Posted tagged ‘kb pria’

Tentang KB Pria (4-Habis) – Kondom

30/12/2011

Sebelumnya, saya sudah menulis 3 tulisan mengenai KB Pria. anda silakan scroll ke bawah, ada tiga judul tulisan Tentang KB Pria. Nah, sebelum tutup tahun 2011, saya akan menyelesaikan PR yang tertunda yaitu menyelesaikan tulisan penutup tentang KB Pria.

Sebenarnya, ada satu lagi KB untuk Pria selain vasektomi dan kondom yang akan dibahas hari ini. KB Pria ketiga adalah Pil KB Pria. Namun khusus untuk pil KB, saat ini masih dalam penelitian di universitas Airlangga Surabaya. Anda bisa membacanya dengan klik tautan ini.

Nah, saat ini saya ingin menuliskan tentang kondom. saya juga sebenarnya pernah menuliskan tentang kondom di blog ini. Namun, ada baiknya saya upload ulang tulisan tentang kondom ini.

Kondom sebagai alternatif KB pria - ilustrasi: doc HS

Kondom (more…)

Tentang KB Pria 3 – Vasektomi

27/12/2011

Vasektomi merupakan upaya untuk menghentikan fertilitas. Seperti yang dituliskan di atas, metodenya menggunakan operasi kecil dan hanya berlangsung sebentar. Ketika seorang pria memilih untuk melaksanakan vasektomi, maka dia harus memenuhi persyaratan-persyaratannya.

Hampir sama dengan tubektomi, persyaratan vasektomi juga mengharuskan calon akseptor sudah berusia di atas 30 tahun, dengan jumlah anak lebih dari dua. Hal ini dikarenakan vasektomi juga merupakan metode permanent yang menyebabkan kemandulan.

Perlu diingat, vasektomi ini tidak mempengaruhi hormon pria. Tidak berpengaruh juga terhadap gairah dan kemampuan seksual. Hal lainnya yang perlu diingat adalah jika sudah dilaksanakan prosedur operasi, maka anda ataupun suami harus tetap menggunakan salah satu alat kontrasepsi mengingat spermatozoa masih ada dalam saluran vesikula seminalis. Setelah  melewati 15-20 ejakulasi, itu artinya cairan yang keluar sudah tidak lagi mengandung sel sperma.

Catatan lainnya, jika seorang pria sudah melaksanakan operasi vasektomi, maka yang harus diperhatikan adalah catatan-catatan berikut:

  1. Band aid (penutup luka bekas operasi) jangan dulu dibuka hingga minimal 3 hari
  2. Luka yang sedang dalam masa penyembuhan jangan ditarik-tarik apalagi digaruk
  3. Usahakan daerah yang dioperasi tetap kering
  4. Mandi diperbolehkan setelah 24 jam pascaoperasi dengan catatan daerah bekas operasi tetap kering
  5. Hindari mengangkat barang berat atau bekerja keras pada 3 hari pertama setelah operasi
  6. Boleh bersenggama setelah 2-3 hari pascaoperasi, namun disarankan untuk menggunakan kondom terlebih dahulu. Dikhawatirkan sel sperma yang berada di bagian luar saluran yang diikat tersebut, masih aktif
  7. Jika ada nyeri, minumlah obat antinyeri atau obat analgesik, serta konsultasikan kepada dokter yang melakukan operasi.

Lantas, di manakah bisa diperoleh pelayanan vasektomi? Biasanya beberapa rumah sakit atau puskesmas menyediakan pelayanan semacam ini.

Sebenarnya, Mariska Lubis (seorang konsultan seks dan relationship) pernah menuliskannya di blog kompasiana. Namun, karena bahasan kali ini adalah tentang  metode kontrasepsi pria, maka saya mencoba untuk merangkum apa yang pernah Mariska tuliskan.

Berikut adalah tulisan Mariska Lubis yang sengaja saya kutipkan disini:

Banyak pria yang menganggap vasektomi sama dengan dikebiri. Mungkin karena kurangnya pengetahuan tentang hal ini. Kalau dibandingkan dengan pengetahuan tentang alat Keluarga Berencana yang lain, sepertinya vasektomi yang paling jarang diungkap. Ditambah lagi kebanyakan perempuan yang ogah banget suaminya divasektomi.  “Nanti bebas, dong, main sana main sini!!! Kan, nggak bisa punya anak dari selingkuhan?! Mereka pasti merasa lebih aman.” Hehehe… jadi aja… salah kaprah!!!”

Untuk anda yang ketakutan dan meyakini mitos bahwa  divasektomi sama dengan dikebiri, maka mulai sekarang anda harus mengenyahkan jauh-jauh pemikiran tersebut. Karena vasektomi bukanlah dikebiri.  Pada dasarnya vasektomi itu adalah proses pengikatan saluran vas deferens. Saluran ini adalah saluran untuk menyalurkan sel sperma. Dengan terikatnya saluran vas deferens, maka cairan yang keluar sudah tidak lagi mengandung sel sperma.

(more…)

Tentang KB Pria (2) – Proses Pembentukan Sperma

06/12/2011

KB pria - ilustrasi: doc HS

Dalam sebuah kesempatan pembinaan ketahanan keluarga bagi kelompok remaja, saya bersama seorang atasan saya melakukan penyuluhan tentang kesehatan reproduksi remaja kepada lima orang pengurus PIK Remaja di salah satu desa di kota tempat tinggal saya. Kami sedikit bercerita tentang sistem reproduksi pria terutama mengenai kapan sel sperma mulai diproduksi.

Ketika seorang pria memasuki masa akil baligh, maka dia sudah mulai memproduksi sel sperma. Pada masa-masa ini, seorang remaja hendaknya mulai memahami perannya sebagai laki-laki dengan tidak melakukan gaya hidup bebas ala anak muda kota besar. Pada masa-masa remaja inilah seorang laki-laki akan mulai mengalami perubahan sekunder pada tubuhnya.

Bagaimana sih sebenarnya proses pembentukan sperma itu? hmm, nama ilmiah proses pembentukan sperma itu disebut sebagai spermatogenesis. (pada perempuan oogenesis yaitu pembentukan sel telur). Ada beberapa step atau tahapan dalam pembentukan sperma tersebut.  Akan saya sedikit ceritakan berdasarkan pengetahuan yang saya miliki.

Spermatogenesis terjadi di testis. Tepatnya pada sebuah tempat bernama tubulus seminiferus. Sekilas tentang tubulus seminiferus, dindingnya terdiri dari jaringan ikat dan jaringan epitel germinal atau jaringan epitel benih yang berfungsi pada saat pembentukan sperma. Kumpulan tubulus seminiferus tampak seperti pintalan-pintalan dan tersimpan dalam tempat bernama ruang-ruang testis atau diistilahkan lagi menjadi lobulus testis. Ada sekitar 250 lobulus dalam satu buah testis. Jaringan epitel germinal atau jaringan epitel benih yang terdapat dalam tubulus seminiferus dibentuk dari sel epitel germinal. Sel-sel inilah yang disebut spermatogonia. Spermatogonia inilah yang terus menerus membelah diri. Nah sebagian dari spermatogonia ini berdiferensiasi melalui proses tertentu menjadi sel sperma.

ilustrasi spermatogenesis atau pembentukan sperma (diambil dari gametorief.blogspot.com)

(more…)

Tentang KB Pria (1) – Sistem Reproduksi Pria

28/11/2011

kondom, salah satu metode KB untuk kaum pria (doc HS.2011)

Jika selama ini tulisan yang saya upload lebih banyak memberikan informasi seputar KB untuk perempuan, kali ini saya coba ketengahkan KB untuk pria. Sebenarnya hal ini sudah saya informasikan sekilas di sini. Namun ada baiknya saya sajikan lagi kepada anda, siapa tau memang banyak yang membutuhkan informasi ini. saya hanya melengkapi apa yang sudah anda temukan di google.

Saat ini baru dua saja metode kontrasepsi bagi kaum pria. Adalah MOP (metode operasi pria) atau lebih dikenal dengan istilah vasektomi, dan kondom. Keduanya saat ini masih menjadi andalan bagi kaum pria yang sudah concern dengan program KB. Namun beberapa masa ke depan, akan ada metode baru bagi kaum pria yaitu pil KB pria.  Mengenai pil KB pria ini, pihak peneliti dari UNAIR sedang melaksanakan finishing research sehingga kita tinggal menunggu saja peluncuran metode KB tersebut.

Sebelum membahas beberapa cara mengenai metode KB Pria ini, ada baiknya anda memahami terlebih dahulu sistem reproduksi pria.

Sistem reproduksi pria merupakan sistem yang memproduksi sel sperma yang akan membuahi sel telur untuk membentuk keturunan.

Yang akan kita bicarakan dalam sistem reproduksi pria dalam catatan ini meliputi organ reproduksi pria, proses pembentukan sperma, dan seputar hormon pada pria. Mengenai organ reproduksi, akan dibahas lebih awal karena selain sebagai pembuka catatan lainnya, juga agar anda para pembaca lebih mengetahui apa dan bagaimanakah organ reproduksi pria tersebut. (more…)

Kontrasepsi Pria Dari Ekstrak Gandarusa

01/10/2011

tanaman Gandarusa (picture search by google.co.id)

Selamat datang bulan oktober… dan kabar gembira untuk anda para akseptor KB pasangan usia subur yang sedang menjalankan program penjarangan kehamilan. Terutama untuk pasangan dimana pihak perempuan memiliki masalah tersendiri dengan alat kontrasepsi yang ada selama ini.

Saat ini tengah dikembangkan metode kontrasepsi bagi pria dari ekstrak tanaman Gandarusa.

Adalah salah seorang peneliti dari universitas Airlangga Surabaya, Drs. Bambang Prayogo, Apt. yang meneliti khasiat dari tanaman Gandarusa dan pengaruhnya sebagai kontrasepsi alami bagi pria. Penelitian Drs. Bambang tersebut merupakan penelitian lanjutan setelah sebelumnya Prof. Ir. Moeso S, dan Drs. Agus P  menemukan bahwa tanaman Gandarusa ini dimanfaatkan oleh masyarakat pedalaman Papua sebagai obat KB Pria.

(more…)

[OOT]: Header Baru… Tetap Biru

27/09/2011

Pembaca yang budiman, dan para akseptor sekalian..

setelah saya otak atik, dan mendapat masukan dari beberapa teman, akhirnya saya pilih header barunya seperti yang tampak seperti sekarang ini. saya hilangkan logo KB nya, dengan tetap menggunakan background berwarna biru.

Gambar dalam header di atas adalah alat kontrasepsi IUD dengan tagline yang masih sama, TENTANG KB, keluarga berencana, keluarga berkualitas.

Enjoy your time, selamat membaca, semoga mata anda menjadi nyaman ketika berkunjung di blog saya. salam (HS)

Header lama

header baru yang akhirnya dipilih (HS)

Partisipasi Pria dan Kesetaraan Gender

22/12/2010

selama ini kaum perempuan lah yang menjadi subjek program KB - HS.2010

Sore ini saya sedang ngetwit bersama teman-teman. Tiba-tiba sebuah berita muncul di timeline saya yang berasal dari twit media berita yang saya follow. Saya menjadi tertarik untuk membaca berita karena berita itu isinya seputar program KB.

Judul berita yang dimuat di situs berita antaranews.com itu berjudul “KB Pria mampu mewujudkan kesetaraan gender”.

Dalam berita tersebut tertulis pernyataan kepala BKKBN Pusat, Sugiri Syarief. Sugiri menyatakan bahwa Peningkatan partisipasi pria dalam Program KB dan Kesehatan Reproduksi adalah langkah yang tepat dalam upaya mendorong kesetaraan gender dan menyuksekan pencapaian pembangunan Milenium (MDGs) 2015.

Sugiri meneruskan pernyataannya bahwa kita tidak bisa menutup mata, selama kurun waktu 30 tahun keberhasilan program KB masih banyak didukung oleh peran wanita dalam penggunaan alat kontrasepsi. Pada tahun 2002 tercatat tingkat pemakaian kontrasepsi adalah 60,3 persen. Kontribusi pria terhadap angka itu hanya 1,3 persen yang terdiri dari kondom saja.

Selain itu, Sugiri juga menyatakan bahwa akses informasi dan akses pelayanan KB pria menjadi terbatas karena minimnya kualitas pelayanan yang belum sesuai harapan, terbatasnya pilihan cara dan metode KB pria yakni kondom dan MOP, serta rendahnya dukungan politis dan sosial budaya.

Memang belum banyak pilihan untuk para pria berkontribusi dalam KB. Hanya ada dua saja, kondom dan vasektomi. Selain hal di atas yang disebutkan Sugiri Syarief, kendala lainnya mengenai partisipasi pria terhadap program ini adalah rendahnya minat pria untuk ber-KB, serta kurang sadarnya para pria untuk berpartisipasi dalam program ini, seperti yang tertuang dalam tulisan saya sebelumnya.

“ Peningkatan partisipasi pria untuk ber-KB ini dapat mendukung peningkatan pencapaian kesetaraan gender.” Demikian Sugiri Syarif berpendapat tentang hubungan partisipasi KB Pria dan Kesetaraan gender.

Sugiri melanjutkan, ” Dalam MDGs isu pertumbuhan penduduk, keluarga berencana dan kesehatan reproduksi tidak disebutkan secara eksplisit, namun banyak studi membuktikan MDGs tidak mungkin dicapai jika persoalan dasar kependudukan tidak ditangani dengan baik.”

Terkait dengan hal itu, ada sedikit berita yang membuat para praktisi KB tersenyum lebih lebar. Apa pasal?

BKKBN Pusat bekerja sama dengan Unair Surabaya dan PT Indofarma melaksanakan penanda tanganan nota kesepahaman atau MoU dalam bentuk kerjasama berupa penelitian, pengembangan, produksi, pemasaran, sosialisasi, dan distribusi kontrasepsi pria dari ekstrak daun Justicia gendarussa (daun gendarusa). Penanda tanganan ini terjadi sekitar akhir oktober lalu.

Semoga saja dengan dikembangkannya alat kontrasepsi untuk pria yang lain, selain vasektomi dan kondom, akan memberikan angin segar dalam peningkatan partisipasi pria dalam kesertaannya mengikuti program KB. Dengan begitu harapan tercapainya kesetaraan gender akan berakselerasi sesuai dengan tujuan MDGs 2015. (HS)

Kareyo, 22122010

 

sumber: antaranews.com

Suami, Kadang Menjadi Momok Program KB

22/12/2010

ilustrasi penyuluhan terhadap kaum pria - HS.2010

Beberapa hari ke depan, kantor saya akan kembali melaksanakan pelayanan KB gratis. Kali ini yang akan dilayani secara Cuma-Cuma adalah pelayanan KB MOW (Metode Operasi Wanita). Metode ini lebih dikenal dengan nama tubektomi atau sterilisasi.

Metode KB ini dilakukan dengan cara mengikat atau memotong salah satu bagian rahim, yaitu saluran telur (tuba falopii). Kedua saluran telur (bagian kanan dan kiri) diikat supaya sel telur tidak keluar dari saluran telur tersebut. metode ini dilakukan dengan cara mengoperasi dinding perut pasien untuk kemudian mengikat saluran telur agar fertilisasi menjadi terhambat.

Mungkin anda bisa mencari artikel tentang MOW ini di bagian lain tulisan saya. silakan search saja. Saya kali ini tidak ingin menjelaskan tentang MOW ini karena memang sudah pernah saya bahas sebelumnya.

-hs-

Beberapa hari yang lalu saya beredar ke lapangan untuk mensosialisasikan penyelenggaraan pelayanan MOW tersebut. Tepat di salah satu RW di wilayah binaan saya, ada seorang ibu yang sudah mempunyai empat orang anak. Ibu ini tertarik dengan program MOW gratis ini. maka, saya pun mengajaknya untuk memakai MOW.
Hati saya sungguh miris dan sedih manakala hari ini saya mendapat cerita dari beberapa orang kader saya di lapangan, ketika saya memastikan keikut sertaan si ibu calon akseptor tersebut.

Menurut informasi yang disampaikan kader posyandu tersebut, si ibu calon akseptor ini berasal dari keluarga pra sejahtera. Sebutan untuk keluarga yang sangat miskin sekali.

Yang membuat saya geram adalah perilaku suaminya. Maaf, bukan maksud saya menghina, namun berdasarkan cerita dan fakta yang dilihat oleh ibu-ibu kader posyandu. Suami si calon akseptor ini terdengar kurang ajar.

Secara pekerjaan, dia tak mempunyai pekerjaan tetap. Usianya sudah hampir menginjak enam puluh, sementara si calon akseptor belum lebih dari empat puluh. Jumlah anaknya empat. Anak terkecil baru berusia dua bulan. Prosesi persalinannya sungguh beresiko menyebabkan kematian, karena pecah ketuban duluan, namun si suami nampak tak peduli, hingga para tetangga membawa si calon akseptor ini bersalin di rumah sakit. Anak terbesar mungkin sekitar kelas tiga SD. Namun tidak disekolahkannya. Malah, katanya, disuruh menjadi peminta-minta di jalan raya.

Anak yang kedua pun bernasib sama. Namun hari ini dia menolak ikut sang bapak. Dan memilih ikut si ibu pergi ke posyandu. Mungkin capek harus meminta-minta di jalan raya, sementara anak sebayanya masih asyik bermain-main dengan mainan setaraf umurnya.
Si ibu calon akseptor sendiri harus menjadi pemulung. Mirisnya, ketika kandungannya belum lahir kemarin, dia masih sempat memulung barang-barang rongsokan.

Sungguh keterlaluan suami si calon akseptor ini. saya menjadi geram manakala si suami ini tidak peduli dengan keluarga dan nasib istrinya. Dia tidak membolehkan sang istri mengikuti pelayanan gratis MOW dari kantor saya. namun, rupanya, si ibu calon akseptor ini tidak akan menggubris suaminya. Dia bertekad untuk mendaftar mengikuti pelayanan gratis ini.

-hs-

Saya melihat kasus ini sebagai bentuk ketidak perdulian kaum pria terhadap program KB. Kaum pria yang berasal dari kalangan bawah dan berpendidikan kurang memadai memang tak jarang malah menolak program KB. Mereka seperti ketakutan jika istrinya mengikuti program KB, mereka akan kehilangan “kenikmatan” ketika berhubungan.

Sungguh, ini sebenarnya sebuah tantangan bagi saya untuk memberikan pemahaman kepada mereka. karena kontribusi para suami ini adalah sebuah keharusan jika ingin memiliki keluarga berencana dan sejahtera yang akan membentuk keluarga berkualitas.

Dari kasus yang saya temui di lapangan, tak jarang, yang menjadi momok penghambat mulusnya program KB adalah pihak laki-laki. Padahal, jika ditelusuri lebih jauh, justru pihak laki-laki akan diuntungkan karena akan mampu meningkatkan taraf kesejahteraan keluarganya.

Keluarga seperti si calon akseptor yang saya temui di lapangan tadi, masih banyak bertebaran di sejumlah daerah. Memiliki rumah alakadarnya, penghasilan tak menentu, anak-anak tak terawat dengan baik, namun tidak mau mengikuti program KB. Keluarga-keluarga seperti inilah yang menjadi sasaran kita yang concern dengan sesama dan concern dengan kemajuan bangsa Indonesia.

Mari membantu sesama dengan cara mengajak mereka, khususnya para pria, untuk semakin sadar KB.

Kareyo-22122010

Pria, Maukah anda minum Pil KB?

29/06/2010

Sore-sore hujan gerimis. Baru pulang dari tempat kerja saya langsung online membuka  beberapa situs wajib seperti facebook (oow, situs wajib? Xixixi), kompasiana, Wimbledon, dan juga email. Tak lupa saya juga membuka aplikasi digsby saya untuk membuka yahoo messenger sekaligus twitter :) .  oya, satu lagi,  radio saya nyalakan untuk menambah hangat suasana kamar.

Ketika saya sedang asyik masyuk dengan email dan beberapa situs berita, tiba-tiba salah satu teman SMA saya menyapa di yahoo messenger.

Aya pil KB keur lalaki (ada pil KB buat pria).”

Saya spontan menjawab: “Eweuh (nggak ada)” karena saya kira dia mempertanyakan apakah ada pil KB untuk pria. Namun rupanya saya salah.  Ternyata dia memberitahu saya bahwa saat ini sudah ada pil KB untuk pria. Spontan saja mata saya terbelalak dan tidak percaya. Saya pun meminta link beritanya. Dan dia memberikan link ini.

Setelah saya baca-baca, rupanya memang benar bahwa saat ini sudah dikembangkan pil KB untuk anda para pria.

Adalah di Tel Aviv, Israel, dilakukan penelitian mengenai pil KB untuk pria. Bar-Ilan University memprakarsai penelitian pil oral yang dapat dikonsumsi pria sebagai alat kontrasepsi.

-hs-

Berbeda halnya dengan pil KB pada wanita yang bekerja menekan terjadinya ovulasi dan mengentalkan lendir rahim, pil KB pria ini bekerja dengan prinsip menon-aktifkan sperma sebelum mencapai rahim. Dalam link berita tersebut disebutkan bahwa Pil ini telah dikembangkan sebagai sebuah tablet yang bisa menghilangkan protein vital di dalam sperma yang dibutuhkan bagi perempuan agar bisa hamil. Jadi meskipun sperma bisa menembus rahim, sperma tidak memiliki kemampuan untuk membuahi sel telur.
untuk mengkonsumsinya pun, anda, para pria, tidak terlalu ribet seperti halnya para wanita meminum pil. Cukup satu bulan atau tiga bulan sekali saja.

Menurut penelitinya, pil ini tidak mempunyai efek samping seperti halnya pil KB wanita. Berikut saya kutipkan pernyataan Profesor Haim Breitbart dari Bar-Ilan University – Israel, dari link ini.

Laki-laki tidak terlalu baik dalam mengatasi efek samping, sehingga efek samping dari suatu obat akan membuat seseorang tidak ingin mengonsumsinya. Karenanya pil kontrasepsi ini tidak memiliki masalah efek samping tersebut. Pil ini tidak akan mempengaruhi gairah seks laki-laki, tapi berhasil mempengaruhi kemampuan reproduksi sperma. Karena tidak ada efek hormonal yang terjadi, kami percaya hal ini kan cukup mudah untuk mendapatkan persetujuan.”

Dulu saya pernah menuliskan disini, bahwa KB pria itu hanya terbatas pada kondom dan vasektomi. Tapi sekarang rupanya anda, kaum pria, bisa memilih alat kontrasepsi seperti halnya kaum perempuan. :)

Jadi maukah anda meminum pil KB? (HS)

Kakimanangelnangerimisdingin – 29062010

Nb: thanks to Arianty atas infonya :)

Sumber informasi: dari sini

KB Pria, Apa Saja Sih?

08/03/2010

Beberapa hari yang lalu, saya mempublikasikan catatan mengenai alat kontrasepsi yang bisa digunakan pasca kelahiran. Banyak komentar dari teman-teman pembaca, dan salah satunya adalah komentar dari beberapa pembaca pria yang mempertanyakan, kok alat kontrasepsi untuk perempuan saja yang ditulis. Untuk laki-lakinya mana? Terus terang saya agak malu juga dan tertohok karena selama ini hanya menuliskan seputar alat kontrasepsi untuk  perempuan saja, sementara untuk kaum laki-laki saya selalu beralasan bahwa kurang menarik untuk dibahas karena hanya ada dua macam saja.

Alat/metode kontrasepsi untuk pria memang belum banyak dibuat. Hanya ada dua saja yang bisa menjadi pilihan untuk saat ini, yaitu:

  1. Kondom, dan
  2. Vasektomi.

Kedua macam alat tersebut menjadi pilihan untuk para pria beristri yang peduli terhadap’penderitaan’ istrinya. Mulai dari mengandung, melahirkan, mengurus anak, rumah tangga, hingga ber-kB pasti menjadi sebuah kondisi yang dialami oleh seorang istri. Padahal untuk urusan yang terakhir saya sebutkan, para suami juga bisa menjadi akseptor aktif KB, lho.

~hs~

Kondom

kondom - shutterstock

Hampir setiap laki-laki dewasa mengenal kondom. Rasanya bohong banget kalau ada yang bilang belum mengenal alat kontrasepsi ini.

Kondom terbuat dari bahan lateks (karet) dan dipasang pada alat kelamin pria pada saat ereksi. Kondom hanya digunakan untuk satu kali pemakaian saja. Menurut referensi dari kompas.com, disebutkan bahwa awalnya kondom digunakan sebagai alat untuk pencegahan penularan penyakit kelamin. Pada perkembangannya, kondom saat ini digunakan juga sebagai alat kontrasepsi yang tidak hanya mencegah penularan penyakit menular seksual, tapi juga sebagai upaya untuk mencegah kehamilan.

Masih menurut referensi dari kompas.com, pada perkembangannya kondom mengalami tiga kali perubahan bahan. Yang pertama adalah dari karet tervulkanisir. Kondom dari bahan ini pertama kali dibuat tahun 1870. Berikut saya kutipkan kalimat dari kompas.com tentang kondom bahan ini: ”Pada masa itu kondom karet sangat mahal dan tebal. Para penggunanya disarankan untuk mencucinya sebelum dan setelah hubungan seksual. Mereka boleh memakainya sampai karetnya bocor atau pecah.” Terbayangkan betapa tidak menyenangkannya menggunakan kondom pada masa tersebut?

Selanjutnya, bahan kondom mengalami perubahan. Pada tahun 1930-an diperkenalkan kondom dari bahan lateks. Kondom ini jauh lebih tipis dari bahan sebelumnya, dan bentuknya sudah seperti bentuk yang ada saat ini. Sedangkan bahan terbaru yang saat ini digunakan adalah terbuat dari polyurethane, yang memiliki ketebalan jauh lebih tipis dibanding kondom sebelumnya.

Penggunaan kondom ini sebenarnya tidak begitu efektif karena selain pemasangannya yang tidak efektif, bisa saja kondom mengalami kebocoran.

Kondom - HS.2011

Vasektomi

Sebenarnya, sudah banyak yang menuliskan tentang vasektomi. Namun, karena bahasan kali ini adalah tentang  metode kontrasepsi pria, maka saya mencoba untuk merangkumkan untuk anda apa dan bagaimana vasektomi yang pernah dituliskan oleh para penulis lainnya.

Berikut adalah tulisan teman saya, Mariska Lubis,  sengaja saya kutipkan disini:

Banyak pria yang menganggap vasektomi sama dengan dikebiri. Mungkin karena kurangnya pengetahuan tentang hal ini. Kalau dibandingkan dengan pengetahuan tentang alat Keluarga Berencana yang lain, sepertinya vasektomi yang paling jarang diungkap. Ditambah lagi kebanyakan perempuan yang ogah banget suaminya divasektomi. “Nanti bebas, dong, main sana main sini!!! Kan, nggak bisa punya anak dari selingkuhan?! Mereka pasti merasa lebih aman.” Hehehe… jadi aja… salah kaprah!!!

Untuk anda yang ketakutan dan meyakini mitos bahwa  divasektomi sama dengan dikebiri, maka mulai sekarang anda harus mengenyahkan jauh-jauh pemikiran tersebut. Karena vasektomi bukanlah dikebiri.  Pada dasarnya vasektomi itu adalah proses pengikatan saluran vas deferens. Saluran ini adalah saluran untuk menyalurkan sel sperma. Dengan terikatnya saluran vas deferens, maka cairan yang keluar sudah tidak lagi mengandung sel sperma.

Tidak perlu takut bahwa anda tidak bisa ‘keluar’, tetap keluar kok. Cuma, yang keluar sudah tidak berisi lagi hehe. Seperti yang pernah kita pelajari dalam bab sistem reproduksi dalam pada pelajaran biologi semasa SMA, saluran reproduksi pria memproduksi cairan lain selain sel sperma.

Saya analogikan bahwa vas deferens itu adalah selang air yang mengalirkan air dari kran, dan sel sperma adalah air yang berasal dari kran.  Jika selang tersebut kita pencet, maka air tidak akan keluar bukan? Air akan tersumbat di bagian yang terpencet tersebut. Nah prinsip sederhana vasektomi adalah seperti itu. Sel sperma tidak akan sanggup melewati bagian yang sudah diikat tadi, sehingga ketika cairan yang dikeluarkan sudah tidak berisi sel sperma. akibatnya, tidak bisa lagi membuahi sel telur perempuan.

Prosesi operasi pengikatan saluran vas deferens tidak memakan waktu lama. Tidak lebih dari 30 menit untuk proses pengikatannya. Berikut adalah tulisan dari Mariska Lubis yang sengaja saya kopikan disini supaya anda bisa mengetahui tentang keadaan pasca operasi vasektomi:”Operasi vasektomi juga tidak memakan waktu lama, kok! Paling-paling hanya 15 menit saja. Sakit? Sedikit!!! Masa nggak tahan?! Lebih sakit disunat kali?! Bekasnya juga sangat kecil dan hampir-hampir tidak kelihatan. Pengaruh terhadap kejantanan??? Nggak ngaruh, dong! Cuma harus puasa saja dua minggu sampai lukanya benar-benar sembuh. Bentar, kan?

Saya sengaja memberi garis bawah pada kalimat terakhir sebagai penekanan bahwa vasektomi tidak akan berpengaruh terhadap kejantanan seorang pria. Setelah dilakukan operasi vasektomi, seseorang harus ‘berpuasa’ untuk tidak berhubungan seks terlebih dahulu karena dikhawatirkan jika melakukan hubungan suami istri, maka sel-sel sperma yang tersisa di bagian yang tidak terikat akan membuahi sel telur sang istri.

bagian yang diikat pada operasi vasektomi

Sebenarnya divasektomi tidaklah se-menakutkan yang dibayangkan. Buktinya, menurut data Badan KB dan pemberdayaan perempuan  Kabupaten Cianjur,  saja sudah ada 6.179 pria yang telah divasektomi yang tersebar di seluruh wilayah Cianjur. Dan sampai saat ini kondisi mereka baik-baik saja.

~hs~

Jadi, untuk anda para suami yang sangat peduli dan sayang terhadap istrinya. Silahkan pertimbangkan masak-masak untuk menjadi akseptor KB aktif. Karena kepedulian anda adalah tanda sayang anda.

Salam penyuluhan (HS)


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 1,148 other followers