menimbulkan perdarahan antara masa haid. Selain itu, karena pil ini mengandung hormon maka tubuh para pemakainya akan bereaksi berbeda-beda tergantung dari metabolisme tubuh akseptor pemakai. apa saja reaksi itu? Bisa berupa kesuburan berat badan alias jadi gendut, kemudian bisa berupa timbul jerawat, bahkan bisa juga menimbulkan flek-flek kecokelatan di muka anda. Pil ini tidak dianjurkan bagi perempuan berumur diatas 30 tahun, karena akan mempengaruhi metabolisme tubuh.

Oya, Pil ini tidak boleh digunakan untuk anda yang memiliki riwayat berikut: sakit jantung, tumor ganas, lever, stroke, kelainan jantung, varises, dan juga darah tinggi, dan juga migren. Selain itu, perempuan diatas 35 tahun dan perokok berat dilarang untuk mengkonsumsi pil kombinasi (pil campuran).

Jadi apakah anda berpikir untuk menggunakan pil, atau akan menggunakan alat kb yang lain?(HS)


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 1,150 other followers