Posted tagged ‘metode kb alami’

Coitus Interuptus dan Metode KB Alami Lainnya

23/09/2010

Masih ingat dengan beberapa bahasan seputar metode kontrasepsi dari saya? Jika anda membutuhkan informasi seputar kontrasepsi, silakan masukan tag IUD, atau KB, kemudian search di blog ini. Pasti akan ketemu beberapa.

Hal yang sama, pernah saya sampaikan kepada seorang teman SMA saya. Katanya dia membutuhkan informasi tentang metode kontrasepsi. Saya beri petunjuk seperti itu. Teman saya mencarinya, namun dia kembali menghubungi saya. Dia mengatakan bahwa dia menghindari metode kontrasepsi seperti yang sudah saya tuliskan karena dia mengalami satu dan lain hal. Akhirnya saya pun menyarankan dia untuk melakukan metode KB alami.

Dengan sedikit heran kawan saya bertanya penuh selidik, “Apa Itu KB Alami?” saya pun mulai memberikan sedikit penjelasan, bahwa ada beberapa metode KB alami. Mulai dari Senggama terputus, KB sistem kalender, hingga metode amenorea laktasi. Dan kini, saya mencoba mengulas sedikit untuk anda. Tulisan ini saya nukil dari naskah yang sedang saya tawarkan kepada penerbit.

ilustrasinya gak nyambung, gpp ya. yang penting mempercantik tulisan - HS.2010

Metode Sanggama terputus.

Metode ini sebenarnya merupakan metode kontrasepsi yang sangat tua. Mungkin sudah berpuluh-puluh abad metode ini ada. Dalam islam sendiri metode ini sudah dikenal sejak jaman Rasulullah SAW. Dikenal dengan istilah ‘Azl. Dalam salah satu hadits diriwayatkan bahwa Rasul tidak melarang para sahabatnya melakukan ‘Azl atau senggama terputus tersebut. Boleh jadi ini adalah upaya orang-orang di jaman dahulu untuk mengatur kelahiran yakni agar sang istri tidak segera hamil kembali. Jadi mereka bisa mengamalkan apa yang termaktub dalam Al-Qur’an untuk menyusui.

Dalam dunia medis, metode ini dikenal dengan istilah coitus interuptus. Tidak usah lah saya ceritakan teknis metode ini, yang jelas metode coitus interuptus ini adalah menghentikan senggama tepat sesaat sebelum ejakulasi. Sehingga tidak ada calon benih dari pihak pria yang masuk ke dalam organ reproduksi sang istri. Namun dikeluarkan di luar tubuh istri. Dengan demikian, kehamilan akan terhindarkan. Namun konsekuensinya adalah kenikmatan saat bersenggama akan terputus.

Metode Pantang berkala

Metode ini dikenal juga dengan metode sistem KB kalender. Metode ini merupakan metode yang cukup sederhana jika pasangan suami istri mengerti dan memahami mengenai sistem dan siklus reproduksi.

Untuk menghindari kehamilan dengan sistem kalender ini, agaknya pasangan suami istri ini harus benar-benar mengetahui masa subur sang istri. Ada sebuah metode yang bisa digunakan untuk menghitung masa subur. Yaitu dengan cara mengamati siklus menstruasi. Setiap berapa lama sekali sang istri mengalami menstruasi. Sebagai informasi, siklus menstruasi perempuan itu berbeda-beda, mulai 28 hari hingga 40 hari.

Untuk mengetahui berapa lama siklus reproduksi anda, minimal anda melakukan pengamatan selama 3  kali masa menstruasi. Catat berapa lama rentang waktu dari anda haid ke haid berikutnya. Hari pertama siklus haid adalah hari pertama siklus reproduksi anda. Hitung kapan hari ke-12 hingga hari ke-16 pada masa siklus anda. Pada hari-hari tersebut, anda tidak dianjurkan untuk berhubungan karena pada hari tersebut adalah hari dimana sel telur anda sedang keluar dari “sarang produksinya”, yakni ovarium. Pada hari-hari inilah disebut masa subur seorang perempuan.

Ribet? Ada cara yang lebih mudah, asal anda siap “berpuasa” saja. Cara mudah tersebut adalah menghindari hubungan pada masa-masa berikut, yakni satu minggu sebelum haid dan satu minggu setelah haid. Kenapa demikian, karena menurut sebagian teori, pada masa-masa tersebut seorang perempuan sedang berada pada masa subur. artinya, sel telur sedang keluar dari “sarang”nya. Jika anda berhubungan, dikhawatirkan metode yang anda jalani tersebut gatot alias gagal total. Akibatnya anda akan kembali hamil.

Metode Amenorea Laktasi (MAL)

Metode KB yang berhubungan dengan pemberian ASI dinamakan Metode Amenorea Laktasi (MAL).  Seperti namanya, metode ini hanya efektif pada seorang ibu yang baru bersalin dan menyusui secara eksklusif selama enam bulan berturut-turut.

Mungkin anda sedikit mengerutkan kening dengan metode ini. Tenang, ada penjelasan ilmiah untuk hal ini.

Begini, ketika seorang ibu menyusui bayinya, sang bayi akan mengisap ASI dari ibunya. Isapan bayi tersebut akan memicu keluarnya hormon prolaktin. Hormon prolaktin inilah yang memicu keluarnya ASI dan  menekan keluarnya hormon yang mempengaruhi terjadinya ovulasi atau pengeluaran sel telur. Jika tidak terjadi ovulasi, maka kemungkinan hamil pun tidak ada.

Metode ini sangat bergantung pada faktor fisiologis perempuan. Maksudnya bahwa kondisi tubuh setiap perempuan berbeda-beda. Maka pengeluaran hormone pemicu ovulasi pun berbeda-beda, sehingga masa haid setelah melahirkan pun tidak sama.

Jadi apakah anda masih ingin menghindar dari perencanaan pengaturan kehamilan? hmmm, jika anda menghindari pemakaian alat-alat kontrasepsi buatan, sudah barang tentu tiga pilihan metode inilah yang wajib anda ambil salah satunya. Selamat mencoba. Hehehe… (HS)


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 1,150 other followers