Hari Keluarga

Posted 05/07/2013 by hadisome
Categories: sekelumit kantor, tentang KB

Tags: , , ,

Hari Keluarga

Ternyata tidak  banyak yang tahu kalau di Indonesia ini ada hari yang dikhususkan diperingati sebagai hari keluarga. Tanggal 29 Juni ditetapkan sebagai hari keluarga dan diperingati setiap tahunnya dengan puncak peringatan yang dilaksanakan di salah satu ibukota propinsi. Untuk tahun 2013 ini, Kota Kendari (Sulawesi Tenggara) dipilih sebagai tuan rumah pelaksanaan puncak peringatan Hari Keluarga tingkat Nasional tahun 2013. Mengingat kesibukan, saya baru sempat menuliskannya hari ini.

Menilik pada sejarahnya, tanggal 29 Juni ditetapkan sebagai hari keluarga terkait dengan ditetapkannya program KB sebagai program resmi pemerintah pada 29 Juni 1970. Sebelumnya program KB merupakan program yang dijalankan oleh lembaga/perorangan. Program KB di Indonesia dimulai sekitar tahun 1957. Pada tahun tersebut didirikan perkumpulan Keluarga Berencana (PKB). Pada saat itu program KB masuk ke Indonesia melalui jalur urusan kesehatan (bukan urusan kependudukan). Belum ada political will dari pemerintah saat itu. program KB masih dianggap belum terlalu penting. Kegiatan penyuluhan dan pelayanan masih terbatas dilakukan karena masih ada pelarangan tentang penyebaran metode dan alat kontrasepsi.

Hari Keluarga XX

Hari Keluarga XX

Puncak peringatan Hari Keluarga tingkat nasional tahun 2013 yang dilaksanakan di Kendari ini dihadiri oleh Wakil Presiden Bapak Boediono beserta Ibu Herawati Boediono. Jajaran Mentri Kabinet Indonesia Bersatu II yang tampak hadir adalah Menteri Pemberdayaan Perempuan ibu Linda Agum Gumelar, dan Menteri Dalam Negeri Bapak Gamawan Fauzi beserta Ibu Vita Gamawan. Selain itu, Prof. dr. Fasli Djalal, selaku kepala BKKBN yang belum lama dilantik, juga tampak hadir di jajaran utama panggung kehormatan. Sehari sebelum kegiatan puncak ini, diselenggarakan pula pameran dan gelar dagang UPPKS yang dibuka oleh ibu Vita Gamawan Fauzi.

Pada puncak peringatan yang dilaksanakan di lapangan eks MTQ Kota Kendari ini diberikan beberapa penghargaan. Penghargaan Satyalencana Wira Karya (SWK) diberikan kepada beberapa Kepala Daerah yang concern terhadap program KB. salah satu yang sempat terekam dalam ingatan saya adalah Bupati Kab. Bandung Barat, Bapak Abubakar. Selain penghargaan SWK, diserahkan pula penghargaan Manggala Karya Kencana dan Dharma Karya Kencana.

Meskipun telat satu minggu, saya ucapkan selamat hari keluarga. Semoga program KB tetap menjadi kebutuhan anda. Dua anak cukup!

Pojokkantor.05072013 (HS)

gabungan anggota TNI dan Polri membawakan seni rebana pada pembukaan pameran dan gelar dagang (HS.2013)

gabungan anggota TNI dan Polri membawakan seni rebana pada pembukaan pameran dan gelar dagang (HS.2013)

Tarian selamat datang oleh para pelajar kota kendari (HS.2013)

Tarian selamat datang oleh para pelajar kota kendari (HS.2013)

mendagri beserta ibu (HS.2013)

mendagri beserta ibu (HS.2013)

 

ibu Linda melambaikan tangan (HS.doc)

ibu Linda melambaikan tangan (HS.doc)

Untuk Anda Yang Sedang Menanti Jawaban

Posted 23/05/2013 by hadisome
Categories: Alat dan metode kontrasepsi

Tags: , , , , , , ,

Hallo-hallo…

Maaf ya selama beberapa waktu ini saya jarang ngelola blog tentangkb mengingat beberapa kesibukan saya di kantor. Selama hampir satu bulan ini saya turut berkeliling ke beberapa kabupaten/kota di Jawa Barat untuk melakukan sosialisasi pemutakhiran data dan pemetaan PUS di tingkat desa.

Kegiatan yang hampir menyita waktu ini akhirnya selesai juga. Saya bertugas sebagai anggota tim yang melatih para kader untuk melakukan pendataan di tingkat RT.

Senang sekali rasanya saya bisa bertatap muka kembali dengan para kader di tingkat desa. Saya seolah-olah diajak untuk kembali bernostalgia melakukan penyuluhan kembali. Mulai dari Kab. Bekasi, Kab. Bogor, Kab. Cianjur, Kab. Bandung, hingga Kab. Cirebon adalah tempat saya melakukan sosialisasi terhadap para kader tersebut.

Kegiatan tersebut menjadi satu alasan untuk saya tidak membuka blog ini. saya hanya menuliskan kegiatan dan artikel saya di blog hadisome, dan baru hari ini berniat untuk membuka blog tentangkb ini. alangkah terkejutnya saya melihat antusiasme pembaca blog ini dengan segudang pertanyaan yang muncul di kolom komentar yang termoderasi. Ada sekitar 159 komentar yang menunggu approval dan memperoleh jawaban dari saya. Dan lebih terkejut lagi adalah ketika melihat antusiasme pengunjung blog ini yang mencapai 1000-an pengunjung per hari.

Mungkin butuh waktu lama bagi saya menjawab pertanyaan-pertanyaan pembaca sekalian. Dari beberapa pertanyaan pembaca sekalian, sebenarnya jawabannya sudah saya tuliskan juga di blog ini. mungkin anda yang luput membacanya atau memang malas membaca ulang ya hehehe. Coba deh cek lagi satu persatu, pasti ketemu kok. Jadi sambil anda sekalian menunggu jawaban, anda silakan ‘obrak-abrik’ blog ini untuk menemukan jawaban atas pertanyaan yang anda kemukakan.

oya, untuk pertanyaan yang berhubungan dengan medis, sepertinya saya harus menghubungi kembali dokter Handy Intan, SpOG.

Terima kasih.

Salam (HS)

Banjir Jakarta, Ulah Siapa?

Posted 18/01/2013 by hadisome
Categories: NON KB, Penyuluhan

Tags: , ,

Tulisan ini, saya muat di blog tentang KB meskipun tidak bertema KB sama sekali karena saya pikir, tulisan ini merupakan bentuk penyuluhan untuk mengajak pembaca lebih sadar dengan apa yang sedang terjadi saat ini, dan tingkat keterbacaan di blog ini lebih besar daripada di blog saya yang satu lagi. selamat membaca.

-hs-

Menyambung  tulisan salah seorang teman tentang banjir besar Jakarta yang terjadi pada hari kamis, 17 Januari kemarin yang menyoroti bahwa ketidaktertiban warga Jakarta terhadap peraturan yang ditetapkan oleh pemerintah adalah salah satu penyebab kenapa akhirnya Jakarta terjadi banjir yang demikian hebat,  Saya jadi tergerak untuk menuliskan apa yang ada di kepala saya sejak kemarin.

Jika teman saya menyoroti tentang perilaku warga Jakarta yang tidak tertib, saya hanya menyambungnya dengan perilaku warga yang tidak mencintai kotanya. Iya, saya pikir demikian. Kenapa akhirnya kota Jakarta banjir, saya pikir itu semata-mata adalah bentuk protes Jakarta terhadap warganya yang tidak mencintai kotanya. Bayangkan saja, setiap hari, ada berapa ton volume sampah yang dibuang ke sungai atau kali. Padahal, saya lihat, kali-kali di Jakarta itu tidaklah besar dan lebar. Jadi bisa dibayangkan, bagaimana kota Jakarta bisa menahan diri untuk tidak mengetuk warganya agar berbuat baik terhadapnya.

Saya memang bukan warga Jakarta dan tidak sering mendatangi Jakarta. Saya juga mungkin tidak tahu hiruk pikuk Jakarta sehari-harinya. Namun percayalah, saya ikut prihatin jika ibukota Negara tercinta terendam air karena ulah dan perilaku warga yang tinggal di sana.

Di pikiran saya, sebuah kota itu ibarat mahluk hidup yang sama-sama memiliki rasa. Sama seperti manusia yang akan merasakan sakit ketika ada sesuatu yang tidak beres dengan tubuh. Begitu pula dengan kota yang ditinggali oleh manusia, dia akan merasakan sakit ketika perilaku warganya tidak ramah terhadapnya. Itulah yang terjadi pada Jakarta dalam satu decade ini. Jakarta disakiti warganya dan akibatnya Jakarta protes terhadap warganya. Perilaku tidak ramah warga terhadap Jakarta sudah  banyak kita saksikan, mulai dari buang sampah sembarangan, buang sampah ke sungai/kali, kurangnya resapan air, hingga bantaran kali yang dijadikan perumahan. Jakarta seolah-olah tidak diberikan ruang gerak untuk bernafas. Warga Jakarta dan non Jakarta yang setiap hari bolak-balik Jakarta, tidak perduli dengan kondisi Jakarta yang mulai kesulitan untuk ‘bernafas’.  Padahal saya lihat, kebijakan gubernur baru Jakarta sudah mulai pro Jakarta agar Jakarta bisa bernafas lagi.

Senada dengan yang disampaikan teman saya, Tio, bahwa warga Jakarta tidak tertib terhadap peraturan pemerintah yang dibuat demi kepentingan Jakarta, saya juga berpendapat demikian. Jika saja warganya mau taat dengan peraturan yang dibuat pemerintah supaya Jakarta bisa sedikit bernafas, mungkin kondisi bencana banjir ini bisa diminimalisir dan tidak separah sekarang.

Banjir Jakarta, Ulah Siapa?

banjir jakarta ulah siapa?

Saya memang bukan aktivis lingkungan, juga bukan warga yang apriori dan ingin menyalahkan warga lainnya. Saya hanya ingin mengetuk sesama kita untuk lebih perduli dengan kota tempat tinggalnya atau kota tempat mencari nafkahnya. Mencintai kotanya dengan cara lebih perduli terhadap lingkungan di sekitarnya. Tidak perlu jauh-jauh, cukup mentaati peraturan yang ditetapkan, mulai dari kesatuan terkecil. Diri sendiri. Kalau peraturannya adalah harus menjaga kebersihan, ya taati. Jika peraturannya harus lebih perduli lingkungan, ya taati.

Sekarang bukan saatnya saling menyalahkan. bahwa banji ini kiriman dari Puncak, atau karena perilaku membuang aneka jenis sampah ke sungai, dan sebagainya. lah, kalau dilihat siapa yang salah, ya semuanya ulah manusia juga. Berapa banyak warga plat B yang membangun villa di Puncak yang berakibat lahan yang seharusnya menjadi area resapan air, tidak lagi memiliki kapasitas untuk itu. Berapa banyak warga yang secara terang-terangan membuang limbah rumah tangga dan sampah-sampah plastik sungai yang membelah kota Jakarta.  Jadi, tidak perlu saling menyalahkan. Interospeksi saja. Jadikan kejadian ini sebagai pelajaran yang sangat berharga supaya, setidaknya, untuk tahun-tahun ke depan, kita bisa lebih preventif terhadap kejadian serupa.

Saya pikir, tidak ada kata terlambat untuk mulai menanamkan kesadaran di diri setiap warga bahwa kota tempat tinggal dan tempat mencari nafkah itu adalah bagian dari mahluk yang harus sama-sama hidup berdampingan. Harus saling menjaga. Saling memberi dan menerima. Sehingga tercipta Simbiosis mutualisme. Keseimbangan antara alam dan penghuninya.

Memang, tidak akan mudah mengubah perilaku dan kebiasaan yang sudah turun temurun. Tapi tidak ada yang tidak mungkin jika kita memiliki keperdulian yang sama terhadap lingkungan di sekitar kita. Setidaknya, meskipun butuh waktu puluhan tahun untuk mengubah perilaku, namun tidak ada salahnya perlahan-lahan kita mulai mengubah sedikit saja perilaku kita untuk lebih perduli lingkungan. (HS)

Bdg-18012013

 

 

 

Untuk Anda Yang Komen, Harap Sabar Ya…

Posted 14/11/2012 by hadisome
Categories: Curcol

Tags: , ,

Dear pembaca yang sedang menunggu komen, mohon maaf ya kalo komennya belum terbalas.

Sebulan kemarin saya kena tipes, jadi saya nggak bisa membalas satu persatu komen-komen yang masuk. Saya hanya bisa memantau email-email notifikasi yang masuk ke handset saya yang berisi pertanyaan-pertanyaan dari ibu-ibu sekalian.

Ini saya sedang coba cicil ya jawab komennya. Pake sistem FIFO (First In, First Out) hehehe… jadi yang komennya baru-baru ini, belum langsung dijawab. Harap sabar, soalnya lumayan banyak hehehe…

Sekian

Sehat itu Mahal…

Posted 31/10/2012 by hadisome
Categories: Curcol

Tags: , , ,

Tidak ada yang lebih menyenangkan selain tubuh sehat. Ketika terkapar sakit seperti ini, saya baru menyadari bahwa sehat itu memang mahal harganya.

Ketika tubuh sehat, kita beraktifitas tanpa ada hambatan. Rutinitas pun dikerjakan tanpa beban. Bahkan kadang, saking rutinnya kita bekerja, kita malah lupa bersyukur dengan nikmat sehat yang diberikan.

Kenapa di awal paragraf saya tulis: Tidak ada yang lebih menyenangkan selain sehat? Karena memang pada saat sehatlah saya bisa beraktifitas. Dan buat saya, bisa beraktifitas tanpa hambatan itu menyenangkan. (Iya bisa bilang gitu, soalnya pas nulis ini lagi sakit hehehe. Coba kalo sehat, lain cerita kayaknya wkwkwkwk)

Memang, sehat itu mahal harganya. Dan itu baru saya rasakan ketika terserang bakteri Salmonella parathypii dan Salmonella thypii.
Jika ditotal, ternyata types yang bersarang di badan saya ini sudah satu bulan lebih. Dan gegara ada dua jenis kuman mbandel di tubuh saya ini, saya jadi harus keluar banyak duit. Ke dokter anu, ke dokter ini, ke internist itu, beli obat ini, beli obat itu, cek lab a, b, c, dan segala macemnya.

Kenapa dua jenis kuman itu membanyak lagi? awalnya sih gegara saya kecapekan, ga teratur makan, juga kurang minum. Udah tau saya kurang minum dan kecapekan, saya masih memaksakan diri untuk berolahraga. Karena ya itu tadi sehat itu menyenangkan buat saya, makanya saya berusaha untuk menjaga kesehatan dengan mengikuti latihan di pusat kebugaran di belakang kantor pusat telkom jalan japati Bandung. Tapi ya itulah saya ga kontrol, padahal badan saya udah mau ambruk, tapi tetep aja saya paksakan. Alhasil badan sayapun menagih haknya untuk beristirahat, jadilah types yang pernah saya derita semasa smp dan sma saya kambuh lagi (curcol deh).

Salah satu teman saya bilang: memang sakit itu gak jauh-jauh dari tabungan aktivitas.

Saya rindu sehat lagi. Rindu beraktifitas lagi. Betapa kesehatan itu adalah nikmat yang jarang saya syukuri selama ini, ternyata. Tapi mungkin sekarang saya bedrest berhari-hari juga ada hikmahnya. Bahwa saya disuruh beristirahat dari kegiatan-kegiatan rutin harian saya antara kantor-kost yang kalo diperhatikan memang terlihat membosankan. Saya juga istirahat dari beban-beban psikologis saya yang berkaitan dengan sugesti adanya mahluk tak terlihat yang menjadikan saya merasa tidak betah di tempat kost. Dan mungkin, saya menjadi lebih dekat dengan ibu, karena beberapa hari selama saya bedrest, saya istirahat di rumah ibu.

Jadi harusnya tidak ada alasan bagi saya untuk tidak bersyukur (bener ga kalimatnya? Intinya mau ngomong saya harus bersyukur, ribet amat) dengan kondisi sakit ini. Saya harus ingat dan harus sabar bahwa Allah SWT sedang menguji saya, dan juga memberikan waktu istirahat sejenak sebelum saya beraktifitas kembali. Saya juga harus mensyukuri nikmat istirahat ini sebagaimana saya mensyukuri nikmat kesehatan yang memang mahal harganya itu.

Saya harus bisa mengambil pelajaran bahwa jika kondisi yang belum 100% prima, tapi dipaksakan bekerja, maka hasilnya badan saya ambruk lagi. Setidaknya dari pengalaman demikian, saya harus punya acuan berapa persen kondisi badan saya, dan saya harus bisa menolak keinginan atasan saya jika memang kondisi fisik saya tidak memungkinkan untuk bekerja. Kalo misalnya saya runut, dan saya boleh menyalahkan, ya kambuhnya types saya yang kedua kali dalam sebulan ini, yaaa ada kaitannya dengan ketidakberdayaan saya menolak perintah atasan ketika badan saya belum seratus persen pulih itu tadi. Tapi sudahlah, kurang bagus juga saya menyalahkan keadaan, toh saya sendiri yang memang ngga berdaya walaupun sudah berdiplomasi.

Sungguh, saya rindu untuk sehat lagi. Semoga kuman-kuman Salmonella thyposa dan Salmonella parathypii yang saat ini mendiami tubuh saya, mau berkompromi untuk segera enyah agar saya bisa sehat seperti sediakala. Semoga Allah memberikan kesehatan lagi bagi saya, dan juga bagi semua yang sedang terkapar tak berdaya saat ini. Amin… (HS).

Nb: untuk para pembaca dan pengunjung blog ini, terutama buat yang udah komen dan menunggu balasan komen, maaf ya belum sempet dijawab atu-atu, sayanya msh opname nih. Doain ya, mudah2an segera pulih lagi. Amin…

Cjr31102012
Sent by  BlackBerry®

Posted with WordPress for BlackBerry.

Ayo Ikut BKB….

Posted 08/10/2012 by hadisome
Categories: Bina Keluarga

Tags: , ,

Saat ini di TV sedang sering diputar iklan yang dibintangi oleh artis Tessa Kaunang. Dalam iklan tersebut, Tessa memerankan seorang ibu yang memiliki anak yang berada dalam fase pertumbuhan. Kemudian Tessa mengajak para ibu untuk ikut BKB (Bina Keluarga Balita).

Berangkat dari iklan tersebut, saya jadi ada keinginan untuk menuliskan kembali mengenai BKB. Sebelumnya saya pernah menuliskan tentang BKB di sini,  juga mengenai aspek-aspek tumbuh kembang balita yang biasanya menjadi materi ajar BKB di link ini.  Nah, menyusul beberapa tulisan tadi, saya coba menuliskan kembali berdasarkan referensi yang saya punya. Sebagai informasi, saya mengambil referensi dari buku berjudul “Pengasuhan dan Pembinaan Tumbuh Kembang Anak” terbitan direkotrat pengembangan dan ketahanan keluarga – BKKBN tahun 2010.

Tessa Kaunang - Image by Google

Seperti yang diketahui bahwa usia balita merupakan periode paling kritis dalam menentukan kualitas sumber daya manusia. Menurut para ahli, masa balita ini sering disebut juga dengan periode keemasan atau golden age. Pada periode inilah diperlukan pengetahuan dari orang tua mengenai perkembangan anak-anaknya. Pola tumbuh kembang anak bisa dipantau dengan membaca tulisan saya di link ini. Silahkan klik saja.

BKKBN sebagai lembaga yang concern dengan pembangunan keluarga Indonesia mempunyai program yang saat ini memang sedang gencar dikampanyekan baik melalui media televisi maupun radio. Program tersebut bernama BKB atau Bina Keluarga Balita. Program ini memiliki tujuan yang mulia yaitu meningkatkan peran orangtua (ayah dan ibu) serta anggota keluarga lainnya dalam pembinaan tumbuh kembang anak balita sesuai dengan usia dan tahap perkembangan yang harus dimiliki baik dalam aspek fisik, kecerdasan, emosional, maupun social agar dapat tumbuh dan berkembang menjadi anak yang maju mandiri dan berkualitas (Sumber: Buku BKB-BKKBN; hal.1).

Read the rest of this post »

Jelang Tiga Tahun Blog Tentang KB

Posted 14/09/2012 by hadisome
Categories: Curcol

Tags: ,

Holla hallo pembaca sekalian, tidak terasa blog ini sudah hampir berumur tiga tahun sejak saya iseng-iseng menulis segala macam tentang KB di blog kompasiana lalu saya kumpulkan tulisan tercecer itu di sini.

Waduh, saya jadi kepengin malu sama anda sekalian. sudah lama sekali saya tidak mengupdate blog ini. Sejak kepindahan saya ke kantor baru di Bandung, saya jadi jarang mengupload tulisan baru di sini, bukan lagi jarang, tapi TIDAK PERNAH hehehe. Saya hanya menjawab pertanyaan-pertanyaan saja yang rata-rata berisi pertanyaan berbau konsultasi yang, sejujurnya, saya jawab sebisa saya, dan beberapa pertanyaan yang sudah nyerempet ke medis, saya tanyakan lagi ke dokter Handy Intan, SpOG.

Mari sukseskan kembali program KB

Hari ini, menjelang ulang tahun blog sederhana yang penuh sukacita saya kelola ini,  saya coba mengupload satu tulisan, saya tergerak karena  melihat apresiasi dari pengunjung sekalian di hari kemarin yang mencapai 917 orang viewer a day. Sebuah angka fantastis untuk sebuah blog yang jarang di-update dan tidak pernah diiklankan. rekor baru gitu deh :).

Dalam tulisan kali ini, saya tidak akan membahas mengenai alat kontrasepsi karena semuanya sudah saya tuliskan di beberapa tulisan sebelumnya. Silahkan anda klik tags-tags di sebelah, pasti akan menemukan informasi seputar alat kontrasepsi yang anda butuhkan.  Saya hanya ingin berucap terima kasih saja kepada anda sekalian para pengunjung yang dengan setia mengunjungi blog ini padahal saya sendiri jarang mengupdate informasi seputar KB. Sudah 207 ribu-an orang lebih yang pernah mengakses blog ini selama tiga tahun blog ini terindeks google. Saya tidak pernah mengira kalau traffic-nya akan seramai ini untuk seorang blogger amatiran seperti saya hehehe *blushing*.

Seperti yang sudah saya bilang di atas, beberapa bulan ini saya hanya menjawab pertanyaan-pertanyaan dari anda saja. Bukan karena tidak ada waktu menulis, melainkan ketiadaan ide untuk menulis xixixi… mau nulis apa lagi ya? Ada ide ngga pembaca?

Oya, Untuk pertanyaan-pertanyaan yang anda layangkan, jika itu masih seputar teknis kontrasepsi saya coba jawab sendiri, tapi jika sudah memasuki area medis, saya bekerja sama dengan dr.Handy Intan, SpOG. Oya, pertanyaan yang anda ajukan sifatnya moderated. Artinya harus melalui moderasi saya terlebih dahulu untuk mendapatkan approval, jadi harap bersabar jika pertanyaan anda belum muncul. Tapi yakinlah (apa yang dikatakan Rudi) suatu hari pertanyaan anda akan muncul beserta jawabannya dari saya atau dari dr.Handy.  Intinya, ya sabar aja yaaa, karena saya tidak bisa online setiap saat seperti rexona yang selalu setia setiap saat hehehe….

sebagai apresiasi dari saya, saya berikan sekuntum mawar merah untuk anda sekalian (HS.2012)

 

Salam hangat dari Bandung.

NB: ternyata, HUT blog tentangKB itu tanggal 16 Oktober. Hihihi, saya ga pernah nyadar selama dua tahun kemarin wkwkwkwkwk. Kira2, harus ada selebrasi apa ya buat HUT nya???


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 1,155 other followers