Posted tagged ‘KB’

KB Terkendala Anggaran

18/10/2010

Pagi ini, (18-10-2010), situs kompas.com menurunkan sebuah artikel tentang perlunya revolusi dalam program KB. Hal ini berkaitan dengan kegiatan seminar  ”Revolusi Keluarga Berencana dalam Mencapai Keluarga yang Bertanggung Jawab”, yang diselenggarakan pada hari sabtu (16/10)  di Jakarta.

Dalam artikel tersebut dituliskan bahwa seminar sehari ini menyoroti tentang apa saja yang menjadi hambatan dalam upaya mensukseskan program KB di Indonesia. Salah satunya adalah masalah alokasi anggaran.

Masalah anggaran menjadi sebuah hambatan baru dalam penyelenggaraan program KB. Semenjak terjadinya era yang dinamakan reformasi, program ini tidak lagi mendapat perhatian pemerintah. Padahal program ini adalah salah satu upaya untuk mewujudkan Indonesia yang lebih baik dengan cara menekan laju pertumbuhan penduduk.

Saya mendapat cerita bahwa program KB sempat mengalami masa keemasan pada era kepemimpinan Bapak Haryono Suyono. Kebutuhan anggaran untuk penyelenggaraan program ini terpenuhi, sehingga banyak orang yang kemudian tertarik untuk menjadi penyuluh. Tenaga SDM terpenuhi, program pun dapat dilaksanakan dengan optimal.

Berbeda dengan saat ini dimana anggaran untuk program ini sangat minim. Kebutuhan tenaga SDM pun sangat kurang sekali. Ini saya alami sendiri ketika melaksanakan tugas. Pada saat yang bersamaan, kami para petugas kadang dituntut harus berada pada dua kegiatan yang berbeda. Kekurangan tenaga SDM ini bisa saja menjadi salah satu faktor yang mengakibatkan program tidak berjalan dengan optimal.

Masih berbicara mengenai anggaran. Sudah saatnya pemerintah memberikan sedikit perhatian terhadap para kader KB di tataran Desa, RW, dan juga RT. Karena tanpa mereka, program ini tidak akan pernah suskes terlaksana. Kader di tingkat Desa, RW, dan RT ini memberikan kontribusi karena biasanya merekalah yang menjadi partner bagi petugas lapangan sebagai corong langsung terhadap warga masyarakat di pedesaan.

Selama ini, kader di tingkat Desa, RW, dan RT bekerja secara sukarela. Tidak mendapat gaji dan imbalan apa-apa kecuali pahala dari Tuhan yang Maha Bijaksana. Untuk kader tingkat desa (biasanya disebut Pos KB Desa), lebih sedikit beruntung karena mendapatkan sedikit imbalan atas kerja keras mereka dan biasanya hanya dibebankan pada APBDes (Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa) dengan jumlah yang tidak seberapa.

Bagaimana jika program ini tidak didukung oleh pemerintah?

Sudah sering saya kemukakan bahwa tanpa adanya program KB, Kemungkinan penduduk Indonesia menjadi membludak. Dampal sosial yang ditimbulkan akan jauh lebih massive ketimbang yang terjadi saat ini.

Senada dengan hal tersebut, Rizal Malik yang merupakan Ketua pengurus harian Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI), menuturkan bahwa fenomena yang dihadapi saat ini adalah adanya ledakan penduduk yang berimplikasi pada peningkatan kemiskinan, penurunan derajat kesehatan, menurunnya  akses pendidikan, terbatasnya lapangan kerja, serta dampak lingkungan yang kian memburuk (kompas.com, 18/10).

Sudah saatnya pemerintah pusat memperhatikan lagi program KB ini. Bukan hanya sekedar ungkapan dan teriakan bahwa perlu ada revitalisasi program KB, namun dukungan anggaran yang diberikan jauh dari kata optimal dan memadai. Sebab program ini dinilai penting untuk menekan laju pertumbuhan penduduk dan dampak yang diakibatkannya.

Semoga. (HS)

Kakimanangel,181012010

Apa Yang Menarik dari KB?

13/10/2010

Tidak ada! Hampir sudah menjadi kebutuhan di era saat ini, Zaman dimana kaum perempuan dan laki-laki sama-sama berkarir. Masa dimana pendidikan anak mulai menjadi sesuatu yang utama. Waktu ketika manusia mulai sadar bahwa anak adalah titipan Tuhan yang harus dijaga kualitasnya supaya tumbuh menjadi manusia yang berkualitas.

Tapi coba tengok ke sekililing, buka mata fisik dan mata batin anda. Betapa banyak ternyata, kaum yang termarginalkan, yang berada dibawah garis kemiskinan, belum mengerti dan memahami kegunaan ber-KB. Sebuah ironi ditengah-tengah kehidupan modern. Bahkan masih ada yang beranggapan bahwa ber-KB itu haram karena mengubah takdir dengan cara menghalang-halangi hadirnya seorang manusia di muka bumi. Sebuah tinjauan yang, menurut saya, Keliru!

Sebagai sesama manusia, ada baiknya kita mengingatkan saudara-saudara yang belum mengerti akan pentingnya ber-KB untuk supaya mereka paham dan mengerti dengan konsep keluarga berkualitas karena dari keluargalah titik nol pendidikan seseorang dimulai.

Ketika peringatan Harganas (Hari Keluarga Nasional) juni lalu, presiden SBY memberikan sebuah pernyataan “Budaya terbuka dengan berdialog harus lebih ditingkatkan lagi. karena jika keluarga berkualitas, masyarakat juga kan berkualitas. Jika masyarakat berkualitas, bangsa juga akan berkualitas”

Sebagai pilar utama pembangunan, sebuah keluarga menjadi tolok ukur dan patokan yang penting. Masyarakat berkualitas tercipta berasal dari keluarga yang berkualitas pula. Namun, bagaimana untuk mewujudkan keluarga berkualitas ini? Agaknya inilah PR kita bersama.

Sebenarnya pemerintah sudah membentuk badan yang menangani masalah KB dan Kependudukan. Namanya BKKBN (Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional). Sebagai penyokong pembangunan berkelanjutan, BKKBN cukup concern dengan program KB-nya.  Melalui program KB, diharapkan masyarakat Indonesia memiliki kesadaran untuk menjadikan keluarga mereka berkualitas. Kualitas keluarga ditentukan tidak saja dari segi materi, namun dari segi pendidikan dan pemikiran. Jika saja pemikiran masyarakat kita sudah setingkat lebih tinggi dari saat ini, maka kebutuhan untuk memajukan mereka pun akan sedikit lebih baik.

Pemerintah, dalam hal ini BKKBN, telah berupaya menyediakan program yang bisa meningkatkan kualitas masyarakat melalui program-program yang sifatnya pemberdayaan masyarakat. Ada program BKB, BKR, BKL, dan UPPKS. Andai saja semua memiliki interest di titik yang sama, bukan tidak mungkin akselerasi pembangunan nasional akan segera tercapai. Namun, sebagai seorang insider sistem birokrasi negeri ini, saya cukup miris dengan kepentingan-kepentingan individu yang disusupkan dalam program-program ini, sehingga program pemberdayaan yang digagas pemerintah seolah jalan ditempat, bahkan mengalami kemunduran.

Jadi apa yang menarik dari KB? Silakan anda jawab saja. Masih dibutuhkan atau tidak ya?

Saya hanya mengajak,  mari sukseskan lagi program KB. Ajak dan beritahu tetangga-tetangga anda untuk mengikuti program KB. Siapa tahu dengan terkendalinya pertumbuhan penduduk, pembangunan dalam negeri mengalami peningkatan. Setuju tak? (HS)

Mitos dan Fakta tentang pil KB

13/06/2010

Maaf, Blognya jarang di update. sebulan kemarin saya terlibat sensus penduduk.

-hs-

pil KB- dok.pribadi

Saya pernah memberikan sedikit gambaran apa itu pil kb. Selanjutnya ini bisa menjadi referensi anda untuk memilih alat kontrasepsi. Tapi tunggu, jika anda hanya sedikit memperoleh literatur tentang pil, anda tidak usah khawatir karena sekarang medi informasi begitu luas dan banyak. Beberapa media online juga ada yang membahas tentang pil ini.

Jika anda yakin dengan pilihan anda, silakan anda memilih pil kb. Tapi jika anda tidak yakin karena anda mendengar isu-isu dan mitos tentang pil, ada baiknya anda membaca lanjutan catatan saya.

Mitos tentang efek samping pil kb kadang terdengar dari para penggunanya. Ada banyak faktor yang menyebabkan berkembangnya mitos tersebut, salah satunya adalah ketidak tahuan para akseptor tentang kelebihan dan kekurangan pil kb ini. Padahal belum tentu mitos-mitos itu benar. Saya mendengar beberapa mitos yang sering terdengar seputar alat kontrasepsi pil kb, dan sering sekali diperbincangkan. Mitos-mitos tersebut diantaranya:

  1. Pil KB akan membuat perempuan penggunanya menjadi gendut dan menyebabkan pendarahan.
  2. Pil KB membuat rahim kering dan akan sulit punya anak.
  3. Pil KB menimbulkan jerawat sehingga para pengguna pil akan berkurang kecantikannya.
  4. Pil KB membuat tertekan.

Empat mitos tersebut adalah yang paling sering dibicarakan oleh kalangan pengguna pil kb. Padahal dibalik mitos tersebut ada fakta yang bertolak belakang dengan apa yang sering dibicarakan seperti dalam empat poin di atas. Berikut ini saya sarikan fakta-fakta yang dapat memutus mitos tersebut.

  1. Mitos: pil KB membuat gendut dan menyebabkan pendarahan

Faktanya adalah: hormon estrogen memang menyerap cairan ke dalam tubuh, sedangkan progesterone dapat membantu menaikan nafsu makan. Namun saat ini ada hormon sintesis jenis baru yaitu drospirenone (hormon progesterone jenis baru) yang membantu menghindari penimbunan cairan ke dalam tubuh.

Fakta lainnya bahwa penambahan berat badan ini terjadi karena pola makan yang berbeda-beda pada setiap orang. Termasuk karena adanya sugesti dan merasa aman karena setelah mengkonsumsi pil akan terhindar dari kehamilan, sehingga pola makan menjadi agak kurang terkontrol.

2. Mitos: pil KB membuat rahim kering dan akan sulit punya anak.

Faktanya adalah: pil KB adalah salah satu alat kontrasepsi yang reversible, artinya jika penggunaan dihentikan, maka kesuburan akan kembali. Disarankan, ketika anda merencanakan untuk punya anak kembali, segera hentikan konsumsi pil ini minimal enam bulan sebelumnya.

3. Mitos pil KB akan menimbulkan jerawat (vlek hitam pada wajah) sehingga mengurangi kecantikan.

Faktanya adalah: vlek hitam pada wajah tidak hanya ditimbulkan akibat penggunaan pil KB yang tidak cocok dengan tubuh, melainkan karena faktor kebiasaan seseorang. Pada satu kasus ketika wajah anda seharian terdedah matahari langsung, dan kepanasan, anda dianjurkan untuk tidak langsung membasuh muka anda dengan air. Karena hal ini juga dapat mengakibatkan timbulnya vlek hitam pada wajah.

Fakta lainnya: kandungan hormon progesterone dalam pil kb memang dapat menimbulkan jerawat jika tubuh anda tidak sesuai. Namun saat ini ada pil KB yang mengandung progesterone yang unik yaitu siproteron asetat (CPA). Hormon CPA ini bersifat anti androgen sehingga dapat mencegah timbulnya jerawat dan membuat kulit lebih halus, mulus, dan cantik. Nanti akan saya berikan sedikit catatan di bawah, bagaimana CPA ini bekerja pada pengguna Pil KB.

4. Mitos pil KB membuat tertekan, sehingga timbul perasaan mual, sakit kepala, dsb.

Faktanya adalah: kejadian tersebut hanya terjadi pada beberapa gelintir pengguna saja. Ini terjadi bisa saja dikarenakan kondisi perempuan tersebut memang sedang tidak stabil.

Fakta lainnya adalah bahwa pada era sekarang ini sudah dibuat pil KB yang bersifat antimineralkortikoid. Pil yang bersifat antimineralkorikoid ini dapat mengurangi efek mual, mengurangi keluhan menjelang dan saat haid, serta tidak menaikan tekanan darah.

Pada poin ke tiga di atas, saya sedikit mengulas tentang CPA, yaitu hormon progesterone sintesis terbaru yang dapat memberikan pengaruh terhadap kecantikan kulit perempuan. Hormon CPA ini terkandung dalam pil kombinasi modern. Bagaimanakah itu bisa terjadi?

Tubuh perempuan memproduksi hormon estrogen dan progesterone (hormon wanita), dan sedikit memproduksi hormon androgen (hormon pria). Pada usia reproduktif (15-45 tahun), seringkali terjadi produksi hormon androgen yang berlebihan. Hal ini dapat memicu terjadinya kulit berminyak sehingga akan menimbulkan komedo dan jerawat pada perempuan tersebut. Bahkan tidak jarang, kelebihan produksi hormon androgen ini bisa menyebabkan hirsutisme yaitu kondisi dimana seorang perempuan memiliki pola pertumbuhan rambut yang tidak normal (misalnya kumis tipis).

CPA (siproteron asetat) yang terkandung dalam pil kombinasi modern ini bekerja langsung pada akar masalah, yakni mencegah produksi minyak yang berlebihan. Dengan tercegahnya produksi minyak secara berlebih, maka kemungkinan timbulnya jerawat, komedo, dan lain-lain akan teratasi. Secara otomatis masalah ini teratasi karena produksi minyak pada wajah berkurang. CPA ini berbeda dengan obat antibiotic atau obat topical yang hanya mengobati pada permukaan saja, CPA ini bekerja langsung pada kelenjar minyak sehingga masalah kulit tersebut langsung teratasi.

Apa yang saya catatkan tentang CPA adalah salah satu fakta yang mematahkan mitos bahwa pil KB itu mengakibatkan jerawat.(HS)

dari berbagai sumber

catatan KB: INJECTION

07/01/2010

Hehe, saya menggunakan judul sok nginggris, padahal mau bilang suntik. Ini sih semata-mata untuk menggiring pembaca mengklik tulisan saya hihi….

***

Dalam suatu penyuluhan di ruang Delima RSUD Cianjur, saya dan tim penyuluh selalu memberikan  materi tentang seputar alat kontrasepsi. Macam-macam alat kontrasepsi, mulai dari IUD, Implant, Kondom, Kondom Perempuan, Pil, dan juga suntik. Kadang ada yang antusias mengikuti, tapi tak jarang yang acuh tak acuh bahkan keluar ruangan sebelum penyuluhan selesai. Tidak mengapa, toh buat kepentingan ibu-ibu yang baru saja melahirkan itu.

Oya, ruang Delima ini adalah ruangan dimana ibu-ibu yang baru saja melahirkan ataupun keguguran dirawat. Ruangan ini menampung pasien yang beragam, mulai dari pasien kelas 1 sampai kelas 3. Nah, kebanyakan yang diikutsertakan dalam penyuluhan adalah pasien kelas 3, dengan asumsi bahwa pasien kelas 1 tingkat kesadaran memakai kontrasepsinya sudah ada.

Setiap habis memberikan materi, teman senior saya selalu mereview para ibu yang hadir kira-kira alat KB apa yang mau dipakai selepas dari masa perawatan di rumah sakit ini. Dan, hampir 50% menjawab:”Abdi mah bade nyobian suntik heula we, nu tilu sasih (Saya mau coba suntik yang tiga bulan).” Dan saya mencatat satu persatu jawaban para ibu tersebut, untuk bahan laporan dan evaluasi hasil penyuluhan.

Iseng-iseng, saya mencoba menghitung pencapaian peserta kb baru suntik di kecamatan Cianjur berdasarkan hasil updating data tahun 2009. Setelah saya hitung, ternyata prosentase kesertaan ber-KB suntik diatas 40% dari keseluruhan peserta KB kecamatan Cianjur yang tercatat sebanyak 21586 peserta.

Sebenarnya bagaimana sistem KB Suntik itu?

dua jenis suntik KB, biru 3 bulanan, hijau 1 bulan. (HS.2011)

Saya mencoba menuliskannya kembali untuk para pembaca, yang saya olah dari berbagai sumber yang saya peroleh.

Suntik, adalah obat kontrasepsi. Disebut obat karena  mengandung hormon yaitu hormon dari golongan estrogen dan juga progesterone. Seperti halnya pil, suntik juga terbagi menjadi dua jenis yang biasanya dibedakan berdasarkan masa pemakaian. Suntik 1 bulan dan suntik 3 bulan. Obat suntik 1 bulan, biasanya mengandung hormon dari golongan progestin dan estrogen, sehingga akan berpengaruh terhadap kelancaran ASI bagi ibu yang menyusui. Sedangkan suntik 3 bulanan, hanya mengandung hormon dari golongan progestin saja. Jika pada pil, lebih mirip minipil. Suntikan jenis ini, tidak berpengaruh terhadap kelancaran ASI.

(more…)

Catatan KB : Female Condoms

10/12/2009

Para Pria, anda tentu sudah mengenal kondom bukan? Hmmm, agaknya aneh deh kalau misalnya ada pria yang belum mengenal alat kontrasepsi ini. Apalagi para pria yang sudah beristri, keliatannya pasti pernah ya pake kondom hehe….

Kondom banyak dijual bebas di apotik. Tinggal bilang saja sama petugasnya apotik, anda pasti akan segera mendapatkannya, karena kondom ini sudah dijual bebas. Apalagi, di Jakarta pernah ada atm kondom (VMC: Vending Machine Condoms) yang sempat mengundang kontroversi. Makanya, aneh deh kalo ngaku belum tau kondom hehehe….

Sebagai alat kontrasepsi, kondom juga bisa digunakan untuk mencegah kehamilan. Terbuat dari bahan lateks, kondom ini berfungsi menghalangi  pertemuan sperma dan juga ovum. Kontrasepsi cara ini memiliki tingkat keberhasilan 80% hingga 95%, atau dengan kata lain, tingkat kegagalan (resiko ‘kebobolan’nya) berkisar 5% hingga 20%.

***

Pada sebuah kesempatan penyuluhan di RSUD Cianjur, tim PKBRS dari BKBPP Cianjur melaksanakan penyuluhan kepada ibu-ibu yang baru saja melahirkan. Materi yang disampaikan adalah mengenai alat kontrasepsi seperti yang pernah saya catat disini dan disini. Antusias ibu-ibu yang hadir, cukup menggembirakan. Keingintahuan mereka sungguh besar, karena meskipun mereka sudah tercatat sebagai akseptor aktif (sebutan untuk seseorang yang sudah ber-KB), ternyata mereka belum begitu tau banyak tentang alat kontrasepsi ini.

Ketika rekan saya, yang lebih senior tentu saja, menjelaskan mengenai kondom bagi pria, seorang ibu mengajukan pertanyaan: “Kalo perempuan ada kondomnya juga tidak sih bu?”. Waw, keingintahuan ibu-ibu ini begitu besar. Dengan serta merta kamipun akhirnya memperkenalkan alat kontrasepsi berupa kondom untuk perempuan, yang lebih diistilahkan dengan sebutan FEMIDOM alias Female Condom.

female condoms (dok. materi pelatihan femidom)

kondom perempuan - diambil dari dokumen materi pelatihan femidom

Prinsip penggunaan Femidom ini, sama dengan penggunaan kondom biasa. Bedanya, femidom ini ‘dipakai’ pada organ perempuan, bukan pada organ laki-laki. Prinsip kerjanya sih, sama aja. Menghalangi pertemuan sperma dan juga ovum. Femidom, seperti halnya kondom pria, terbuat dari lateks dengan sebuah spons di bagian dalam. Spons ini berfungsi sebagai penahan sel sperma agar tidak mencapai saluran reproduksi bagian atas (uterus dan tuba falopii). Menurut teman saya yang pernah mengikuti pelatihan tentang femidom ini, katanya femidom bisa ‘dipakai’ untuk 3 kali berhubungan selama 1×24 jam tanpa perlu dibuka.

kondom perempuan (kiri) dan kondom laki-laki (kanan)

Pemasangannya, katanya, tidak sulit. Tinggal dimasukan, maka femidom akan segera berfungsi. Sebagai alat kontrasepsi baru, pengguna female condom ini belum banyak. Petugas-petugas pun hanya sekedar memperkenalkan apa itu femidom. Tidak menyarankan femidom, karena memang agak ribet, dan hanya untuk jangka waktu 1×24 jam saja, katanya. Masih katanya lagi, sebenarnya sasaran dari femidom ini adalah para penjaja seks komersial dengan tujuan untuk mengurangi tertularnya penyakit menular seksual seperti HIV/AIDS, mengingat banyak pria hidung belang yang tidak mau menggunakan kondom saat berhubungan.

Nah, begitu pun disini, saya hanya ingin memperkenalkan saja female condom ini kepada anda sekalian.

Salam penyuluhan melalui media online (HS).

Alat Kontrasepsi : Implant

05/12/2009

Masih bercerita seputar alat kontrasepsi. Jika sebelumnya saya sudah menceritakan tentang IUD atau alat kontrasepsi dalam rahim (AKDR), kini atas request seorang teman, saya akan berusaha sharing tentang implant atau susuk KB, hanya sebatas pengetahuan yang saya punyai saja. Jika ada diantara anda yang lebih mengetahui, silahkan turut di share juga disini :-)

***

Seorang teman SMA saya yang telah menjadi ibu mengeluhkan tentang betapa ribetnya dia mengikuti sistem KB. Sebagai ibu yang agak sedikit sibuk dan agak-agak pelupa, dia seringkali melewatkan keteraturannya minum pil KB yang ia konsumsi sebagai obat kontrasepsi pencegah kehamilan. Tentu saja hal ini mengganggu kesehariannya, karena jika dia lupa meminum, maka dia akan merasa was-was “takut kebobolan lagi”, padahal untuk mengurus satu anaknya yang masih kecil disela-sela karirnya, bukan hal yang mudah.

Saya  menyarankan untuk mengganti cara ber-KB yang dia pilih untuk menggunakan IUD. Tentu saja setelah ngobrol-ngobrol seputar macam-macam alat kontrasepsi. Namun, sebagai seorang perempuan rupanya dia agak ketakutan jika harus dipasangi alat iud meskipun ukurannya kecil. “gak berani” begitu alasannya.

Akhirnya pilihan jatuh pada alat susuk KB atau implant.

***

Apa sih implant atau susuk KB ini?

Susuk KB adalah obat kontrasepsi yang berbentuk seperti tabung kecil, sebesar korek api-lah kira-kira. Didalamnya terkandung hormon progesteron yang akan dikeluarkan sedikit demi sedikit.

implant, lebih kecil ketimbang pensil. (HS.2011)

Alat kontrasepsi ini dimasukkan dibawah kulit pada bagian lengan atas. Tidak terlihat dari luar, tapi masih dapat diraba. Tersedia dua macam, yang 1 batang atau 2 batang. Dulu, lebih ribet karena ada yang sampai 6 batang. Cara kerjanya yaitu hormon progesteron yang dilepaskan implant akan menghambat terjadinya ovulasi, menyebabkan selaput lendir atau endometrium tidak siap menerima pembuahan.

Kemarin, ketika melakukan penyuluhan di RSUD Cianjur, ada satu orang pasien post partum yang menyatakan bahwa satu batang implant itu untuk satu tahun. Jadi, katanya, enam batang implant sama dengan enam tauneun. Tentu saja ini adalah pandangan keliru sebab satu batang implant ini tidak mewakili jumlah hari (taun pemasangan). Yang terbaru dan banyak dipakai adalah implant yang dua batang, masa pakainya cukup sampai tiga tahun. (more…)

alat kontrasepsi: IUD

03/12/2009

Sudah hampir satu bulan ini, saya bersama tim dari kantor melakukan penyuluhan dan konseling di ruang delima RSUD Cianjur, dengan sasaran penyuluhan adalah ibu post partum (pasca kelahiran) dan pasca keguguran. Kegiatan ini merupakan implementasi hasil MoU antara BKBPP Cianjur dengan RSUD Cianjur yang menjadi juara tiga nasional Pelayanan KB Rumah Sakit, dalam perhelatan HUT PERSI.

(kegiatan penyuluhan di RSUD Cianjur oleh tim BKBPP-foto: dok pribadi)

Beranggotakan empat orang dalam satu tim, kami saling mengisi satu sama lain. Biasanya, sebagai petugas yang masih mentah alias junior, saya hanya mengekor dan melakukan pencatatan calon akseptor yang menghadiri penyuluhan. Sedangkan petugas yang memberikan penyuluhan adalah tiga orang rekan sejawat saya yang lebih senior dan berpengalaman. Tema yang kami sampaikan dalam setiap kegiatan penyuluhan yang dilakukan di hari senin dan rabu setiap minggunya itu, hampir senada. Tema mengenai aneka jenis pilihan alat kontrasepsi selalu menjadi topik utama. Karena, memang tujuan kami melakukan penyuluhan atau konseling ini adalah untuk berbagi pengetahuan seputar alat kontrasepsi yang bisa dipilih oleh para ibu yang baru saja melahirkan. Tapi, kadang-kadang, sebagai materi pengayaan kami pun memberikan penyuluhan seputar ASI, entah ASI Eksklusif, ataupun Inisiasi menyusu dini.

Bagi kami, dengan hadirnya program ini, merupakan sebuah langkah maju dari pelayanan RSUD cianjur yang memberikan informasi gratis bagi pasiennya. Informasi seputar kb tentunya. Saya mencermati, ternyata masih banyak pasangan muda yang belum mengetahui alat dan obat kontrasepsi untuk ber-KB. Dalam setiap kegiatan konseling, ketika kami tanyakan apa saja alat kontrasepsi yang diketahui, peserta kebanyakan menjawab pil dan suntik saja. Yang melontarkan jawaban alat selain itu, hanya beberapa saja. Tidak lebih dari 40%. Saya berasumsi, ternyata informasi seputar KB memang masih kurang banyak diketahui khalayak meskipun saat ini, ber-KB adalah kebutuhan yang tak terhindarkan terutama untuk ibu-ibu muda kota besar.

***

Dalam satu kesempatan konseling, kami memberikan paparan mengenai alat kontrasepsi jangka panjang IUD. IUD atau Intra Uterine Device, di Bahasakan sebagai AKDR atau alat kontrasepsi dalam rahim. Banyak diantara peserta yang tidak mengetahui bahwa ternyata alat kontrasepsi IUD, yang bernama copper T itu, ukurannya tidak lebih besar dari sebuah batang lidi. Alat kontrasepsi ini tidak mengandung efek samping yang mengganggu metabolisme tubuh seperti halnya obat kontrasepsi.

Oya, perlu dibedakan antara alat kontrasepsi dan obat kontrasepsi. Alat kontrasepsi itu hanyalah alat, tidak mengandung hormon yang kemungkinan bisa mempengaruhi keseimbangan metabolism tubuh. Contohnya, ya IUD itu tadi, dan juga kondom serta tissue KB. Sedangkan obat, bisa anda tebak sendiri, karena mengandung hormone maka sedikitnya akan memberikan pengaruh pada tubuh anda. Yang termasuk obat adalah implant, pil, dan juga suntik kb.

IUD dibandingkan dengan telapak tangan

(IUD – hadi samsul, dok pribadi 2009)

intra uterine device (IUD) -HS.2011

(more…)


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 1,150 other followers